Herman Khaeron: Anggaran Kementerian ATR Perlu Perhatian Khusus

Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Demokrat, Herman Khaeron menilai penyehatan BUMN menjadi sangat penting di tengah-tengah pelemahan perekonomian domestik akibat kondisi global serta adanya risiko defisit transaksi berjalan yang masih menghantui.

Perusahaan-perusahaan pelat merah yang sehat diharapkannyaa mampu menopang kebutuhan fiskal dan anggaran negara yang semakin efisien ke depannya.

Dia juga menyoroti soal holdingisasi BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir diminta untuk mengkaji ulang soal pembentukan holding, apakah itu memberi dampak positif bagi efisiensi dan pengembangan BUMN atau justru sebalikinya.

“Menteri BUMN perlu melihat kembali apakah holdingisasi masih diperlukan. Karena ddalam pandangan saya, pembentukan holding malah akan menjadi beban bagi keberlangsungan BUMN ke depannya,” ujar Herman di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskannya, masih ada banyak permasalahan yang dihadapi oleh BUMN, termasuk beban utang dan ketidakefisienan. Bagi BUMN yang tidak efisien dan tidak mampu berinovasi sesuai perkembangan industri hingga tak mampu memberikan sumbangan positif pada pendapatan negara, langkah revitalisasi atau reorientasi bisnis perlu dilakukan segera sehingga tidak memberi beban bagi negara.

“Pemerintah perlu mendorong BUMN agar mampu menciptakan kerja sama yang sehat dengan investor swasta serta memberi kepastian hukum demi mendorong masuknya investasi,” tandas Herman.

sumber: wartaekonomi