Sekjend DPP Partai Demokrat Herman Khaeron Buka Musdalub Demokrat NTB, Konsolidasi Organisasi Diperkuat Menuju Pemilu 2029

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Herman menegaskan pentingnya konsolidasi internal dan penguatan struktur partai hingga tingkat anak ranting sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Herman, Musdalub merupakan bagian dari percepatan konsolidasi organisasi yang dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah disepakati dalam kongres Partai Demokrat.

Ia menekankan bahwa penguatan organisasi harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh jajaran partai semakin solid dan mampu menjalankan peran politiknya di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir secara daring, mengajak seluruh kader menjadikan Musdalub sebagai momentum untuk merapatkan barisan, memperkuat basis dukungan di akar rumput, serta memantapkan struktur organisasi.

AHY juga menyoroti besarnya potensi Nusa Tenggara Barat, khususnya di sektor sumber daya alam, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung oleh kontribusi nyata para kader dalam mendorong pembangunan daerah.

Ia mendorong kader Demokrat untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendorong peningkatan konektivitas dan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, AHY mengingatkan pentingnya menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang maju dan inklusif.

Melalui Musdalub ini, Partai Demokrat berharap konsolidasi organisasi di Nusa Tenggara Barat semakin kuat, sehingga seluruh kader dapat bergerak lebih solid dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.

sumber: demokrat.or.id

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sekjen Demokrat Harap Ekonomi dan Kesejahteraan Makin Baik

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga saat ini masih berjalan sesuai jalur (on track), meskipun menghadapi berbagai tantangan global yang tidak mudah.

Hal tersebut disampaikan Herman Khaeron, yang akrab disapa Kang Hero, dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang jatuh pada 20 Oktober 2026. Keduanya dilantik pada 20 Oktober 2024.

“Di tengah tantangan global yang tidak mudah, ke depan setelah dua tahun pemerintahan ini on the track menjalankan berbagai programnya, semoga semakin baik, terutama di bidang ekonomi dan kesejahteraan,” tegas Kang Hero, Selasa, 20 Oktober 2026.

Kang Hero mengakui, masih banyak program pemerintah yang harus dikawal secara serius agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program tersebut di antaranya kemandirian pangan berkelanjutan hingga kemandirian energi berbasis energi baru terbarukan (EBT), hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Sekolah Rakyat dan perbaikan gizi, hingga layanan kesehatan yang semakin terjangkau.

Menurutnya, berbagai program tersebut perlu terus dilanjutkan dan diperkuat agar target pembangunan nasional dapat tercapai secara optimal.

“Tentu, selain program yang saya sebutkan di atas, masih banyak program Asta Cita yang harus terus dilanjutkan dan diwujudkan. Semoga kepemimpinan Presiden Prabowo ke depan akan lebih baik dan sukses, serta dirasakan oleh rakyat,” pungkas Kang Hero.

sumber: kedaipena

Buka Musdalub V Partai Demokrat NTB, Sekjen Herman Khaeron Minta Struktur hingga Anak Ranting Diperkuat

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan pentingnya konsolidasi internal dan penguatan struktur partai hingga tingkat anak ranting untuk mempersiapkan Pemilu 2029.

Demokrat menargetkan kebangkitan  politik di Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk mengembalikan capaian kursi legislatif yang pernah diraih pada periode sebelumnya.

Pesan tersebut disampaikan Herman Khaeron usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat NTB melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Jumat (16/10/2026).

Herman menjelaskan, penggunaan mekanisme Musdalub merupakan bagian dari percepatan agenda konsolidasi organisasi yang telah disepakati dalam kongres partai. Langkah tersebut diambil agar Demokrat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik 2029.

“Dan ini sudah menjadi kesepakatan karena kita ingin ada percepatan untuk bisa mempersiapkan menjelang Pemilu 2029,” ujar Herman.

Menurut dia, pada periode sebelumnya pelaksanaan Musda sempat mengalami keterlambatan akibat sejumlah situasi, termasuk pandemi Covid-19 dan persoalan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Karena itu, percepatan konsolidasi kali ini dinilai penting untuk memastikan seluruh struktur partai siap bekerja menghadapi agenda politik mendatang.

