Aksi Bersama, Sekjen & Dokter Ratnawati Giat Pengawasan di Depok, Cirebon

Kegiatan pengawasan pemerintahan kembali dilakukan dr Hj Ratnawati, M. K.K.K. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut turun langsung menemui masyarakat di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan terasa makin bermakna karena kerja kolaboratif dari semua level legislatif. Yakni kehadiran E. Herman Khaeron, Sekjen Partai Demokrat yang juga anggota Komisi VI DPR RI dari dapil Jabar VIII (Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon).

Turut hadir juga menyapa warga Mahmud Jawa, anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ketiganya adalah para kader Partai Demokrat yang mengemban tugas di DPR Kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI.

Saat memberi pengantar, Ratnawati menegaskan bahwa kegiatan pengawasan bukan sekadar menjalankan amanat konstitusi. Tetapi juga memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar bendahara DPD Partai Demokrat Jabar ini.

Kehadiran wakil rakyat, tutur ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Jabar ini, merupakan bentuk komitmen untuk terus mendengar sekaligus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi warga. Oleh karena itu, dia sangat senang dengan banyaknya pertanyaan dan harapan yang disampaikan warga.

Sementara itu, Herman Khaeron menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Kami ingin pembangunan berjalan secara merata. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas sehingga program pemerintah benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Kang Hero, demikian panggilan Herman Khaeron.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan masukan dan mengawal jalannya pembangunan agar semakin transparan dan akuntabel.

Di akhir kegiatan, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran para wakil rakyat yang dinilai tidak hanya datang untuk berdialog, tetapi juga membuka ruang komunikasi secara langsung.

Warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera diwujudkan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Depok. (R-03)

sumber: demokratjabar

Demokrat: Tatap Muka Bagian Penting Politisi Dan Konstituen

Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron‏ mengatakan kasus perusakan baliho dan spanduk Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau sangat tak beretika dalam sistem demokrasi di Indonesia.

“Perusakan atribut Partai Demokrat di Riau sungguh tidak beretika ditengah atribut lainnya masih berdiri utuh,” ungkap Herman Khaeron melalui akun twitternya, Sabtu.

Kang Hero, biasa Herman Khaeron disapa, mengatakan, apa yang dilakukan Partai Demokrat dengan memasang spanduk dan baliho di jalan protokol tidak menyalahi aturan. Juga tidak menyinggung siapapun.

Karena kami bertarung di ruang demokrasi dengan menjunjung tinggi etika politik dan demokrasi yang bermartabat,” kata Herman dengan menempelkan hastag #DukungPD.

Begitupun dengan politisi Partai Demokrat, Sartono Hutomo‏ yang mengatakan perusakan baliho dan spanduk partai merusak demokrasi.

“Perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat di Riau merobek nilai-nilai demokrasi. Tidak pernah terjadi selama 10 tahun SBY menjadi Presiden RI,” urainya. (ham)

sumber: telusur

Ini Cara Herman Khaeron dalam Menjaga Suara Konstituen

Wakil Komandan Kogasma Partai Demokrat, Herman Khaeron menegaskan bahwa kegiatan tatap muka politikus dengan para pemilik suara atau konstituen memiliki nilai yang sangat signifikan.

“Saya yakin tatap muka merupakan bagian terpenting,” kata Herman di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa, (17/7/2018).

Dengan tatap muka yang semakin sering, ujar Herman, sudah tentu akan menimbulkan kesan mendalam di hati konstituen.

“Semakin sering kita tatap muka, akan semakin ingat mereka dengan kita,” tuturnya.

Herman juga mengakui bahwa setiap kali tatap muka dengan konstituen harus diakhiri dengan sesuatu yang berkesan.

“Yang kita hadapi di lapangan juga terberat adalah pragmatisme. Jadi perlu ada yang kita berikan. Bisa kaos, bisa mug atau sesuatu yang berkesan dan membuat mereka teringat kepada kita,” ujarnya.

Hal lain yang juga menurut Herman agar dipilih konstituen adalah sikap saling memghormati sesama calon legislatif dari satu partai.

“Tetapi kita kan juga harus bersaing dengan caleg dari satu partai. Tetapi harus diperhatikan jangan sampai kita bertarung dengan teman, sahabat kita di dalam partai. Karena kalau kita bertarung dengan teman sendiri, kondisi ini justeru akan dimanfaatkan oleh caleg dari partai lain,” jelas Herman.

