Suasana Lapangan Kebon Pelok, tepat di depan Kantor Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dipadati ribuan warga, pada Jumat (7/8/2026).
Kebanyakan pengunjung merupakan ibu-ibu yang antusias memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Partai Demokrat.
Warga yang datang kupon membawa yang telah diumumkan panitia untuk mendapatkan potongan harga berbagai kebutuhan pokok. Komoditas beragam dijual dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras, minyak goreng, sayur-sayuran hingga daging.
Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang akan diperingati pada 9 September 2026.
“Di Kota Cirebon hari ini kita bisa melihat ada pengobatan darah gratis, donor, dan tentu saja Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh Dr. Ratnawati, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Ini merupakan titik ke-6 yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap yang setiap hari membutuhkan bahan pangan pokok,” ujarnya.
Herman menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp2.000 lebih murah dibandingkan harga pasar. Selain itu, Partai Demokrat juga memberikan subsidi melalui kupon belanja.
“Ada 2.000 kupon yang kami bagikan dengan nilai subsidi Rp5.000 per kupon. Kemudian Mas Andru juga memberikan tambahan voucher Rp3.000 dan lainnya. Jadi total subsidi yang diterima masyarakat mencapai Rp10.000 untuk setiap barang yang dibeli,” katanya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. “Kita lihat masyarakat berbondong-bondong datang dan memmborong kebutuhan sehari-hari karena harganya lebih terjangkau,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ratnawati, mengatakan GPM merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
“Kami hanya ingin membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi yang saat ini memang membutuhkan perhatian. GPM ini bukan hanya program di tingkat provinsi, tetapi sudah menjadi gerakan nasional,” ujarnya.
Ratnawati mengatakan dirinya mengambil inisiatif menghadirkan program tersebut di daerah pemilihannya yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.
“Hari ini merupakan titik ke-6. Sebelumnya sudah dilaksanakan di dua titik di wilayah Cirebon Timur dan dua titik di Kabupaten Indramayu,” katanya.
Ke depan, Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat.
“Insya Allah kami akan memperluas program ini menjadi 64 titik di Jawa Barat pada perubahan anggaran nanti. Khusus wilayah Cirebon direncanakan sekitar 10 titik, bahkan masih berpeluang menambah dua hingga empat titik lagi,” ungkapnya.
Ratnawati berharap program yang dijalankan melalui aspirasi Fraksi Partai Demokrat tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Sementara itu, salah satu warga bernama Wati mengaku terbantu dengan adanya GPM tersebut. Ia membeli beberapa barang kebutuhan pokok dengan harga yang murah. Ditambah ada diskon dari kupon yang telah dibagikan oleh panitia .
“Cukup murah, tadi dapat beras lima kg, minyak dan ada sayur-sayuran. Lumayan, buat satu minggu kedepan,” tandasnya. (cep)
sumber: radarcirebon
