hermankhaeron.info – Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, berpikir ulang sebelum menghidupkan lagi proyek reklamasi di pantai utara Jakarta.

“Banyak aspek yang harus didalami terlebih dahulu. Kami tidak dalam posisi bilang setuju atau tidak setuju,” kata Herman Khaeron menanggapi pertanyaan wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/8).

Politikus Partai Demokrat ini menegaskan ada sejumlah hal yang harus lebih dulu dikaji pemerintah sebelum dalam melanjutkan proyek kontroversial tersebut. Salah satu yang utama apakah proyek itu sudah memenuhi persyaratan kaidah lingkungan.

“Ini berkaitan dengan kewajiban Amdal yang terintegrasi antar 17 pulau itu. Apakah itu sudah dilaksanakan?,” ujar Herman.

Dia juga menyorot dampak ekonomi dari kelanjutan proyek reklamasi, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan para nelayan.

Mengenai rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun rumah susun untuk seluruh nelayan Teluk Jakarta, Herman menilainya bukan solusi dalam memutus rantai kemiskinan.

“Bukan persoalan di sana akan dibangun apartemen untuk nelayan, tapi bagaimana kehidupan sosial eknomi nelayan setelah ada pulau-pulau buatan itu? Ini harus dipikirkan, jangan cuma dipindahkan, itu hanya menimbulkan kemisikinan,” demikian Herman.

Diberitakan kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama atau Ahok, berjanji akan membangun rumah susun untuk nelayan setelah pemerintah pusat lewat Plt Menko Maritim, Luhut Pandjaitan, memutuskan melanjutkan proyek reklamasi.

Diakui Ahok, pembangunan rusun-rusun itu tidak akan menggunakan uang APBD, melainkan uang kompensasi dari perusahaan pengembang yang melaksanakan proyek reklamasi.