Meski demikian, Herman memastikan bahwa dalam dua periode dirinya duduk di Senayan merupakan takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Menjadi Anggota DPR RI itu merupakan karena Allah. Itu faktor utama,” tandas Herman.

sumber: tribun

Kang Hero Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Jatibarang Indramayu

hermankhaeron.info – Anggota DPR /MPR RI Fraksi Demokrat untuk daerah pemilihan Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon kembali melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,

Usai memberikan paparan terkait 4 Pilar Kebangsaan di Aula Gedung PUI Jatibarang, Indramayu, Herman Khaeron dihujani banyak pertanyaan. Anggota FPD yang juga Wakil Ketua Komisi IV itu, antara lain ditanya tentang isu-isu terancamnya NKRI akhir-akhir ini.

‘’Indonesia aman, kok. Kalaupun belakangan ada kegaduhan, itu lebih karena imbas politik Pilkada saja. Tapi secara umum, Indonesia aman. Tidak ada ancaman berat,’’ kata Kang Hero, sapaan Herman di hadapan guru dan siswa SMA / SMK se Kecamatan Jatibarang, pekan lalu.

Sebelumnya, Hero mengungkapkan sosialisasi ini dilakukan guna mengingatkan kembali kepada para guru dan siswa tentang pentingnya Empat Pilar Kebangsaan. Yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

Ia menjelaskan empat pilar kebangsaan tersebut harus terus dipegang erat agar bangsa ini tetap terjaga, berdaulat, adil dan makmur. Dijelaskan Pancasila merupakan falsafah atau dasar negara Indonesia. Dimana isinya terdiri dari lima sila yang harus bisa dihayati dan diamalkan.

Sedangkan UUD 45, terang Hero merupakan regulasi tertinggi dalam mengatur negeri ini. Semua itu harus dibingkai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara pilar keempat adalah Bhineka Tunggal Ika. Hal ini penting untuk dijaga, mengingat Indonesia terdiri dari bermacam –macam suku bangsa dan agama yang berbeda.

Pada kesempatan itu Hero juga mengingatkan bagaimana proses terjadinya kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya kemerdekaan yang diraih saat ini adalah hasil perjuangan para pahlawan dan tidak diraih dengan mudah. Justru melalui jerih payah dengan pengorbanan yang luar biasa.

‘’Karena kemerdekaan diraih tidak dengan mudah, maka kita harus bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sungguh-sungguh yaitu dengan belajar dan bekerja,’’ ujar Hero. (media-fpd/ Radar Cirebon)

sumber

hermankhaeron.info – Presiden ke-6 Republik Indonesia,  DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan panen perdana buah mangga gedong gincu di Desa Sedong Lor Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. SBY ditemani istri, Ani Yudhoyono.

SBY mengungkapkan ada beberapa alasan kenapa dirinya bersama istri mau datang dan melakukan panen perdana di lahan seluas 25 hektar milik Kelompok Tani Buah (KTB) Sukamulya tersebut. Satu diantaranya karena dirinya sangat menyukai jenis buah yang banyak ditemui dan tumbuh di daerah Cirebon, Indramayu dan Majalengka ini.

“Saat saya masih menjabat presiden, buah mangga ini selalu ada terutama ketika menjamu tamu kenegaraan,” kata pendiri Partai Demokrat ini.

Didampingi anggota DPR-RI, DR H Herman Khaeron, SBY pun memberi alasan lainnya, yakni dirinya sangat menghargai dan mengapresiasi kegigihan petani mangga yang dengan tekun terus mengembangkan tanaman mangga hingga sampai ekspor ke sejumlah negara asia dan timur tengah tersebut.

“Tempo hari saat berkunjung ke Singapura saya baru tahu bahwa kebutuhan buah-buahan disana membutuhkan ribuan ton buah. Dan saya ketahui juga bahwa sangat sedikit sekali suplai (eksport) buah dari Indonesia, karena itulah waktu itu saya minta kepada Dubes untuk mengambil peluang itu dengan meniventarisir dan kerjasama dengan para petani buah agar buah-buah dari Indonesia dapat masuk kesana (Singapura,red),” tegasnya.

Menurut SBY, pertumbuhan penduduk dunia kini sudah mencapai 7,3 milyar, Jumlah itu akan meningkat terus dari tahun ke tahun. Banyaknya jumlah penduduk itu jelas membutuhkan makanan untuk tetap hidup, dan satu diantaranya adalah kebutuhan akan buah-buahan.

“Untuk itulah sangat diperlukan sekali inovasi dan pengembangan produksi buah-buhanan,” tegasnya.