BAKN DPR Nilai Bulog Jadi Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menilai penguatan tata kelola dan kelembagaan Perum Bulog menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sebagai instrumen negara, perusahaan plat merah ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan, khususnya beras.

“Khusus beras, saya kira memang tata kelolanya yang harus dirapikan kembali. Bahkan jika diurai lebih jauh, Bulog harus diperkuat karena Bulog merupakan satu-satunya institusi negara yang mampu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujar Wakil Ketua BAKN DPR R, Herman Khaeron, lewat keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Hal tersebut disampaikan Herman Khaeron usai memimpin pertemuan dengan jajaran Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat dalam kunjungan kerja BAKN DPR di Padang, Sumatera Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendalaman BAKN terkait telaahan tata kelola ketahanan pangan.

Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menjelaskan Bulog memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.

Menurutnya, berbeda dengan komoditas lain, proses produksi beras membutuhkan waktu yang panjang, sementara kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi setiap saat.

Oleh karena itu, Bulog memerlukan dukungan kelembagaan, pembiayaan, dan infrastruktur yang memadai agar mampu menjalankan penugasan pemerintah secara optimal.

Ia juga menekankan bahwa setiap penugasan pemerintah kepada Bulog harus disertai dengan skema pendanaan yang terukur agar tidak membebani kondisi keuangan perusahaan.

Di sisi lain, Bulog juga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kapasitas usahanya, termasuk menambah infrastruktur pergudangan guna mengantisipasi meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan nasional.

“Kalau jumlah penduduk terus meningkat, maka kapasitas gudang Bulog juga harus bertambah. Kalau tidak ditambah, akhirnya harus menyewa gudang. Ketika menyewa, biaya operasional meningkat dan pada akhirnya menjadi tidak efisien,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII tersebut.

Lebih lanjut, Herman mengatakan kunjungan kerja tersebut tidak hanya bertujuan menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tetapi juga menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan sebagai bahan penyusunan rekomendasi BAKN kepada pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor pangan.

Baginya, penguatan Bulog merupakan bagian penting dalam mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Sesuai dengan prinsip Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, ke depan kita harus mampu mewujudkan kedaulatan, kemandirian, ketahanan, dan keamanan pangan,” pungkas Herman. =MHD

sumber: pakuanraya

Herman Khaeron Pegang Teguh Amanat yang Diberikan Ketua Majelis Tinggi Demokrat

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron menilai skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang ada saat ini sudah saatnya ditransformasikan ke arah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Integrasi antara program perlindungan sosial dengan pendekatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai menjadi kunci strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan efisiensi anggaran negara. “Loh, kalau bantuannya banyak seperti ini kenapa kita tidak arahkan saja kepada peningkatan kemampuan kapasitas kehidupannya melalui peningkatan UMKM misalkan, pendekatan UMKM. Ya pendekatan UMKM kepada masyarakat yang ini menjadi objek bansos.

Jadi masyarakat yang penerima bansos saat ini, itu sebetulnya bisa didekati melalui pendekatan kelompok maupun pendekatan individu untuk dinaikkan kelas melalui pendekatan UMKM,” ujar Herman saat ditemui oleh Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (02/07/2026).

Ia memaparkan, ketepatan sasaran dalam penyaluran klaster perlindungan sosial merupakan instrumen penting yang secara langsung berkontribusi pada penghematan tata kelola keuangan nasional di tengah transisi integrasi data tunggal pemerintah. “Bagaimana juga mengintegrasikan dari program-program tersebut supaya bisa terkontrol dengan baik. Tepat sasaran yang penting. Karena ketepatan sasaran juga adalah bagian dari penghematan keuangan negara. Dan bahkan kalau kemudian disisir lagi kepada masyarakat yang mampu, masyarakat yang berhak untuk menerimanya, tentu ini menjadi perhitungan kelanjutannya,” ujarnya.  Melalui momentum ini, BAKN DPR mendorong agar program-program bansos ke depan tidak lagi bersifat konsumtif, melainkan produktif dengan membuka akses permodalan dan pasar yang lebih luas bagi masyarakat rentan.