Mekanisme Musda dan Penentuan Ketua DPD

Herman menjelaskan, setelah pembukaan, Musda akan dilanjutkan dengan dua tahap persidangan. Dalam proses tersebut, hasil Musda akan diserahkan kepada DPP Partai Demokrat untuk diproses sesuai mekanisme organisasi.

Ia menegaskan, figur yang ditetapkan dalam Musda nantinya berstatus sebagai calon Ketua DPD terpilih, bukan langsung menjadi Ketua DPD definitif. Penetapan akhir tetap menjadi kewenangan DPP sesuai mekanisme partai.

Berdasarkan hasil verifikasi yang diterima DPP, Herman menyebut proses pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB berpeluang berlangsung secara aklamasi.

“Dan hasil verifikasi sepertinya memang akan ada aklamasi,” katanya.

Meski demikian, Herman meminta seluruh pihak mengikuti tahapan persidangan hingga keputusan resmi ditetapkan.

Target Dua Kursi DPR RI, Demokrat Ingin Kembali Berjaya

Herman mengungkapkan, salah satu target politik Demokrat NTB ke depan adalah meraih sedikitnya dua kursi DPR RI. Menurut dia, target tersebut bukan sesuatu yang asing bagi partai karena Demokrat pernah mencatatkan capaian lebih besar pada periode sebelumnya.

“Kami keinginan bahwa minimal dua kursi ke DPR RI, itu hal yang biasa. Kami pernah tiga kursi 2009, kami pernah delapan kursi di DPRD,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Herman menekankan bahwa kerja politik tidak cukup hanya mengandalkan momentum menjelang pemilu. Partai harus membangun fondasi organisasi sejak sekarang, mulai dari penguatan struktur hingga tingkat anak ranting, peningkatan kapasitas kader, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Ia juga meminta kader Demokrat tidak hanya berorientasi pada perebutan kursi legislatif, tetapi mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui penyerapan aspirasi dan penyelesaian persoalan masyarakat.

“Dengan membangun struktur sampai tingkat anak ranting, dan terus mengeratkan diri, mensolidkan seluruh kader, meningkatkan kemampuan, dan meningkatkan peran-peran terhadap rakyat, membantu masyarakat, menyerap aspirasi, dan tentu menjadi solusi bagi rakyat,” kata Herman.

Menurut dia, konsolidasi yang kuat harus diikuti kerja nyata di tengah masyarakat agar keberadaan partai benar-benar dirasakan rakyat.

Belum Bahas Pilkada, Fokus Konsolidasi Internal

Terkait kemungkinan Demokrat mengusung kader untuk posisi politik tertentu di NTB, termasuk dalam kontestasi pemilihan kepala daerah, Herman menegaskan bahwa pembahasan tersebut belum menjadi prioritas.

Ia menyebut DPP saat ini masih berfokus pada pembenahan internal dan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Adapun agenda Pilkada berikutnya, menurut dia, masih cukup jauh dan regulasi terkait pemilu juga masih dalam proses pembahasan.

“Kami belum berbicara Pilpres, belum berbicara NTB 1. NTB 1 kalau nanti, Pilkada itu 2031. Jadi masih lama sekali, undang-undangnya saja masih belum dibahas,” ujarnya.

Herman menegaskan, Demokrat tidak ingin mendahului tahapan politik maupun keputusan organisasi. Penentuan figur yang akan memimpin Demokrat NTB tetap menunggu hasil persidangan Musda dan keputusan DPP.

Ia kembali mengingatkan agar seluruh kader menjaga soliditas serta menjalankan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), khususnya terkait penguatan kontribusi partai kepada masyarakat.

