Tuntutan Rakyat 17+8 Diserahkan, Demokrat: DPR Harus Lebih Terbuka

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron mengungkapkan sejumlah temuan penting dalam penelaahan sinkronisasi dan harmonisasi siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kali ini dilakukan melalui uji petik di Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Sinkronisasi dan Harmonisasi Siklus APBD dengan APBN bersama Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara beserta segenap jajaran stakeholder yang digelar di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara, Ternate Selatan, Selasa (2/6/2026).

“Hari ini kami melanjutkan pendalaman terhadap telaah atas sinkronisasi dan harmonisasi APBD dan APBN yang uji petiknya dilaksanakan di Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ini merupakan pemerintah provinsi kelima yang kami lakukan uji petik,” ujar Herman Khaeron saat wawancara dengan Parlementaria usai memimpin kunjungan kerja BAKN DPR RI.

Menurut Herman Khaeron, dari sejumlah daerah uji petik kunjungan kerja, BAKN memperoleh berbagai informasi terkait penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), mekanisme penganggaran, serta tata kelola keuangan daerah yang berkaitan dengan sinkronisasi dan harmonisasisiklus APBD dan APBN. Hasil pendalamanmenunjukkan masih terdapat sejumlah permasalahan yang memengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan daerah.

Salah satu temuan BPK RI yang menjadi perhatian adalah masih adanya praktik penganggaran yang dinilai tidak rasional. Herman menjelaskan, di beberapa daerah ditemukan kondisi di mana penganggaran dilakukan lebih tinggi dibandingkan kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kadang ditemukan penganggaran lebih tinggi dari PAD. Artinya perspektif penganggaran sudah tidak rasional lagi karena ruang fiskal daerah semakin sempit,” tegas Legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Selain itu, BAKN juga mencermati tingginya SiLPA yang terjadi akibat perencanaan anggaran yang kurang cermat. Menurut Herman, persoalan tersebut berkaitan erat dengan regulasi, khususnya implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), yang mengatur sinkronisasi antara APBN dan APBD.

Oleh karena itu, BAKN DPR RI akan kembali melakukan pembahasan bersama BPK RI dan pimpinan daerah guna merumuskan langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat harmonisasi pengelolaan keuangan negara. Tujuannya agar alokasi anggaran yang disalurkan pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.

“Kami akan merumuskan regulasi dan kebijakan yang tepat agar keuangan negara yang sudah dialokasikan pemerintah pusat dan daerah benar-benar relevan dan sinkron dengan prioritas pembangunannya,” terang Herman Khaeron.

Ditambahkannya, sinkronisasi yang lebih baik antara APBN dan APBD akan mendorong percepatan penggunaan anggaran, meningkatkan efektivitas belanja negara, serta mempercepat pembangunan daerah. Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Menurut Herman Khaeron, harmonisasi siklus penganggaran juga berpotensi mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap proses pemeriksaan akhir sebelum anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun demikian, upaya tersebut tetap membutuhkan dukungan regulasi yang memadai.

“Oleh karena itu kami akan rumuskan apakah memang harus mengubah peraturan perundang-undangan ataukah cukup bisa di peraturan pemerintah. Sehingga ini akan dibahas lintaskementerian (Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Bappenas), karena ini termasuk dalam telahan cross-cutting dan mudah-mudahan kami bisa menghasilkan yang terbaik untuk pemerintah daerah,” pungkas Herman Khaeron menutup wawancara.

sumber: dpr

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron Kunjungi DPC Banjarmasin

Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Pusat atau DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengunjungi kantor Dewan Perwakilan Cabang atau DPC Partai Demokrat Banjarmasin akhir pekan tadi.

Dalam kunjungan tersebut Herman Khaeron didampingi oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah atau DPD Partai Demokrat Kalsel terpilih, Rully Rozano, yang disambut langsung oleh Ketua DPC, Edy Junaidi, dan jajaran.