“Membuka akses pasar, membuka akses permodalan, dan bahkan pendekatan KUR yang sangat besar ini bisa didekatkan kepada masyarakat yang saat ini mereka memang menerima bantuan sosial dari berbagai sektor. Nah ini yang saya kira penting BAKN, selain membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel dalam berbagai sisi, termasuk keuangan dan tata kelola,” jelasnya.

Akselerasi transformasi kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengamankan uang rakyat dari potensi penyimpangan, tetapi juga langsung berdampak nyata pada kesejahteraan publik. “Juga bagaimana ending-nya adalah juga meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya kira ini penting dan saya sampaikan juga tadi kepada adik-adik dari FISIP Unswagati Cirebon ini,” pungkas Herman

sumber: sindikatpost

Herman Khaeron: Penguatan IHSG Sinyal Membaiknya Perekonomian

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengatakan bahwa menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar rupiah merupakan sinyal membaiknya perekonomian Indonesia.

“Mudah-mudahan ini adalah sinyal mulai membaiknya perekonomian kita dengan berbagai strategi dan cara yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Herman Khaeron di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diharapkan bertahan, dan dapat memberikan efek kepada perekonomian Indonesia.

Ia mengatakan bahwa ketika melihat tren terakhir baik IHSG maupun nilai tukar rupiah cukup mengkhawatirkan, untuk itu masyarakat juga perlu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

“Semakin kita bersatu, semakin kita solid, semakin kita menunjukkan kekuatan, kemampuan, persatuan itu akan semakin menunjukkan trust dari investor,” ujarnya.

Ia juga berharap para investor yang sebelumnya keluar dapat kembali lagi untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero, menambahkan bahwa kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan upaya yang cukup efektif.

Selain itu, Ia juga berharap konflik di Timur Tengah terus membaik, dengan itu harga minyak turun dan sejalan dengan itu nilai tukar rupiah bisa menguat.

“Ketika harga minyak turun, diharapkan bisa menurunkan harga BBM dan beban negara terhadap subsidi, kompensasi serta yang berbasiskan terhadap nilai tukar dolar AS juga bisa berkurang,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat tipis di tengah adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

IHSG ditutup menguat 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke posisi 609,40.

Sumber: antara

DPR Minta Penyelamatan 50 Ribu Karyawan Sritex Dilakukan dengan Transparan dan Realitas

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI melakukan uji petik dalam rangka penelaahan tata kelola Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan. Penelaahan dilakukan dengan menggali informasi dari berbagai pemangku kepentingan guna memastikan program KUR berjalan efektif dan tepat sasaran.

Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari pendalaman terhadap berbagai temuan yang sebelumnya telah diperoleh BAKN terkait pelaksanaan program KUR. Menurutnya, BAKN meminta keterangan dari sejumlah pihak, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan penyalur KUR, Jamkrida, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga sejumlah nasabah penerima manfaat.

“Kami melaksanakan uji petik atas telaahan terhadap Kredit Usaha Rakyat yang menjadi objek penelaahan pada masa sidang ini. Ada beberapa aspek yang kami dalami bersama para stakeholder untuk melengkapi temuan-temuan yang sebelumnya sudah kami peroleh,” ujar Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron pada Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja BAKN DPR RI di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, BAKN menyoroti pentingnya validasi data penerima manfaat. Herman menilai kualitas data menjadi faktor krusial yang menentukan ketepat sasaran program KUR. Menurut Herman, proses transisi dan integrasi data yang dilakukan pemerintah sangat memengaruhi klasifikasi masyarakat penerima KUR. Persoalan data yang tidak akurat berpotensi menyebabkan bantuan pembiayaan tidak diterima oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Temuan terkait KUR cukup banyak, baik dari sisi tata kelola maupun persoalan kurang tepat sasaran. Karena itu, validasi data menjadi salah satu fokus utama yang kami dalami,” ungkapnya.

