Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menilai Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Gagal membawa perubahan perusahaan pelat merah tersebut.
Pasalnya, Pertamina ambles dari daftar Fortune Global 500 sebagai perusahaan dengan pendapatan kotor terbesar di dunia.
“Saya kira ini menjadi koreksi Pertamina untuk mengambil langkah-langkah strategis. Dulu kan ada di 170-an sebelumnya. Apakah ini dampak dari pembentukan sub holding ataukah memang dalam lima tahun terakhir ini Pertamina menurun pendapatannya,” ujar Herman dikutip rmol.id, Minggu (16/8).
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan tidak mau subjektif dan mempolitisir hal tersebut. Justru dia meminta pihak korporasi tersebut untuk melakukan evaluasi besar bersama.
“Saya tidak ingin subjektif ya, tetapi ini menjadi tanggung jawab bersama di korporasi sehingga harus melakukan langkah-langkah strategis. Sehingga kemudian Pertamina bisa melakukan akselerasi ekspansinya,” bebernya.
“Jadi jangan kemudian kita membicarakan lima tahun lalu, terkait dengan RTMP. Ini sudah lima tahun dibicarakan, sampai sekarang masih dibicarakan. Ini yang harus menjadi perhatian betul,” tutupnya.
Sebelumnya, Ahok sempat dipuja-puja oleh pendukungnya dan membawa angin segar pembaruan di tubuh Pertamina untuk membasmi mafia migas. (*)
sumber: genpi.co

