Ketahanan pangan merupakan masalah kompleks yang penanganannya memerlukan sinergi dari seluruh sektor pembangunan. Mulai sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan ekonomi.

Membahas dan mencari solusi hal tersebut,  indopos.co.id mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Tantangan dan Peluang Pangan Dalam Negeri”.

Acara FGD akan digelar Senin 21 Oktober 2019 di swiss-elhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan, mulai pukul 09.00 sampai dengan 13.00 WIB, menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di bidangnya.

Para nara sumber tersebut adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) pada Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Hermanto Siregar, Anggota DPR RI Herman Khaeron dan Pengamat Pertanian Khudori.

Ketua Panitia Penyelenggara FGD indopos.co.id Riza Awaluddin mengatakan, ketahanan pangan sangat strategis. Mengingat tidak ada negara yang mampu melakukan pembangunan tanpa menyelesaikan terlebih dahulu masalah pangannya.

“Tujuan FGD ketahanan pangan Indonesia adalah untuk memberikan informasi, gagasan dan masukan untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia sebagai negara agraris. Serta dalam rangka semangat hari pangan sedunia,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, upaya-upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya bertujuan mencapai status tahan pangan. Tetapi juga untuk memperkecil risiko terjadinya kerawanan pangan.

Ketahanan pangan memiliki keterkaitan dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan keamanan. Maka pembangunan ketahanan pangan yang kokoh merupakan syarat mutlak bagi pembangunan nasional.

“Untuk itu, pembangunan ketahanan pangan dan pengaturan kebijakan pangan yang dikeluarkan pemerintah selain bertujuan untuk mensejahterakan para petani, juga untuk mewujudkan kedaulatanan pangan,” pungkasnya. (dai)

sumber: indopos