Politisi fraksi partai Demokrat itu menuturkan, berbagai masukan yang disampaikan OJK Sulawesi Selatan mengenai aspek teknis pelaksanaan KUR juga menjadi bahan penting dalam proses penelaahan. Namun demikian, ia menambahkan hingga saat ini BAKN masih terus mengumpulkan data dan belum sampai pada tahap penyusunan rekomendasi.

“Kami belum menghasilkan rekomendasi karena proses pendalaman masih berlangsung. Kami terus melengkapi data dan menelaah berbagai temuan yang ada di daerah,” pungkas Herman.

Untuk diketahui Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu pusat penyaluran KUR di kawasan timur Indonesia, memiliki basis UMKM yang kuat di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa, dengan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi regional.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), pada tahun 2025 total penyaluran KUR di Sulawesi Selatan mencapai Rp16,563 triliun kepada 283.989 debitur. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan Rp8,46 triliun, diikuti perdagangan Rp5,12 triliun dan jasa Rp1,12 triliun.

Hasil monitoring dan evaluasi DJPb Sulawesi Selatan tahun 2025 menyoroti bahwa penyaluran KUR di Sulsel masih menghadapi sejumlah permasalahan. Pertama, pendampingan usaha bagi debitur KUR masih terbatas, sehingga banyak UMKM kesulitan mengelola tambahan modal secara produktif.

Kedua, risiko kredit macet cukup tinggi, terutama di sektor pertanian, akibat lemahnya manajemen keuangan dan rendahnya literasi finansial pelaku usaha. Ketiga, penyaluran KUR terkonsentrasi di kota besar seperti Makassar, sementara daerah penyangga dan pedesaan relatif tertinggal karena keterbatasan akses perbankan dan infrastruktur keuangan.

sumber: dpr

Sukseskan Program MBG, Herman Khaeron Usulkan Libatkan Pedagang dan Kantin Sekolah

Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya peningkatan literasi dan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar masyarakat memahami manfaat serta mekanisme program tersebut secara utuh. Menurut Herman, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa KUR merupakan program pembiayaan perbankan yang mendapat subsidi bunga dari pemerintah sehingga memberikan keringanan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

“Yang terpenting juga adalah literasi. Masyarakat harus memahami bahwa KUR merupakan pinjaman dari perbankan, tetapi bunganya disubsidi oleh negara sehingga menjadi lebih ringan bagi pelaku usaha,” ujar Herman kepada Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja BAKN DPR RI di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa subsidi bunga tersebut membuat suku bunga KUR menjadi lebih rendah dibandingkan kredit komersial pada umumnya. Karena itu, informasi mengenai manfaat dan akses program perlu terus disampaikan kepada masyarakat secara luas. “Tantangan yang masih dihadapi bukan hanya terkait ketersediaan layanan perbankan, tetapi juga penyebaran informasi kepada calon penerima manfaat,” tambahnya.

Di samping itu politisi fraksi partai Demokrat itu turut mengapresiasi upaya perbankan yang telah memperluas jaringan layanan hingga tingkat desa. Namun demikian, langkah tersebut perlu diimbangi dengan sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat memahami cara mengakses program KUR. “Bagaimana informasi ini benar-benar sampai kepada masyarakat sehingga mereka dapat memanfaatkan KUR sesuai tujuan program,” ungkapnya.

Herman juga mengingatkan, agar program KUR benar-benar dapat diakses oleh kelompok usaha mikro dan kecil yang menjadi sasaran utama kebijakan pemerintah. Ia menilai peningkatan literasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah terjadinya ketidaktepat sasaran penerima manfaat.

