hermankhaeron.info – Anggota Komisi IV DRI RI dalam beberapa hari ini melakukan kunjungan ke Kalimantan Utara (Kaltara), tepatnya di wilayah Tarakan dan Nunukan. Maksud kedatangan wakil rakyat ini lagi-lagi untuk mengetahui kondisi perbatasan antar Indonesia-Malaysia di wilayah utara Indonesia.
Dikatakan ketua tim kunjungan Herman Khaeron, mereka bermaksud mengetahui lebih dekat dengan tindak lanjutnya mempertimbangkan terbitnya regulasi pintu khusus di perbatasan ini. Menurutnya, Kaltara, khususnya Tarakan, memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sebagai kawasan tanaman pangan. “Ini bisa menjadi potret dan kami harapkan hasil kunjungan kerja ini dapat menjadi input di program Rancangan APBD 2017. Kaltara ini kan provinsi baru dan daerah baru dengan potensi yang besar. Jadi kami juga tidak ingin hanya mengingat tambang di sini. Tapi bagaimana lebih kepada budidaya. Belum lagi kepitingnya,” ujar Herman yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV ini.
Selain itu, secara geografis Tarakan juga menjadi pintu masuk dan keluar barang antar dua negara ini, sehingga pihaknya mempertimbangkan apakah akan dibuatkan regulasi khusus pintu keluar-masuk di perbatasan dengan konteks bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Memang kalau melihat apakah legal atau tidak ini cukup sulit, karena di masyarakat secara kultural keluar masuk antar dua negara. Jadi apakah memang kami perlu membuat undang-undang (UU) khusus. Kebetulan sekarang ini kami juga sedang menyusun UU karantina. Sehingga apakah memungkinkan untuk diberikan regulasi khusus kepada masyarakat untuk keluar-masuk barang, walaupun harus dengan kontrol yang ketat,” bebernya.
Menurutnya, jika memang hal ini bisa menjadi satu prospek positif, tentunya akan menjadi perhatian dari Komisi IV. “Karena yang menjadi ukuran keberhasilan negara itukan salah satunya kesejahterahan masyarakat. Ini wacana yang kami kembangkan, jadi memang belum pasti dan kami lakukan di semua perbatasan seperti Batam dan Entikong. Karena memang jika berharap suplai dari dalam negeri itu lebih mahal. Untuk UU-nya kami target dibahas di awal 2017,” jelasnya.
Kunjungan pertama dilakukan di Nunukan, setelah itu dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah lokasi di Tarakan, yakni Bulog, gudang pupuk PT Petrokimia Gresik di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Gunung Lingkar, gudang pupuk PT Pupuk Kaltim di Jalan Brigrad, dan PT Intracawood di Jalan Aki Pinka, Juata Permai

