Tiga BUMN Rugi Besar dan 90% Terdampak Pandemi, Herman Khaeron ke Erick Thohir: Dirawat Agar Tak Sampai Pailit

Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menilai keliru jika mantan kader Ahmad Yahya dipecat karena Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak mau ada orang yang berbeda pendapat. AHY, menurut Herman, bukan orang yang antikritik.

Ahmad Yahya dan beberapa kader senior yang dipecat, kata Herman, bukan karena kritik. Tetapi melakukan kudeta kolaborasi. Demokrat hanya mempertahankan martabat dan kedaulatan partai.

“Yang dilakukan GPK-PD bukan kritik tapi kudeta kolaborasi dengan pihak eksternal. Kami mempertahankan martabat dan kedaulatan partai,” kata Herman kepada wartawan, Minggu (28/2).

Herman mengatakan, apa yang dilakukan kader yang dipecat itu bukan perbedaan pendapat. Mereka dinilai telah melakukan penghasutan, merusak, dan melanggar konstitusi partai Demokrat.

“Itu bukan beda pendapat, tetapi sudah melakukan upaya penghasutan dan merusak partai dengan melanggar konstitusi partai dan menabrak kode etik partai Demokrat,” tegasnya.

Sebelumnya, Mantan politikus Partai Demokrat, Ahmad Yahya menanggapi pemecatannya dari partai. Menurutnya, AHY hanya senang mendengar pujian. AHY dinilai tidak mau mendengar perbedaan pendapat.

“AHY menjadi Ketum PD hanya senang dengan orang-orang yang memuji muji saja, tidak mau ada orang yang beda pendapat dengan dia,” kata Ahmad kepada wartawan, Minggu (28/2).

Demokrat memecat tujuh kadernya yang terlibat dalam gerakan kudeta untuk mendongkel kepemimpinan AHY. Pemecatan dilakukan oleh Dewan Kehormatan Partai. [cob]

 

sumber: merdeka