“Kita masih memulai pembentukan panjang untuk undang-undang pemilu. Nah, oleh karenanya, spirit kami mensolidkan dulu saja ke internal, konsolidasi ke internal,” kata Herman. (Iba)

sumber: detikntb

Partai Demokrat Berkomitmen Kawal Revisi UU Pemilu

Menyatukan penguatan ekonomi kerakyatan hingga akar rumput, Anggota Komisi VI DPR RI, HE Herman Khaeron, turun langsung menyerap denyut nadi aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Dalam kunjungan kerja yang sarat dialog konstruktif ini, politisi yang akrab disapa Kang Hero tersebut membahas berbagai persoalan krusial yang langsung bersentuhan dengan kesejahteraan warga, mulai dari tata kelola pertanian, mitigasi banjir, hingga akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan reses yang berlangsung hangat ini menyoroti program strategis nasional, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan ratusan warga dan aparatur setempat, Kang Hero menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi desa harus mampu menjembatani hasil produksi lokal langsung ke pasar tanpa rantai distribusi yang merugikan petani.

“Jika konsep dan niat program pemerintah pusat sudah sangat baik, maka implementasi di lapangan harus dikawal secara ketat. Ada yang sudah berjalan optimal, namun ada pula yang perlu dievaluasi dan diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar masyarakat Herman Khaeron.

Dalam skema pengembangan ke depan, KDMP diproyeksikan tidak sekadar menjadi pusat kegiatan ekonomi pedesaan semata. Koperasi ini diharapkan mampu menjelma sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan seperti klinik dan farmasi, hingga bersinergi erat dengan Perum Bulog.

“KDMP bisa difungsikan untuk membantu penyerapan gabah petani. Sinergi antara Bulog dan KDMP perlu dibangun agar rantai distribusi lebih efektif dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat desa,” katanya.

Sinergi ini dinilai penting untuk menjamin stabilitas harga dan penyerapan gabah petani lokal dengan usulan harga pembelian gabah kering panen minimal Rp6.500 per kilogram. Selain itu, KDMP juga disiapkan untuk memangkas rantai distribusi barang bersubsidi, seperti pupuk dan tabung LPG 3 kilogram, guna mencegah praktik penimbunan di tingkat bawah.

Menyigi Krisis Irigasi dan Ancaman Banjir Tahunan

Persoalan klasik sektor agraris turut mendominasi sesi dialog interaktif. Kuwu Desa Babakan Losari Lor, Didi Sutardi, secara terbuka menyampaikan keluhan ihwal minimnya infrastruktur irigasi yang memadai. Kondisi ini membuat puluhan hektar lahan pertanian warga mengalami krisis udara, terutama saat musim kemarau tiba. Tercatat ada sekitar 60 hektar ditambah 30 hektar lahan produktif di wilayah tersebut yang sangat bergantung pada perbaikan saluran irigasi.

Herman Khaeron menilai bahwa penguatan infrastruktur pertanian mutlak harus terus disuarakan dan diperjuangkan, demi memastikan sektor agraris mendapatkan porsi perhatian yang memadai dalam agenda pembangunan nasional.

“Jalan usaha tani belum menjadi bagian dari program strategis pekerjaan umum. Nanti akan saya dorong agar bisa masuk dalam program tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya urusan kemarau, ancaman banjir tahunan akibat luapan Sungai Cisanggarung juga menjadi momok yang mempengaruhi aktivitas warga serta produktivitas pertanian setempat. Menanggapi hal tersebut, Herman Khaeron bergerak cepat dengan meminta pemerintah desa segera menyusun surat resmi berisi data dan kronologi kebutuhan infrastruktur, agar usulan tersebut bisa langsung diteruskan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta diintegrasikan ke dalam program pembangunan nasional maupun Provinsi Jawa Barat.

Dongkrak UMKM dan Ruang Kreatif Pemuda

Selain sektor pertanian, dorongan perekonomian melalui sektor UMKM dan keterlibatan generasi muda mendapat perhatian yang signifikan. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk mengatasi kendala permodalan, akses program kemitraan Mitra Sehati, hingga kebutuhan sarana penunjang usaha.

Merespons keluhan seorang pedagang kantin kecil yang membutuhkan gerobak, Kang Hero secara spontan langsung merealisasikan bantuan gerobak usaha agar roda perekonomian keluarga tersebut dapat terus berputar. Dukungan serupa juga disuarakan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Pabedilan, Adin, yang mengusulkan pengembangan potensi wisata desa penyangga serta fasilitas pemeliharaan kepemudaan.

