hermankhaeron.info – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, ‎Herman Khaeron mewanti-wanti pemerintah soal ketersediaan bahan pangan jelang Ramadan. Politikus asal Partai Demokrat ini, meminta pemerintah melakukan dua hal terkait pasokan pangan.

Pertama yakni peningkatan produksi yang harus disiapkan sebaik mungkin oleh pemerintah.

“Jadi peningkatan produksi untuk semua produksi komoditas yang sangat terkait dengan persiapan jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Herman, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Kedua adalah distribusi. Menurut dia, distribusi tak kalah penting tentang bagaimana menyampaikan dari petani kepada pasar untuk kemudian disampaikan ke masyarakat.

Kemudian kata pria asal Kuningan, Jawa Barat itu adalah pengaturan bahan pokok di H minus 7 dan H plus 7. Karena biasanya di rentang ini semuanya dalam kondisi off alias tidak ada kegiatan.

“Distribusi berhenti, para pelaku usaha berhenti. Ini sedang dipikirkan bagaimana pola distribusinya. Apakah Bulog diberi kewenangan penuh untuk tetap menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan sehingga baik dari sisi fisik pangan maupun harga dapat dijangkau masy‎arakat,”pungkasnya.

sumber : sindo

hermankhaeron.info – Pemerintah melalui Komisi IV DPR RI menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor tangan kepada petani yang berada di Kota Cirebon, Jawa Barat.

“Ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian,” kata Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron saat menyerahkan bantuan itu di Cirebon, Selasa.

Ia menuturkan biaya pertanian khususnya padi cukup besar. Untuk itu, pemerintah berupaya mendukung para petani agar bisa sejahtera dengan meminimalkan pengeluaran biaya tanam, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa alsintan.

“Alsintan ini merupakan modernisasi alat pertanian. Di perkotaan sangat dibutuhkan alat seperti ini karena sangat sulit mencari tenaga pertanian,” tuturnya.

Ia menambahkan pemerintah memberikan bantuan tersebut secara gratis kepada sejumlah kelompok tani.

“Bukan hanya di Cirebon, akan tetapi di seluruh Indonesia, meskipun jumlahnya belum banyak,” katanya.

Ia berharap agar kelompok tani penerima bantuan memanfaatkan secara maksimal traktor tangan tersebut.

sumber : republika

hermankhaeron.info – Dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR ke Kabupaten Sorong, Papua Barat, beberapa waktu lalu, terungkap adanya permasalahan irigasi di lahan eks transmigrasi di daerah tersebut. Hal itu dipaparkan Wakil Bupati Sorong Suka Harjono kepada tim kerja yang diketuai Herman Khaeron yang juga merupakan wakil ketua Komisi IV DPR. “Daerah sawah di sini masih berharap pada hujan, baru bisa jalan. Berharap ada sumber air dan untuk lahan ada pipanisasi juga,” kata Harjono.

Harjono menjelaskan, wilayah pertanian di Kabupaten Sorong memang masih berfokus di lahan eks transmigrasi, meski desa-desa lainnya yang dihuni masyarakat asli Papua juga sedang mulai dikembangkan ke arah pertanian. Namun, Harjono mengakui kendala dalam membuka dan mengembangkan lahan pertanian, yaitu keberadaaan sumber air.

raja ampat

Sebab, selama ini pertanian di Kabupaten Sorong hanya bergantung pada air hujan. Jika tidak ada hujan, wilayah pertanian akan kering. Padahal, hasil pertanian dan peternakan dari Kabupaten Sorong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sorong Raya, yaitu di Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kota Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat.

Tak jarang Kabupaten Sorong disebut sebagai lumbung pangan Sorong Raya. Untuk pengembangan wilayah pertanian, Pemkab Sorong juga berencana membuka 1.200 hektare lahan baru. Oleh karena itu, Harjono meminta agar pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian, membangun pipanisasi atau jaringan irigasi untuk mengairi wilayah pertanian di Kabupaten Sorong.

