hermankhaeron.info – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron menyayangkan masuknya garam impor dari Australia melalui Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, mengingat wilayah itu adalah penghasil garam terbesar di Pulau Jawa.
“Ini seharusnya tidak terjadi, karena di daerah Cirebon dan Indramayu merupakan petani garam terbesar di Jawa dan sekarang harga garam juga sedang anjlok,” kata Herman saat dihubungi, Jumat.
Mengutip antara, Wakil Ketua Komisi IV itu melanjutkan masuknya kapal bermuatan garam impor melalui pelabuhan Cirebon sangat merugikan petani garam di wilayah tersebut.
Pihaknya juga akan melarang dan menentang dengan apa yang terjadi sekarang, karena masuknya kapal bermuatan Garam Impor melalui pelabuhan Cirebon akan mempengaruhi harga garam petani lokal.
“Jika memang garam impor masih dibutuhkan untuk industri, maka saya menyarankan agar garam impor tersebut masuk melalui daerah lain,” tuturnya.
Masuknya garam impor melalui Pelabuhan Cirebon itu sangat ironis sekali disaat para petani garam lokal berupaya agar harga garam lokal tidak jatuh.
Herman menambahkan meski baru mengetahui hal tersebut namun ia berjanji akan menindak lanjuti masalah ini.
Sementara itu Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Rivolindo mengatakan ada sebanyak 30 ribu ton garam impor asal Australia di bawa dengan menggunakan satu kapal tongkang melalui pelabuhan Cirebon.
“Informasinya garam impor tersebut akan digunakan untuk industri di Wilayah Jabar,” katanya