Kunjungan yang dilakukan Sekjen partai berlambang bintang mercy tersebut bertujuan melihat kondisi kantor dan memastikan mesin partai berjalan hingga ke tingkat ranting.

Herman Khaeron mengatakan, “Untuk memastikan bahwa pergerakan partai ini memang sampai ke bawah dan kita ingin memastikan DPC sebagai rumah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, dan memastikan bahwa DPC bisa menjadi wadah untuk mempersatukan dan berkumpulnya para kader untuk kompak mencapai satu tujuan.”

Edy Junaidi mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kami sangat bangga dengan DPC Banjarmasin yang dikunjungi langsung Sekjen DPP. Beliau orang nomor dua di partai. Beliau untuk memastikan mesin partai. Itu sebuah harapan dan kita menyiapkan terus mesin partai hingga ke RT.”

DPC Partai Demokrat pada pemilu lalu diketahui berhasil meraih lima kursi di Gedung DPRD Kota Banjarmasin dan pada pileg nanti menargetkan bisa meraih delapan kursi.

sumber: dutatv

Demokrat Berkurban 63 Sapi di Idul Adha, Ada Punya SBY dan AHY

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat berkurban 63 sapi pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Sebanyak 6 sapi di antaranya secara simbolis dipotong di Kantor DPP Demokrat, Jakarta.

“Kami memotong hewan kurban sebanyak 63 ekor sapi, yang secara simbolis akan dipotong di DPP ada 6 ekor sapi,” kata Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, dalam sambutannya di lokasi.

Herman menyebut, sapi-sapi itu merupakan pemberian dari pimpinan dan sejumlah kader partai. Ada dari Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); hingga Waketum Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

“Satu ekor merupakan pengurban atau pemberian kurban dari Ketua Majelis Tinggi, Bapak SBY. Satu ekor sapi dengan berat di atas seribu (kilogram) ini juga merupakan pemberian kurban dari Ketua Umum, Mas AHY,” ujar Herman.

“Ada dua ekor yang dikirim oleh Ketua Fraksi, yang juga Wakil Ketua Umum, Mas Ibas,” sambung dia.

Akan Disalurkan ke Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, AHY menambahkan, sisa sapi yang tidak dipotong di Kantor DPP Demokrat akan diserahkan ke rumah pemotongan hewan.

Nantinya, dari sana akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Akan diberikan kepada berbagai kalangan, ya nanti sudah ada list-nya. Nanti ada yang dibagikan dalam bentuk daging, tapi juga ada yang sudah dalam kemasan yang lebih mudah untuk didistribusikan,” jelas AHY.

Menurut AHY, pemotongan hewan kurban ini juga dilakukan secara serentak di seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat di seluruh Indonesia.

sumber : kumparan

Komisi VI DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menilai pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera mengarah pada persoalan teknis jaringan transmisi.

“Kalaupun terjadi insiden seperti di Sumatera, di mana terjadi putusnya kabel transmisi dan kepolisian sudah menyatakan juga tidak ada sabotase, saya kira ini persoalan teknis. Pihak kepolisian juga sudah memastikan tidak ada unsur sabotase dalam insiden tersebut,” ujar Herman.

Menurut Herman, gangguan pada kabel transmisi utama dapat berdampak luas karena sistem kelistrikan Sumatera terhubung dalam jaringan interkoneksi.

“Karena dengan kabel transmisi utama putus berarti akan terjadi putus sepanjang jalur transmisi utama itu,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia menilai, sistem transmisi merupakan salah satu bagian paling krusial dalam jaringan ketenagalistrikan nasional karena terhubung langsung dengan distribusi pasokan listrik antardaerah.

Meski demikian, Herman menyebut PLN saat ini telah menunjukkan peningkatan kapasitas dalam mengelola sistem kelistrikan nasional dan melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan.

