Legislator Herman Khaeron Gandeng Bank Mandiri Sosialisasi Literasi Keuangan

Anggota Komisi VI DPR RI yang juga Sekjen Partai Demokrat Dr. H. Herman Khaeron menggandeng Bank Mandiri untuk melakukan sosialisasi dan Edukasi terkait literasi keuangan di salah satu hotel di Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada Kamis, 15 Oktober 2026. Selain dihadiri pihak Bank Mandiri, juga turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, MKKK dan ratusan peserta dari beragam kalangan.

Dalam sosialisasi ini, hadir sebagai peserta masyarakat khususnya generasi Z serta tokoh masyarakat. Dalam sosialisasi bertajuk “Literasi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan Keluarga” tersebut, Herman Khaeron mendorong keluarga di Kabupaten Cirebon untuk bisa merencanakan keuangan dengan baik.

“Sehari-hari banyak warga yang melakukan rutinitas harian, bekerja dan kemudian memiliki gaji setiap bulannya. Dengan rutinitas tersebut, apakah sejalan dengan harapan akan kondisi keuangannya? Untuk yang masih hidup sendiri mungkin cukup, namun untuk hidup berdua bersama pasangan mungkin tidak cukup. Apalagi punya anak yang harus sekolah,” ujar Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero tersebut.

Untuk itu, menurutnya, literasi keuangan bagi keluarga sangat penting, sebab bisa menuntun agar tercukupinya kehidupan. “Pengetahuan ini penting karena untuk kehidupan harus ada planning. Kebutuhan yang pertama manusia itu adalah kebutuhan fisik seperti makan, pakaian, sepatu atau sandal. Kemudian, kalau fisiknya sudah dipenuhi maka ditingkatkan kebutuhannya. Kebutuhan bersosialisasi juga penting. Setelah itu ada juga kebutuhan ingin dihargai,” ucapnya.

Dalam literasi keuangan rumah tangga, menurutnya, yang paling dipahami bagaimana keluarga itu sudah ada di puncak, yakni bisa berinvestasi. “Jika sudah begitu (bisa berinvestasi), maka selesai keluarga itu dalam konteks keuangan rumah tangga. Arus kas itu harus positif, kalau negatif maka ujungnya adalah berutang. Untuk itulah pemahaman akan literasi keuangan itu sangat dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, MKKK, menyampaikan terkait pentingnya keberadaan UMKM sebagai tonggak ekonomi bagi banyak keluarga. “Yayasan Mitra Sehati telah kami bentuk sebagai wadah bagi para UMKM. Awalnya, yayasan ini adalah wadah bagi UMKM untuk para istri-istri yang bekerja dari rumah, tapi saat ini yayasan tersebut tidak hanya mewadahi UMKM yang bersifat gender perempuan, melainkan juga bagi para laki-laki,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 65 juta jiwa pelaku UMKM di Indonesia dan sangat membantu perekonomian banyak keluarga.

“Saat Covid dan krisis ekonomi tahun 1998, ekonomi Indonesia tidak begitu terpuruk karena banyak ditopang oleh UMKM,” ucapnya.

Menurutnya, Yayasan Mitra Sehati telah banyak membantu pelaku UMKM, di antaranya dengan melakukan pelatihan digital, pendampingan sertifikasi halal, juga membantu akses permodalan. “Peningkatan daya saing dan kompetensi pelaku UMKM terus dilakukan melalui pelatihan secara rutin. Banyak UMKM yang ingin bergabung untuk keberlangsungan UMKM itu sendiri. Pelatihan dan pendampingan sudah jadi menu tiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Bank Mandiri Cirebon, Vina Rosita Dewi mengatakan, tiap keluarga harus bisa merencanakan keuangan dengan baik. “Perencanaan keuangan adalah proses untuk menuju perencanaan keuangan sehingga tujuan bisa tercapai dengan baik. Selain bisa merencanakan keuangan dengan baik, tiap keluarga juga diimbau agar menjauhi segala risiko keuangan yang berujung musibah, yaitu juduol ataupun pinjol ilegal,” katanya.

sumber: rri