Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, Indonesia mempunyai kandungan terbesar dan memiliki potensi geothermal sangat tinggi. Sementara, interdisipliner memerlukan expertise pengetahuan dari negara lain. Menurutnya, New Zealand merupakan negara terdepan dalam hal ilmu pengetahuan dan juga pengalaman mengelola Sumber Daya Alam (SDA).
“Mengapa saya bisa katakan demikian? Selama dua hari ini dalam pertemuan dengan stakeholder terkait dari pihak Selandia Baru, kita mengkawinkan dua kekuatan agar energi baru dan terbarukan wabil khusus geothermal itu bisa menjadi energi kita ke depan,” ujar Tantowi Yahya dalam event “New Zealand Geothermal Workshop 2017” di Rotorua, New Zealand.
Dalam pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, dengan didampingi Wakil Ketua Komisi VII Herman Khaeron, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Bapenas, dan praktisi geothermal.
Tantowi mengatakan, dirinya sangat setuju dengan gagasan Agus Hermanto yang memiliki rencana untuk membuat Geothermal Excellent di Indonesia. Dimana Badan ini akan memberikan kajian serta masukan terkait eksplorasi SDA.
“Pertemuan di Rotorua dan Wairake kemarin juga telah merujuk dibentuknya semacam Forum Komunikasi intensif antara stakeholder di Indonesia dan stakeholder di Selandia baru, sehingga orang-orang yang nanti akan dipilih duduk di forum ini, dapat terus menjalin komunikasi. Untuk memastikan project-project yang sudah tadi disampaikan dapat terealisasi,” imbuhnya.
Dia berharap, kehadiran Agus Hermanto sebagai pimpinan DPR yang membidangi industri dan energi dan Herman Khaeron selaku Pimpinan Komisi VII dapat merealisasikan semua komitmen-komitmen yang sudah disepakati oleh kedua negara. Tidak sekadar menambah tumpukan kertas berupa penandatanganan MoU.
“Kita semua tahu bahwa energi masa depan adalah energi baru dan terbarukan. Dan yang menjadi primadona saat ini adalah geothermal,” tandasnya. (sc)
sumber: dpr.go.id