Karena itu, ia mendorong pada pemerintah untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi publik mengenai KUR sebagai instrumen pembiayaan yang dapat membantu UMKM berkembang dan naik kelas. “KUR harus menjadi bagian dari upaya membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat berkembang dan naik kelas,” imbuh Herman. (tra/aha)

sumber : dpr.go.id

 

Sekjen Demokrat Ajak Kader Banjarmasin Perkuat Soliditas Hadapi Pemilu

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat,  Herman Khaeron mengajak seluruh kader Partai Demokrat Kota Banjarmasin memperkuat soliditas dan meningkatkan kerja-kerja politik untuk mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu mendatang.
Dalam kunjungan dan silaturahmi ke DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Sabtu (30/5/2026), Herman mengingatkan bahwa Demokrat pernah meraih 11 kursi DPRD Kota Banjarmasin. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi untuk kembali merebut kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, menghindari konflik internal, memperkuat struktur partai hingga akar rumput, serta terus hadir di tengah masyarakat untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga.
Pada kesempatan tersebut, Herman Khaeron juga menyerahkan bantuan satu unit laptop kepada DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin guna mendukung operasional dan administrasi partai.
Kunjungan ini menjadi bagian dari konsolidasi internal Demokrat dalam mempersiapkan langkah strategis menghadapi kontestasi politik mendatang.
sumber: demokrat

Herman Khaeron: Perlu Percepatan Penyaluran KUR Sektor Produktif untuk Topang Ekonomi Daerah

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron mendorong percepatan penyaluran KUR khususnya pada sektor-sektor produktif dalam rangka menopang perekonomian daerah.

Hal itu dikatakan Herman usai uji petik dalam kegiatan Penguatan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui KUR di Provinsi Maluku Utara.

Dalam kegiatan itu, BAKN menghadirkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai penyalur KUR, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe serta para pelaku usaha penerima manfaat untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi program di lapangan.

“Kami berada di Maluku Utara karena selain menghadirkan BNI sebagai penyalur, juga menghadirkan pemerintah daerah dan justru para pelaku usaha yang selama ini menjadi penerima manfaat program” ujar Herman usai pertemuan di Ternate, Maluku Utara sebagaimana dikutip dalam rilis resmi pada, Selasa (2/6/2026).

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan BAKN DPR mendukung adanya akselerasi penyaluran agar manfaat KUR semakin dirasakan masyarakat, khususnya UMKM yang membutuhkan dukungan modal untuk mengembangkan usaha.

Di sisi lain, jelasnya, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah regulasi penyaluran KUR agar tetap akuntabel namun tidak menghambat perluasan akses pembiayaan. Ia pun mengingatkan bahwa aturan yang terlalu kaku berpotensi membuat penyalur lebih berhati-hati sehingga ruang ekspansi program menjadi terbatas.

Herman mengungkapkan bahwa BAKN DPR telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas tata kelola dan mekanisme penyaluran KUR yang lebih efektif. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang tepat sehingga program pembiayaan bersubsidi semakin mudah diakses masyarakat.

Dalam penelaahan di Maluku Utara, BAKN juga melihat secara langsung dampak penyaluran KUR yang dilakukan BNI terhadap pengembangan usaha masyarakat. Salah satunya dirasakan Irwan Umar, pelaku usaha perikanan tangkap di Pulau Tidore yang memanfaatkan KUR untuk memperbaiki mesin dan melakukan peremajaan kapal.

Dukungan pembiayaan tersebut memungkinkan kapasitas usahanya meningkat, dengan hasil tangkapan yang naik dari sekitar dua ton menjadi empat ton dalam sekali melaut. Manfaat serupa dirasakan Samsudin P. Hasan, pelaku usaha pertanian di Pulau Bacan.

Melalui pembiayaan KUR dari BNI, ia dapat membuka lahan pertanian baru guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, khususnya untuk komoditas cabai. Pengembangan usaha tersebut menjadi contoh bagaimana akses pembiayaan dapat mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di daerah.

“UMKM yang jumlahnya mencapai puluhan juta merupakan jangkar perekonomian nasional. Karena itu, kami ingin memastikan kehadiran negara melalui program KUR benar-benar efektif, mampu memperluas akses modal, dan mendorong usaha mikro maupun kecil untuk naik kelas,” pungkas Herman menutup wawancara. (*)

sumber: tribun

Musda V Demokrat Kepri : Perkuat Barisan, Siapkan Strategi Menang Pemilu

Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) V sebagai momentum strategis untuk memperkuat soliditas kader sekaligus menyusun langkah menghadapi Pemilu mendatang. Kegiatan yang berlangsung di Golden View Hotel Batam, Minggu (7/6/2026), dihadiri jajaran pengurus pusat, kader partai, serta sejumlah tokoh daerah.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi kunci utama dalam mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Kepulauan Riau.