Melalui serangkaian penyerapan aspirasi ini, Herman Khaeron menegaskan komitmennya untuk terus menggalang setiap permasalahan warga di tingkat pusat. Kolaborasi aktif antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga legislatif diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan di kawasan Cirebon Timur. (merah/dbs)

sumber: jabarpublisher

Komisi VI DPR Soroti Masalah Air Bersih dan Irigasi Cirebon

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyoroti persoalan ketersediaan air bersih dan terbatasnya jaringan irigasi pertanian saat menggelar reses di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, legislator yang akrab disapa Kang Hero itu menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih, kendala pengairan lahan pertanian, serta dukungan bagi kelompok tani dan pelaku usaha kecil.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Ratnawati, M.K.K.K., yang juga istri Kang Hero. Herman Khaeron mengatakan, persoalan ketersediaan air masih menjadi tantangan serius di wilayah Cirebon dan Indramayu yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kebutuhan air untuk mengairi sawah, tetapi juga pemenuhan kebutuhan air bersih untuk konsumsi masyarakat sehari-hari. “Problematikanya hampir sama, karena wilayah Indramayu dan Cirebon adalah wilayah pertanian. Persoalan hari ini adalah ketersediaan air, baik untuk pertanian maupun air minum masyarakat,” ujar Kang Hero.

Sebagai salah satu langkah cepat, ia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki mobil tangki air bersih yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga berencana mengupayakan pengiriman air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Kang Hero mengungkapkan, sebagian kawasan pertanian di daerah pemilihannya, meliputi Cirebon dan Indramayu, masih mengandalkan curah hujan karena belum didukung jaringan irigasi teknis yang memadai. Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, yang memiliki sekitar 18.000 hektare lahan baku sawah yang menurut pemaparannya belum terjangkau jaringan irigasi.

Kondisi tersebut membuat petani sangat bergantung pada musim hujan untuk memulai kegiatan tanam. Padahal, menurut Herman, sejumlah sumber air sebenarnya tersedia sehingga perlu dilakukan kajian mengenai penyebab sumber air yang berpotensi mendukung pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kawasan daerah pemilihan saya, Cirebon dan Indramayu, sebagian besar masih tadah hujan. Padahal, sumber airnya ada. Ini yang harus kita cari solusinya agar lahan pertanian bisa mendapatkan pengairan,” katanya.

Ia juga menilai pembangunan jaringan irigasi perlu dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran pemerintah, serta mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum. Menurutnya, komunikasi itu mendapat respons untuk merencanakan penanganan kebutuhan irigasi di kawasan pertanian yang belum terlayani, termasuk perkiraan 4.000 hingga 5.000 hektare lahan yang berpotensi mendapat dukungan pengairan dari Waduk Sidawarna.

“Pembangunannya bisa direncanakan dan dilakukan secara bertahap. Tidak harus seluruhnya selesai sekaligus, tetapi harus ada langkah nyata untuk mengatasi persoalan yang sudah bertahun-tahun dihadapi petani,” ucapnya.

Selain pembangunan jaringan irigasi, Herman Khaeron mendorong pemanfaatan teknologi pompanisasi sebagai alternatif untuk membantu pengairan sawah, terutama di wilayah yang berada di sekitar sungai atau sumber air lainnya. Dalam kunjungannya, ia menemukan adanya petani yang memodifikasi sistem penggerak pompa dengan menggunakan gas LPG tiga kilogram untuk menekan biaya operasional harian dari sekitar Rp200.000 menjadi Rp60.000.

Herman menegaskan, petani dan nelayan merupakan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan berkelanjutan karena penghasilan mereka sangat dipengaruhi kondisi alam dan perubahan musim. Ia berharap pembangunan infrastruktur pengairan, pemanfaatan teknologi pertanian, serta perhatian dari pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai bergantian paceklik antara petani dan nelayan. Dua kelompok ini, menurut saya, harus mendapatkan perhatian dan bantuan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Ratnawati, mengatakan kegiatan reses menjadi kesempatan untuk menyerap kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi program yang dapat disinergikan dengan pemerintah provinsi. Ia menyebut sejumlah aspirasi masyarakat berkaitan dengan pengembangan UMKM melalui Yayasan Mitra Sehati, penyelenggaraan pasar murah, serta kebutuhan fasilitas gedung dan peralatan posyandu.