Harjono meyakini, sistem pengairan ini tidak hanya bermanfaat bagi pertanian, tapi juga peternakan yang juga berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Sorong, terutama ternak sapi. “Daging sapi semua ada di Kabupaten Sorong, termasuk unggas. Sayur-mayur juga dari Kabupaten Sorong, jadi pemasar untuk masyarakat Sorong Raya. Di sini, juga ada perkebunan kelapa sawit. Keberadaan sistem pengairan sangat penting,” ujarnya.

Direktur Pengelolaan Air Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Tunggul Imam Panudju mengatakan, pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk membangun irigasi seluas 2.500 hektare, enam unit embung, dan alsintan kepada Pemkab Sorong.

Akan tetapi, karena Kepala Dinas Pertanian Pemkab Sorong masih dijabat pelaksana tugas (plt), bantuan anggaran dari pemerintah pusat belum sampai ke lapangan. Oleh karena itu, Tunggul meminta kepada kepala daerah Sorong untuk segera menetapkan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Sorong yang definitif.

Lagi pula, Tunggul menjelaskan, keberadaan irigasi merupakan salah satu syarat utama dalam cetak sawah. Dari delapan syarat utama tersebut, selain adanya irigasi atau sumber air, yaitu status lahan yang jelas, ada petaninya, ada kemauan petani untuk bercocok tanam, dan juga ada petugas penyuluhnya. “Karena, syarat-syarat tersebut harus dipenuhi sebelum cetak sawah. Jadi, saya tidak ingin dengar, cetak sawah tapi nggak ada irigasinya,” ujar Tunggul.

Selain itu, Tunggul juga menagih Pemkab Sorong yang belum juga memberikan pemetaan cetak sawah berupa gambar dan foto kepadanya. Selain itu, pemetaan jaringan irigasi juga harus segera diberikan. Jika pemetaan tersebut segera diberikan, dalam dua bulan ke depan sudah bisa dibangun jaringan irigasinya.

Ketua Tim Kerja Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, untuk meringankan beban petani, DPR mendorong untuk menjalankan subsidi agar biaya operasional petani bisa ditekan. Selain subsidi pupuk, juga ada anggaran untuk pembangunan irigasi, perluasan area sawah, dan subsidi benih. Herman juga meminta agar para petani di Papua Barat memanfaatkan adanya asuransi pertanian.

Tahun ini ditargetkan asuransi pertanian mampu mengasuransikan tiga juta hektare. Asuransi ini berguna jika lahan sawah kebanjiran atau gagal tanam, ada penggantian dari asuransi.  Untuk pembayaran asuransi, lanjutnya, para petani juga jangan khawatir akan memberatkan.

Karena, negara akan membayar premi sebesar 80 persen. Asuransi ini membayar Rp 186 ribu, maka petani hanya membayar sebesar Rp 36 ribu. “Jika gagal panen, akan dibayarkan Rp 6 juta untuk petani memulai lagi,” katanya.

sumber : republika

hermankhaeron.info – 

MENGENAKAN pakaian putih lengan pendek lengkap dengan pin DPR RI, Ir Herman Khaeron dengan percaya diri menyampaikan materi pelajaran di Kelas XI IPA SMK Islamic Centre, Senin (2/5). Momentum tokoh mengajar yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini bukan hal baru bagi Kang Hero-sapaan akrabnya. Dia mengaku sudah terbiasa mengajar di hadapan mahasiswa.

“Rasanya biasa saja, karena beberapa kali saya juga mengajar mata kuliah kapita selekta di perguruan tinggi,” ungkap Hero.

Saat mengajar di SMK Islamic Centre, Hero marasa dirinya kembali ke masa lalu. Dulu, ulas Hero, dia menjadi salah satu bagian siswa SMK. “Basic saya dulu kan di sekolah kejuruan teknologi. Datang kesini, saya merasa ada perasaan yang sama, ada cita-cita yang sama,” kata pria yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.

Dia memberikan pemahaman kepada para siswa, terkait dunia kerja. Lulusan akan dihadapkan pada realitas yang jauh dari yang diharapkan dan diinginkan. Maka dari itu, para siswa harus mempersiapkan diri.

“Saya sendiri menyampaikan kepada para siswa untuk mempersipakan bekal kepemimpinan, manajemen dan mudah-mudahan bisa menjadi bekal yang mampu menjadi perangsang dan menggali lebih dalam lagi,” ungkapnya.