“Kami meyakini bahwa PLN sekarang semakin profesional, semakin memiliki kemampuan yang baik, dan bisa mengantisipasi terhadap berbagai kemungkinan terjadinya gangguan,” bebernya.

Herman juga menyoroti pentingnya percepatan identifikasi gangguan pada jaringan transmisi agar proses penanganan blackout dapat dilakukan lebih cepat.

“Ke depan bagaimana ada teknologi yang bisa cepat mengidentifikasi di mana terjadinya putusnya kabel transmisi itu,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta PLN memperkuat sistem deteksi dini agar gangguan pada jaringan transmisi utama dapat diidentifikasi lebih cepat dan tidak meluas menjadi blackout berskala besar.

sumber: rakyat-merdeka

 

 

Herman Khaeron Klaim Demokrat Telah Terapkan Aturan Keterwakilan Perempuan

PARTAI Demokrat menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi pada perkara Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang menegaskan sanksi terhadap partai politik, ihwal pemenuhan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam kontestasi elektoral.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan putusan Mahkamah tidak menjadi persoalan bagi partainya. Sebab, ketentuan tersebut sudah diimplementasikan Demokrat pada pemilihan umum 2024 lalu.

“Pengurutannya pada daftar calon legislatif sudah dilakukan, yakni dari setiap tiga nama, wajib salah satunya adalah perempuan. Kami sudah lakukan itu,” kata Herman melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam putusannya, Mahkamah menegaskan jika partai politik yang tak memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam daftar bakal calon legislatif, maka penyelenggara pemilu berhak untuk menjatuhkan sanksi pengguguran.

Menurut Herman, sanksi yang disebutkan Mahkamah merupakan bentuk penguatan regulasi. Meski menjadi lebih berat, dia memastikan, putusan tersebut tak menjadi persoalan bagi Partai Demokrat, mengingat kader perempuan potensial partainya tersebar di banyak daerah pemilihan.

“Kami sudah jalankan, jadi tidak sulit rasanya untuk mengikuti aturan seperti ini,” ujar anggota Komisi VI DPR itu.

Sebelumnya, putusan Mahkamah yang menyangkut soal minimal keterwakilan perempuan termaktub di sejumlah perkara, yaitu Nomor 169/PUU-XXII/2024 maupun Nomor 30/PUU-XIV/2018.

Dalam pertimbangan hukumnya di perkara Nomor 128, Mahkamah menyebutkan, apabila dalam praktik penghitungan kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan menghasilkan angka pecahan, maka penyelenggara pemilu mesti melakukan pembulatan ke atas, bukan ke bawah.

Mahkamah mencontohkan, penghitungan pecahan itu, misalnya menghasilkan pecahan 3,10 (tiga koma satu nol) persen atau 3,30 (tiga koma tiga nol) persen calon perempuan, maka penghitungan mesti dibulatkan dengan merujuk ke pecahan angka yang lebih tinggi.

Secara lebih rinci, misalnya dalam satu daerah pemilihan terdapat jumlah maksimal calon legislatif sebanyak 12, maka dengan perolehan suara 3,10 persen, jumlah keterwakilan calon perempuan paling sedikit mesti dihadirkan sebanyak 4 orang, bukan 3 orang.

sumber: tempo

 

Website Herman Khaeron - Kang Hero (Anggota DPR RI Fraksi Demokrat), Herman Khaeron dan Ratnawati Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Pasaleman

Momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dimanfaatkan oleh Partai Demokrat untuk berbagi dengan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Diketahui, Sekretaris DPP Partai Demokrat bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat menyalurkan bantuan dua ekor sapi kurban untuk masyarakat Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon.

Penyerahan, penyembelihan dan distribusi hewan kurban tersebut dipusatkan di kediaman Agus Maksum di Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman, Kamis 28 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan antusiasme masyarakat yang hadir menyambut bantuan kurban tersebut.

Bantuan sapi kurban ini menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi saat perayaan Iduladha.

Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga, khususnya masyarakat yang membutuhkan, agar dapat merasakan kebahagiaan Hari Raya Kurban.

Agus Maksum menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Herman Khaeron kepada masyarakat Pasaleman.

Menurutnya, bantuan hewan kurban tersebut sangat berarti bagi warga dan memberikan manfaat besar bagi penerima daging kurban.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan hewan kurban dari Bapak Herman Khaeron. Semoga membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Setelah disembelih, daging kurban dari dua ekor sapi tersebut dibagikan secara merata kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pasaleman agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga sekitar.

Kegiatan sosial seperti ini pun mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah. (*)

sumber: radarcirebon

DPR Akan Minta Keterangan Direksi dan Komisaris BRI Soal Kabar Tantiem Ratusan Miliar

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, angkat bicara soal kabar masih diberikannya tantiem dengan nilai fantastis kepada direksi dan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk.

Kang Hero sapanya memastikan, akan menanyakan atau meminta keterangan langsung kepada jajaran direksi dan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI.

Demikian hal itu disampaikan Kang Hero menanggapi kabar soal pemberian tantiem kepada direksi dan komisaris PT BRI. Direksi PT BRI dikabarkan menerima total tantiem Rp181 miliar sementara dewan komisaris Rp12,4 miliar.

“Nanti di rapat kami tanyakan,” jelas Sekjen Partai Demokrat ini kepada Kedai Pena, Senin, 1 Juni 2026.

Kang Hero akan menanyakan kebenaran kabar tersebut lantaran sepengetahuan dirinya sejak tahun 2024 semua BUMN termasuk PT BRI sudah tidak mengeluarkan tantiem untuk direksi dan komisaris.

“Setahu saya sejak tahun 2024 semua BUMN termasuk BRI, tidak mengeluarkan tantiem, baik untuk direksi maupun komisaris,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi membeberkan soal kabar pemberian tantiem kepada direksi dan komisaris PT BRI Persero.

Uchik mengungkapkan berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, direksi BRI menerima total tantiem Rp181 miliar sementara bagian untuk dewan komisaris Rp12,4 miliar.

Tak hanya tantiem, Uchok juga membeberkan besarnya biaya pejabat BRI sepanjang 2025. Gaji dan tunjangan direksi tembus Rp240,8 miliar, dewan komisaris Rp80,2 miliar, serta bonus dan insentif manajemen kunci Rp396,3 miliar. Menurutnya, angka-angka ini menjadi bukti efisiensi di BRI hanya omong kosong.

sumber: kedaipena

Tuntutan Rakyat 17+8 Diserahkan, Demokrat: DPR Harus Lebih Terbuka

DPR RI menerima tuntutan rakyat ’17+8′ yang sempat menggema di media sosial (medsos). Partai Demokrat menyebut DPR seharusnya memang lebih terbuka kepada masyarakat ke depannya.

“DPR harus terbuka atas aspirasi masyarakat karena DPR adalah wakil rakyat, bahkan sejatinya dalam rapat-rapat pun harus membawa kepentingan rakyat,” kata Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, kepada wartawan, Jumat (5/9/2025).

Herman lalu menyebut DPR sebenarnya telah membentuk Badan Aspirasi Masyarakat. Yang fungsinya sebagai sarana untuk menampung aspirasi dan tuntutan masyarakat.

“Pembentukan badan baru ini sebagai keseriusan DPR dalam menjalankan tugasnya termasuk merespons banyaknya aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Herman berharap DPR lebih bisa memiliki waktu lebih banyak berdialog dengan masyarakat. Dia juga ingin pemerintah proaktif dalam meneruskan aspirasi dari DPR.

“Ke depan, kami harus lebih terbuka dalam ruang dialog, waktunya harus lebih banyak dengan masyarakat, dan tentu harus sensitif dengan kepentingan rakyat. Bahkan jika perlu rumah aspirasi diperbanyak dengan melibatkan tim pendukung dalam menampung dan menyerap aspirasi yang berkembang,” katanya.

