Kang Hero: Energi Terbarukan Harus Mendapat Perhatian Khusus

Lima nelayan tewas dalam peristiwa kebocoran pipa minyak milik Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pertamina diimbau agar memperhatikan masa depan keluarga korban.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron saat meninjau lokasi bocornya pipa minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Keluarga korban tentu harus dijamin masa depannya. Pertamina adalah perusahaan BUMN, dan negara menugaskan Pertamina untuk menjalankan tugas di bidang perminyakan dan energi. Jadi kalau terjadi sesuatu, maka perhatian khusus kepada korban harus diprioritaskan dan diselesaikan,” kata Herman dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 April 2018.

Herman menegaskan, minyak yang tumpah adalah milik PT Pertamina (Persero). Oleh karenanya, urusan yang terkait dengan korban itu menjadi urusan Pertamina.

Politisi Demokrat itu menyebutkan, selain kepada korban jiwa, perusahaan pelat merah itu juga harus memperhatikan masyarakat yang terdampak.

“Maka hal itu jangan dibiarkan, dan menghitungnya jangan terlalu lama. Seolah-olah ini mengulur-ulur waktu. Selesaikan segera dan jangan ditawar. Ini adalah persoalan rakyat. Ini adalah hak pemilik negeri ini yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Herman menilai, korban jiwa dalam kejadian tersebut merupakan akibat kelalaian Pertamina. Ia mengimbau Pertamina melakukan sosialisasi pencegahan untuk memproteksi area tercemar agar tidak dilalui oleh siapa pun.

“Sementara dalam kejadian ini, baru diumumkan bahwa kebocoran itu berasal dari pipa Pertamina setelah tiga hari, berarti ada unsur kelalaian. Lantas di mana unsur yang harus diperkuat oleh Pertamina, safety security emergency respons plane harus betul-betul dikuasai,” sebut dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Adian Yunus Yusak Napitupulu. Dia menilai, kalau saja Pertamina segera bertindak memperingatkan rakyat untuk tidak melaut maka tidak akan ada korban jiwa.

“Korban jiwa itu karena pembiaran dan kelalaian Pertamina yang tidak memperingatkan rakyat untuk tidak melaut ke tempat itu,” kata Adian.

Sumber: metro