Seluruh Pabrik Pupuk Terancam Kolaps, Komisi IV Minta Mentan Cari Jalan Keluar

hermankhaeron.info – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengingatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar melunasi kekurangan bayar subsidi pupuk pemerintah kepada PT Pupuk Indonesia yang notabene merupakan Badan Usaha Milik Negara.

Politisi Demokrat itu menekankan demikian dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di ruang rapat Komisi IV DPR, Senayan Jakarta, Senin (11/9).

“Saya ingin mengingatkan Pak Menteri terkait kurang bayar subsidi pupuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 14, 995 trilliun. Harus cari jalan keluar, karena kalau tidak terbayarkan juga pada tahun 2019 seluruh pabrik pupuk bisa tutup,” katanya.

Senada, anggota Komisi IV lainnya, O’O Sutisna mengatakan permasalahan kurang bayar subsidi pupuk sebelumnya sudah ada kesepakatan akan diselesaikan melalui Kementerian Keuangan. Akan tetapi, hingga kini belum terdengar tindaklanjutnya seperti apa.

“Jangan sampai permasalahan kurang bayar subsidi pupuk itu membuat pabrik-pabrik yang notabene merupakan BUMN menjadi kolaps. Jika hal itu terjadi efeknya akan sangat panjang, salah satunya terjadi peningkatan pengangguran dan sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Amran dalam pengantarnya mengakui berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan masih ada kewajiban kurang bayar subsidi pupuk oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2014 – 2015 sebesar Rp 14,99 triliun.

Pihaknya telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan pada tanggal 27 Januari 2015 untuk penyelesaian hal tersebut, ditambah dengan kurang bayar subsidi pupuk pada tahun 2016 sebesar Rp 2,96 triliun.

Amran juga menyampaikan rancangan anggaran tahun 2018, dimana pagu anggaran untuk subsidi pupuk tahun 2018 adalah sebesar Rp 28,5 triliun dengan volume pupuk 9,55 juta ton. Untuk itu pihaknya berharap agar Komisi IV DPR dapat membantu mendorong penyelesaian kurang bayar tersebut.

sumber: daulat

Kang Hero Hadiri Orientasi Nilai Dasar Gerakan Pramuka di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

hermankhaeron.info – Sebanyak 857 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan Orientasi nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka (ONDGP) tahun 2017. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun oleh Gerakan Pramuka pangkalan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini berlangsung dua hari, 9-10 September 2017.

Tahun ini ONGDP mengambil tema “Gerakan Pramuka Menjaga NKRI, Menyiapkan Pemimpin Bangsa.” Ketua pelaksana ONGDP 2017, Alya Rosyidah mengatakan, kegiatan ini dalam rangka orientasi bagi mahasiswa baru IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dijelaskannya, acara tersebut diisi seminar dengan pemateri nasional yakni anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Satgiat Gerakan Pramuka Peduli Kwarda Jawa Barat, Herman Khaeron.

Selain itu, acara ini diisi juga dengan penampilan seni. “Ini kegiatan rutin setiap tahun. Tahun ini diikuti oleh 857 peserta,” kata Alya saat ditemui fajarnews.com di sela acara, Sabtu (9/9).

Dijelaskannya, peserta terdiri dari mahasiswa tiga fakultas yakni Fakultas Tarbiyah, Fakutlas Ushuludin Adab dan Dakwah, serta dari Fakultas Syariah Ekonomi Islam.

Alya menerangkan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengenalkan bahwa Pramkuka itu bukan hanya kegiatan baris berbaris, tetapi di dalamnya pun terdapat pengenalan budaya-budaya bangsa seperti budaya Cirebon dan lain sebagainya.

“Pramuka juga harus terus mengasah pengetahuan, baik pengetahuan umum, pengetahuan keilmuan sampai pengetahuan kekinian yang sedang ramai di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dari kegiatan ini, dirinya berharap semoga mahasiswa IAIN Syekh Nurjati tahun ini mampu menjadi mahasiswa yang diharapkan oleh bangsa dan negara. “Hasil dari kegiatan ini tentunya akan diaplikasikan oleh para mahasiswa pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara Herman Khaeron yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dalam pemaparan materi seminar mengatakan, empat pilar kebangsaan merupakan sebuah konsesus yang tidak bisa ditawar lagi di Indonesia. Menurutnya, jika ada yang tidak sepaham dengan empat pilar kebangsaan, maka pemikiran tersebut tidak relevan.

“Saya kira kalau ada yang mempermasalahkan Pancasila itu ‘Jadul’. Pancasila itu ya ideologi bangsa kita,” katanya.