“Pada sisi lain, pemerintah juga sebagai pelaksana anggaran dan regulator diwajibkan untuk menjalankan berbagai rekomendasi DPR sesuai aspirasinya masyarakat,” tambahnya.

Tuntutan Rakyat 17+8 Diserahkan ke DPR

Sebelumnya, para aktivis hingga influencer menyerahkan tuntutan rakyat ’17+8′ atau 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang ke DPR RI. Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah.

Selaku perwakilan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah, yakni Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Jerome Polin, Andhyta F. Utami (Afu), Fathia Izzati, hingga Jovial da Lopez.

Penyerahan dilakukan secara resmi melalui gerbang Pancasila gedung DPR RI siang ini, Kamis (4/9/2025). Tuntutan 17+8 ini diminta dapat diselesaikan hingga batas akhir 5 September 2025.

Penyerahan 17+8 tuntutan warga ini langsung diterima oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade dan anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka. Saat menerima, Andre turut menandatangani surat serah terima 17+8 tuntutan tersebut.

Seperti diketahui, tuntutan rakyat 17+8 ini viral di media sosial (medsos), disampaikan oleh sejumlah aktivis hingga influencer di Tanah Air. Tuntutan rakyat 17+8 ini diunggah oleh influencer Jerome Polin hingga Salsa Erwina Hutagalung. Unggahan ini ramai-ramai di-repost oleh warganet.

Tuntutan ini bertuliskan ’17+8 Tuntutan Rakyat: Transparansi, Reformasi, Empat’. Tulisan dalam tuntutan itu berwarna pink dan hijau dengan latar hitam.

sumber: detik

 

Syukuran HUT KE-22, Demokrat Gelar Acara Serentak Se-Indonesia, Dibuka Langsung AHY

Partai Demokrat hari ini, Senin (09/09/2025), genap berusia 24 tahun. Dengan mengusung tema “Demokrat Berbagi, Mengawal Pembangunan untuk Indonesia Maju & Sejahtera”, partai berlambang bintang mercy ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah rakyat dan memperjuangkan kepentingan bangsa.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 24 tahun bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti konsistensi Demokrat dalam berjuang bersama rakyat.

“Demokrat akan terus berada di garis depan, mengawal pembangunan, memperjuangkan kesejahteraan, dan memastikan Indonesia tetap berada di jalur demokrasi yang sehat,” ujar AHY.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menambahkan bahwa momentum ulang tahun ini menjadi refleksi sekaligus semangat baru bagi seluruh kader Demokrat di pusat maupun daerah.Kita ingin Demokrat selalu relevan dengan kebutuhan rakyat, hadir dengan solusi, dan menjadi rumah politik yang menyejukkan,” tegasnya.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Halsel, Rustam Djalil, mengajak seluruh kader untuk terus bekerja nyata, mendengar suara rakyat, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“HUT ke-24 ini menjadi energi baru bagi kami di daerah untuk semakin solid dan bergerak bersama rakyat Halsel,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian, Rustam Djalil bersama kader Demokrat Halsel membagikan paket sembako kepada ibu-ibu janda di tiga desa, yakni Loit, Sumae, dan Nondang.

Aksi sosial ini menjadi simbol bahwa Demokrat hadir tidak hanya dalam perayaan seremonial, tetapi juga lewat kepedulian langsung terhadap masyarakat kecil.

Sejak didirikan pada 9 September 2001, Partai Demokrat telah menjadi salah satu partai politik besar di Indonesia dengan sejarah panjang dalam pemerintahan maupun oposisi. Di usia ke-24, Demokrat bertekad melanjutkan langkah politik yang bersih, modern, dan berakar pada kepentingan rakyat.

Perayaan HUT ke-24 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan politik bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan tentang pengabdian. Demokrat ingin terus berbagi, hadir di tengah rakyat, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

sumber: jarumsatu