hermankhaeron.info – Ada beberapa permasalahan kebijakan pangan. Permasalahan ini karena kebijakan pemerintah masih terfokus pada peningkatan produksi yang penerapannya masih dilakukan secara parsial, sehingga terjadi ketimpangan antara konsumsi beras dengan konsumsi pangan alternatif.
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron saat menjadi pembicara Seminar Nasional bertajuk “Peran Pemerintah Daerah untuk Mendukung Penguatan Cadanga Pangan Menuju Kemandirian Pangan”.
“Program dan anggaran terfokus pada padi, jagung dan kedelai, terjadi distorsi harga (muncul spekulan dan fluktuatif) dan Bulog tidak memiliki kewenangan yang fleksibel dalam menyerap beras, petani, ungkap Herman.
Indonesia sebagai archipelago state dimana luas wilayah 2/3 berupa lautan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, tentu saja memiliki karakteristik dan potensi pangan yang berbeda sesuai kearifan lokal. Untuk itu, dalam konteks penguatan cadangan pangan menuju kedaulatan pangan, potensi pangan lokal harus terus dikembangkan.
Faktanya, kata Herman, pangan lokal masih dianggap sebagai pangan inferior atau hanya jadi kudapan. Padahal, kekayaan biodiversifitas pangan nabati dan hewani beragam, makanan tradisional dan spesifik lokasi dapat dikembangkan ke arah yang lebih komersial.
Kemudian, politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini mendorong pemerintah untuk terus mengelola stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, mengelola distribusi pangan pokok dan mewujudkan pemenuhan pangan yang bergizi kepada masyarakat, yang didukung oleh alokasi anggaran sebesar 31,5 Triliun.
Alokkasi anggaran tersebut untuk program mengembangkan dan memperkuat lembaga distribusi pangan masyarakat, lumbung pangan masyarakat, kawasan mandiri pangan, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, mengembangkan pangan pokok lokal, pengembangan sistem distribusi dan stabilitas harga pangan , mengembangkan ketersediaan dan penanganan rawan pangan, mengembangkan penganekaragaman konsumsi pangan.
Untuk diketahui, Seminar Nasional ini digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian di Hotel Mercure Pontianak.