Pria yang akrab disapa Hero ini menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasaila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika merupakan kewajiban setiap anggota DPR RI dan juga seluruh pejabat di Indonesia, baik dari tingkat pusat hingga tingkat daerah kota dan kabupaten.

Menurutnya, hal itu pun harus dilakukan secara rutin agar pemahaman akan Indonesia bisa dicerna dengan baik oleh seluruh kalangan dan lapisan masyarakat Indonesia. Baik dalam hal persatuan dan kesatuan, kebersamaan, saling menghormati, menghargai, menjaga dan toleransi yang besar kepada sesama umat agama lain, suku, ras dan lain sebagainya.

“Empat pilar ini tonggak berdirinya bangsa kita, jangan kita lupakan. Kami di DPR RI wajib melakukan sosialisasi dan kami akan gencar tanpa putus untuk sosialisasikan empat pilar ini,” katanya.

Hero juga meyakinkan kepada ratusan anggota Pramuka di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bahwa empat pilar kebangsaan sangat berkaitan dengan nilai dasar pramuka. Menurutnya nilai dasar pramuka diatur juga melalui empat pilar kebangsaan.

“Nilai-nilai dasar pramuka sebagian dari nilai empat pilar kebangsaan. Ini hebat memadukan tema pramuka, empat pilar dan pemimpin muda. Hubungannya dengan menyiapkan pemimpin muda melalui empat pilar kebangsaan ya ada. Contohnya melalui pendekatan kulutural, kita perkenalkan budaya dan kearifan lokal pada generasi muda yang nanti bisa menjadi pemimpin,” ungkapnya.

Sumber: fajarnews

Kang Hero Dampingi Kemendag Untuk Lepas Segel Gula Petani di Cirebon

hermankhaeron.info – Pihak penyidik Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI akhirnya melepas segel yang mengelilingi ribuan ton gula di PG Tersana Baru, Babakan, Cirebon, Kamis (7/9). Langkah itu diambil setelah uji lab atau test yang dilakukan PPNS Kemendag RI menyatakan bahwa gula-gula tersebut sudah sesuai SNI dan aman dikonsumsi.

Pihak Kemendag RI datang bersama Komisi IV DPR RI dan pihak Kementerian Pertanian (Kementan). Mereka juga sempat melakukan dialog dengan manajeman PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) II Cirebon, dan para petani yang tergabung dalam APTRI (Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia).

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron MSi meminta kepada otoritas keamanan pangan dan perdagangan jika menemukan sesuatu menyangkut hajat hidup rakyat, diharapkan untuk tidak langsung mengambil tindakan yang malah membuat gaduh dan keresahan di masyarakat. “Aksi penyegelan itu kan sempat bikin ramai. Ini yang harus kita hindari. Ke depan harus ada upaya yang lebih baik, gunakan pendekatan-pendekatan persuasif, jangan sampai ada kegaduhan,” kata pria yang akrab disapa Hero itu.

Aksi penyegelan, kata Hero, tergolong kasus baru. Sehingga membuat masyarakat, terutama para petani kebingungan. Persoalan tidak sesuainya mutu gula, sambung dia, juga bukan semata-mata karena proses produksi yang salah. Bisa juga karena cara penyimpanan gula yang kurang baik sehingga mengubah nilai kandungan dalam gula.

“Akibat dari penyegelan ini, tidak hanya rakyat yang menderita karena tidak bisa menjual gula. Kondisi tersebut juga dipastikan berimbas langsung kepada RNI ataupun PTPN karena gula-gula yang disegel tersebut sebagian merupakan milik BUMN, yang tentunya juga menginginkan gula bisa segera dijual untuk menutupi ongkos produksi,” kata anggota DPR Dapil Cirebon-Indramayu, itu.

Saat ini, menurut Hero, pemerintah sedang berupaya untuk bisa swasembada gula. Salah satu caranya adalah dengan berusah mensejahterakan petani agar senantiasa selalu bercocok tanam tebu. Jangan sampai petani merasa seperti dipojokkan dengan aturan yang begitu banyak, dibatasi harga, dan seakan-akan dipersulit dari aspek lainnya.

“Lahan terus menyusut tiap tahun, solusi keberlangsungan usaha ini ada di tangan petani. Mereka harus didukung, dibekali pengetahuan, modal, dan aturan yang sedikit dilonggarkan agar ke depan minat untuk bertani tebu semakin tinggi dan jalan menuju swasembada pangan semakin dekat,” bebernya.