“Yang diinginkan masyarakat dan program yang sudah ada, seperti UMKM melalui Yayasan Mitra Sehati, bisa kita gulirkan. Tadi juga ada permintaan terkait posyandu, tidak hanya peralatannya, tetapi juga gedungnya. Itu akan kita respons,” kata Ratnawati.

Ia menjelaskan, penyaluran program pemerintah provinsi harus melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran, termasuk Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Di samping itu, Pemprov Jawa Barat tengah membahas perubahan anggaran 2026 serta penyusunan anggaran 2027 untuk mendorong program kelompok tani dan kegiatan pembersihan sungai melalui skema padat karya.

sumber: rri

Sekjen Demokrat kenang jasa Tuan Guru Bagu bagi NTB

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ulama asal Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin saat pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat NTB di Mataram, Jumat.

“NTB kehilangan salah satu putra terbaiknya, yang dikenal sebagai Tuan Guru Bagu,” kata Herman Khaeron dalam pidatonya.

Tuan Guru Bagu wafat pada Kamis (15/10/2026). Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu yang berkiprah dalam bidang pendidikan Islam dan kehidupan keagamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Herman menyampaikan apresiasi DPP Partai Demokrat atas kinerja Indra Jaya Usman (IJU) dalam mengembangkan partai di NTB.

Ia menjelaskan, persoalan hukum yang sebelumnya dihadapi IJU menyebabkan penunjukan pelaksana tugas (Plt.) Ketua DPD Partai Demokrat NTB.

Namun, Herman menyatakan IJU tidak lagi tersangkut persoalan hukum tersebut.

“Ini sekaligus deklarasi rehabilitasi untuk Indra Jaya Usman (IJU), mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, kader terbaik di NTB,” kata Herman.

Sementara itu, dalam Musda ke-V DPD Partai Demokrat NTB, sepuluh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-NTB bersama organisasi sayap partai secara aklamasi memilih mantan Kapolda NTB Irjen Pol. (Purn.) Hadi Gunawan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode 2026–2031.

sumber : antara

Anggota DPR RI Herman Khaeron Serap Aspirasi Warga Pabedilan

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menggelar kegiatan reses di Desa Pasuruhan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, legislator yang akrab disapa Kang Hero itu menyerap aspirasi masyarakat mulai dari penguatan ekonomi desa hingga persoalan banjir.

Herman Khaeron menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian desa. Keberadaan koperasi tersebut dinilai penting untuk menjembatani hasil produksi desa dengan pasar sekaligus memastikan program pemerintah pusat tepat sasaran.

Menurut Kang Hero, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pelaksanaannya di lapangan. “Kalau keinginan presidennya baik dan konsep programnya bagus, tentu implementasi di lapangannya juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan KDMP ke depan berpotensi dikembangkan tidak hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tetapi juga sarana distribusi kebutuhan masyarakat. Selain itu, Kang Hero mendorong agar KDMP dapat bersinergi dengan Perum Bulog dalam penyerapan hasil pertanian, khususnya gabah.

Ia mengusulkan agar desa dapat membeli gabah kering panen dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram, kemudian hasilnya disalurkan kepada Bulog. “KDMP bisa difungsikan untuk membantu penyerapan gabah petani,” katanya.

Selain penyerapan gabah, Kang Hero menilai KDMP berpotensi membantu penyaluran berbagai barang bersubsidi seperti LPG tiga kilogram dan pupuk. Ia juga menyampaikan pihaknya akan memperjuangkan percepatan normalisasi dana desa yang digunakan dalam pengembangan KDMP.

Dalam dialog bersama masyarakat, Herman Khaeron menyoroti pentingnya pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi. “Jalan usaha tani belum menjadi bagian dari program strategis pekerjaan umum,” ucapnya.

Ia membuka peluang untuk mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui mekanisme perencanaan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Kuwu Desa Babakan Losari Lor, Didi Sutardi, mengungkapkan persoalan irigasi pertanian yang belum tertangani secara optimal.