Menurut Herman, perkembangan Demokrat Kepri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Ia menilai kepemimpinan Ketua DPD Demokrat Kepri, Aneng, berhasil menciptakan suasana partai yang lebih kondusif dan solid.

“Musda ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat struktur partai dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik berikutnya,” ujarnya.

Herman mengakui bahwa hasil Pemilu 2024 belum sesuai harapan partai. Namun demikian, ia optimistis Demokrat memiliki peluang besar untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif pada pemilu yang akan datang.

Ia juga menekankan bahwa Demokrat ingin terus mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, Aneng yang kembali mendapat dukungan sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Kepri mengungkapkan target ambisius partainya pada Pemilu mendatang. Demokrat Kepri menargetkan mampu meraih satu kursi di DPR RI, tujuh kursi di DPRD Provinsi Kepulauan Riau, serta 32 kursi DPRD kabupaten dan kota se-Kepri.

“Kami akan bekerja maksimal untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga target tersebut dapat tercapai,” kata Aneng.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Musda V Demokrat Kepri. Ia menilai partai politik memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi pemikiran maupun kebijakan.

Ansar juga mengapresiasi peran Fraksi Demokrat di DPRD Kepri yang selama ini dinilai aktif mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah.

Menurutnya, meski sejumlah indikator pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh kekuatan politik tetap diperlukan demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun optimistis Partai Demokrat mampu meningkatkan elektabilitas dan memperkuat posisinya pada pemilu mendatang, mengingat pengalaman panjang partai tersebut dalam dunia politik nasional.

Musda V Demokrat Kepri diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus menyatukan langkah seluruh kader untuk menghadapi agenda politik ke depan dengan lebih solid dan terarah.(Egi)

sumber: matakepri

Hero Center Binaan Herman Khaeron Lolos usai Tundukkan BTS Indramayu

Tim Hero Center Volleyball binaan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus Anggota DPR RI, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, menunjukkan performa impresif pada laga perdana Turnamen Bola Voli Putra Sekda Kabupaten Cirebon Cup 2026.

Bertanding di Lapangan Bola Voli Eks Terminal Weru, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/6/2026), Hero Center Volleyball sukses menundukkan BTS Indramayu dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

Kemenangan tersebut mengantarkan tim binaan Herman Khaeron, yang juga mendapat dukungan dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K. serta Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Partai Demokrat Komisi IV, Tarseni, melaju ke babak berikutnya.

Turnamen Sekda Kabupaten Cirebon Cup 2026 sendiri diikuti delapan tim terbaik dari wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Kuningan, serta Majalengka.

Manajer Hero Center Volleyball yang juga Ketua Elang Biru Kabupaten Cirebon, Winadi, mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil tenang meski mendapat perlawanan ketat dari BTS Indramayu.

“Kami bersyukur bisa meraih kemenangan pada pertandingan perdana ini. Para pemain menunjukkan semangat juang yang tinggi dan mampu menjalankan instruksi dengan baik. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Winadi.

Menurutnya, hasil positif tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain, pelatih, dan dukungan berbagai pihak yang terus memberikan motivasi kepada tim.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Hero Center Volleyball. Ia menilai kemenangan tersebut merupakan buah dari disiplin latihan dan kekompakan tim.

“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang telah memberikan penampilan terbaiknya. Kemenangan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat sportivitas dalam setiap pertandingan,” kata Herman Khaeron.

Ia berharap Hero Center Volleyball dapat terus tampil konsisten dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Cirebon dalam ajang Sekda Cup 2026.

Dengan kemenangan atas BTS Indramayu, Hero Center Volleyball kini membuka peluang lebih besar untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari wilayah Ciayumajakuning tersebut.

sumber: inilahnews