Terkait harga beli yang ditawarkan Bulog, Hero pun meminta harga Rp9.700 tersebut dikaji kembali oleh pemerintah. “HET-nya kan sudah jelas Rp12.500. Tentu ketika ada keluhan dari petani terkait persoalan harga, pemerintah juga harus respons dan mendengar aspirasi petani. Kalau semuanya duduk bersama membahas persoalan ini, semuanya diuntungkan dan semua pasti senang,” kilahnya.

Sementara Ketua DPD APTRI  Jawa Barat, H Nana Karnadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa harga yang ditawarkan oleh Bulog tidak masuk dan tidak sesuai untuk petani. Hal tersebut merujuk pada hasil panen dan ongkos perawatan dan biaya sewa tanah yang begitu mahal. Sehingga harga yang ditawarkan jauh lebih renda dari harga yang diminta oleh petani.

“Kalau petani dengan harga segitu sama saja kita dipaksa untuk merugi. Ongkosnya saja sudah lebih dari angka itu. Malah yang ada saat ini, harga yang ditawarkan Bulog ini dikhawatirkan akan merusak harga gula di pasaran. Para investor dan pembeli bisa saja hanya membeli gula dengan acuan harga yang ditawarkan oleh Bulog. Jadi jelas kita akan tetap menolak harga dari Bulog. Kami minta kepada bapak-bapak dari DPR RI agar aspirasi ini disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya. (dri)

Sumber : radarcirebon

Kang Hero Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung HMI Bandung

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandung akan memiliki gedung megah dan representatif di Jalan Sabang No 17, Bandung. Yayasan Harapan Muhlisin Indonesia (YAHMI) beserta alumni HMI Cabang Bandung melakukan perletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kantor dan Wisma HMI).

Acara yang digelar Senin (4/9/2017) tersebut dilakukan secara simbolis oleh para alumnus, panitia dan anggota yayasan, didampingi ketua umum HMI Badko Jawa Bagian Barat, ketua umum HMI Cabang Bandung serta beberapa tamu undangan yang hadir.

Dari jajaran alumnus tampak, antara lain, mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya Akbar Tandjung, mantan Sekjen Partai Hanura Berliana Kartakusumah, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, anggota DPR RI Herman Khaeron, Sujana Sulaeman, dan Amich Alhumami.

Saat didaulat untuk memberikan sambutan, Ketua Panitia Pembangunan Wisma HMI Amri Zaman menegaskan sikap optimistis untuk menyelesaikan pembangunan dengan cepat. “Saya yakin dengan banyaknya alumnus HMI Cabang Bandung pembangunan gedung ini seharusnya bisa selesai dalam waktu dekat,” kata Amri. Saat ditanya lebih lanjut, Amri yakin gedung tersebut bisa selesai satu tahun mendatang.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Harapan Muhlisin Indonesia Ferry Mursyidan menyatakan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut. Ferry mengingatkan, sejak lama sebenarnya para alumni HMI cabang Bandung berupaya membangun gedung yang tak hanya menjadi tempat berkumpul para alumni, melainkan menjadi pusat pergerakan dan persemaian nilai-nilai luhur aktivisme kemahasiswaan.

Masalahnya, kata Ferry, semua itu terbentur berbagai masalah, termasuk soal legalitas tanah yang akan menjadi lahan berdirinya bangunan tersebut. Syukurlah, semua itu kini telah terselesaikan. “Jadi bisa kita katakan pembangunan ini adalah sinergi niat, kesamaan kehendak serta kesadaran pada tugas sejarah dalam silaturahmi mendalam,” kata Ferry. [*]

sumber: inilah.com

#CatatanKangHero "Kebhinekaan Alam Indonesia"

hermankhaeron.info – Semua ada di Indonesia, gunung, hutan, laut dan pantai. Alam Indonesia adalah bagian kecintaan saya pada negri ini, kita harus menjaga dan merawatnya, mulailah dari lingkungan terdekat dan lakukan apapun yang bermanfaat seperti menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, hal – hal tersebut memang terlihat kecil namun jika dilakukan bersama menjadi sebuah gerakan yang natural. Kita semua perlu langkah kecil untuk masa depan yang besar.

Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI)

hermankhaeron.info – Pada Senin (21/8/2017), bertempat di Auditorium Kementrian Pertanian, Jakarta, telah dilaksanakan  Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI).

Acara ini dihadiri oleh Menteri Pertanian serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

 

Salam MPPI… #ehermankhaeron #komisiivdprri #mppi #dpr #dprrisenayan #calongubernurjawabarat

A post shared by Kang HERO (@ehermankhaeron) on