Didi menyebut terdapat lahan pertanian sekitar 60 hektare yang membutuhkan dukungan akses irigasi, serta 30 hektare lahan lainnya menghadapi kendala pengairan. Selain itu, persoalan banjir tahunan akibat luapan Sungai Cisanggarung turut menjadi keluhan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kang Hero meminta pemerintah desa menyampaikan surat resmi yang memuat kronologi dan kebutuhan pembangunan irigasi. Ia menyatakan akan meneruskan usulan tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

“Silakan kirim surat kepada saya. Nanti bisa saya teruskan kepada pihak BBWS supaya persoalan ini dapat ditangani,” katanya.

Selain infrastruktur pertanian, warga bernama Maman Abdul Rahman menyampaikan pertanyaan mengenai persyaratan untuk bergabung sebagai mitra dalam program Mitra Sehati. Di sisi lain, seorang pedagang kantin sekolah mengungkapkan kebutuhan sarana usaha berupa gerobak.

Menanggapi permintaan tersebut, Kang Hero langsung memberikan bantuan gerobak dan memintanya masuk menjadi anggota Mitra Sehati. “Hari ini kami berikan gerobak untuk bapak,” ucapnya.

Dukungan terhadap UMKM juga disuarakan Ketua Karang Taruna Kecamatan Pabedilan, Adin, yang mengusulkan pengembangan wisata desa penyangga serta bantuan modal usaha. Menutup dialog, Kang Hero berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan wakil rakyat terus terjalin secara berkelanjutan.

sumber: rri

Herman Khaeron Janji Perjuangkan Dana Desa hingga Bantu Gerobak UMKM

Reses Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Herman Khaeron, di Desa Pasuruhan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

Mulai dari persoalan dana desa hingga kebutuhan pelaku usaha kecil, seluruh keluhan dan harapan warga ditampung dalam pertemuan tersebut.

Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah desa, Herman menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan warga maupun kepala desa, termasuk terkait alokasi dana desa yang saat ini dinilai berkurang karena adanya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurut Herman, aspirasi para kepala desa mengenai normalisasi kembali dana desa akan menjadi perhatian serius dan diperjuangkan melalui jalur  politik di tingkat pusat.

“Saya akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan kepala desa maupun masyarakat, termasuk terkait dana desa yang saat ini dirasakan berkurang. Aspirasi ini akan kami bawa dan sampaikan agar mendapat perhatian pemerintah,” ujar Herman, Kamis, 15 Oktober 2026.

Tak hanya menyangkut kebijakan pembangunan desa, pertemuan tersebut juga diwarnai permintaan bantuan dari pelaku  usaha mikro yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usahanya.

Salah satunya disampaikan warga Desa Pasuruhan, Maman Abdurrahman, yang berharap mendapat bantuan gerobak dagang dan peralatan usaha lainnya untuk menunjang aktivitas berjualannya di lingkungan sekolah swasta di Desa Pasuruhan dan sekitarnya.

“Kami berharap ada bantuan gerobak untuk berjualan. Kalau memungkinkan juga bantuan kompor atau peralatan lainnya yang bisa menunjang usaha kecil kami,” kata Maman di hadapan Herman dan warga yang hadir.

Mendengar aspirasi tersebut, Herman langsung merespons positif. Ia meminta tim pendampingnya mencatat identitas dan alamat Maman agar bantuan yang dibutuhkan dapat segera ditindaklanjuti.

“Saya minta tim mencatat alamatnya. Nanti akan kami bantu gerobak untuk mendukung usaha Pak Maman,” tegas Herman yang disambut tepuk tangan warga.

Bagi Maman, bantuan tersebut akan sangat berarti untuk meningkatkan pendapatan keluarganya. Ia berharap perhatian dari wakil rakyat dapat menjadi dorongan bagi pelaku UMKM di desa agar mampu berkembang dan lebih mandiri.

Kegiatan reses itu pun berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang selama ini mereka rasakan.

Selain menjadi sarana penyerapan aspirasi, reses juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik melalui kebijakan maupun bantuan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

sumber: rmoljabar