hermankhaeron.info – Herman Khaeron mendampingi Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai Ketua Group Kerjasama Bilateral Parlemen Indonesia – Maroko, menerima Duta Besar Maroko untuk Indonesia yang baru, HE. Mr. Ouadia Benabdellah, Kamis, (23/03/2017) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan diplomasi kedua negara, terutama di sektor ekonomi.
Setya Novanto menyebutkan Indonesia dan Maroko punya ikatan sejarah yang sangat kuat. Terbukti dengan, terdapat jalan besar di Maroko yang mengambil nama Presiden RI pertama, Soekarno. Sebaliknya, di Jakarta terdapat jalan utama yang dinamakan Casablanca, yang merupakan salah satu kota terbesar di Maroko. “Ini menunjukkan hubungan yang besar antara Maroko dan Indonesia,” ungkap Setya Novanto.
Ketua DPR berharap hubungan diplomasi yang telah terjalin sejak lama untuk dapat dikembangkan, khususnya di bidang perekonomian.
Catatan Kementerian Perdagangan RI mencatat total perdagangan kedua negara hingga 2016 tercatat sebesar US$ 152 juta. Angka ini masih terbilang rendah, jika dibandingkan dengan volume perdagangan Indonesia dengan negara lainnya.
Hal senada diungkapkan oleh Duta Besar Maroko H.E. Quadia Benabdellah, penguatan hubungan Indonesia – Maroko bukan statement belaka melainkan sebuah upaya dari kedua pemerintah. Mengingat, Presiden Jokowi berkeinginan untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara di Afrika.
Lebih lanjut Quadia Benabdellah mengatakan Indonesia dan Maroko memiliki beberapa kemiripan, yaitu Indonesia merupakan negara perlintasan di Asia Tenggara. Sementara, letak geografis Maroko yang berbatasan dengan daratan Eropa, merupakan pintu masuk investasi di negara Afrika.
Menurutnya, posisi kedua negara yang sangat strategis itu, sebagai lalu lintas barang merupakan fondasi kerja sama ekonomi yang kuat bagi Indonesia – Maroko.
“Yang terpenting adalah komitmen kita bersama-sama untuk meningkatkan perdagangan ekonomi diantara kedua negara dan sektor lainnya,” tutur mantan anggota Parlemen Kasablanka – Afna ini yang menggantikan Dubes Muhammad Majdi.
Di akhir acara, Dubes Quadia Benabdellah mengundang Indonesia untuk berkunjung ke Maroko guna membicarakan tindaklanjut pembahasan tersebut. Turut mendampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua BKSAP Syaifullah Tamliha, Anggota BKSAP Herman Khaeron, Dwi Aroem Hadiatie, Dave Akbarshah Fikarno dan Alfia Reziani.

Herman Khaeron Dampingi Ketua DPR untuk Menerima Kunjungan Duta Besar Maroko
Dalam akun instagram @ehermankhaeron , Herman Khaeron mengucapkan selamat bertugas kepada H.E. Quadia Benabdellah, atas amanah yang baru.
Sumber : dpr.go.id