Hero juga memberikan materi mengenai teori kepemimpinan, manajeman, tugas dan fungsi DPR. Dia juga menyampaikan kepada para siswa bahwa Indonesia saat ini berada dalam masa keemasan.

Maka dari itu, Hero mencoba menggali kemampuan siswa dengan teori kepemimpinan, manajemen, serta mengulas tentang DPR. Hero juga menerangkan kepada siswa bahwa Indonesia sedang ada dalam rentang keemasan yang menjadi bonus demografi.

Ini yang harus dimanfaatkan oleh para remaja yang akan memasuki usia produktif dengan baik. Karena pada tahun 2045 merupakan 100 tahun Indonesia merdeka. “Itu merupakan batas atas pergesaran antara sekarang usia produktif yang jumlahnya lebih besar daripada usia pertanggungnya. Nanti justru akan menjadi besar di usia pertanggungan,” jelasnya.

Maka dari itu, Hero menilai penting untuk menggenjot generasi muda dan pelajar. Karena mereka yang akan menjadi bagiaan terpenting untuk mencapai keemasan negeri ini.

“Mudah-mudahan ini bisa memberikan gambaran, menjadi spirit dan stimulus bagi siswa. Agar mereka mampu menggali dan belajar terus menerus,” ucapnya

sumber: radarcirebon

hermankhaeron.info – DPR mengapresiasi pengembangan usaha masyarakat berbasis perikanan di Kampung Saonek, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Selain memiliki kualitas yang bagus, kemasannya juga dinilai sangat baik dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di pasaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron saat berdialog dengan kepala desa, dan sejumlah masyarakat di Kampung Saonek, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Senin (9/5). Herman memimpin Tim Kunjungan Kerja (kunker) Komisi IV DPR RI dalam masa reses DPR ke Provinsi Papua Barat.

Meski memiliki potensi pasar yang bagus, kata Herman, pengembangan usaha berbasis perikanan Kampung Saonek tetap harus ada pendampingan. Misalnya dari sektor teknologi, sistem pemasaran dan modal usaha. “Tapi yang paling dibutuhkan adalah ketersediaan listrik, karena di Kampung Saonek ini, listrik hanya ada malam hari saja dari jam 6 sore sampai jam 12 malam,” kata politisi F-PD itu.

Di samping itu, masyarakat setempat juga menyampaikan adanya kebutuhan soal koneksi transportasi yang lebih terjadwal. Hal ini penting agar masyarakat bisa memanfaatkan transportasi itu untuk meningkatkan berbagai potensi di Kampung Saonek itu.

Herman beranggapan, Kabupaten Raja Ampat yang sebagian besar wilayahnya adalah kawasan konservasi dan cagar budaya harus terus dipikirkan peningkatan ekonomi masyarakatnya. “Kami (DPR-red) concern bahwa untuk meningkatkan taraf kesejahateraan yang basisnya terhadap konservasi, tentu berbagai inovasi dan gagasan yang ada di masyarakat ini yang harus didukung dan didorong,” kata dia.

Dia mengatakan DPR mendorong segera dibentuknya koperasi untuk meningkatkan pemberdayaam masyarakat. Dengan dengan adanya koperasi, pendampingan dan pembinaan termasuk komitmen Pemerintah Pusat terhadap warga Kampung Saonek di Kabupaten Raja Ampat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungannya. 

sumber : republika

hermankhaeron.info – Keindahan kawasan konservasi laut di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, diharapkan menjadi kawasan wisata yang terus terjaga dengan baik. Apalagi, keindahan Raja Ampat sudah menjadi salah satu destinasi wisata dunia.

“Inilah kekayaan alam yang tidak ternilai dan ini masuk di dalam world heritage. Jadi memang ini menjadi warisan dunia yang hanya ada dua di dunia. Saya kira ini adalah sebuah keindahan yang bukan saja menjadi milik Indonesia, tetapi milik dunia,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR dalam masa reses DPR ke Provinsi Papua Barat, Senin (9/5/2016).

Untuk itu, lanjut Herman, DPR berkomitmen agar kawasan wisata Raja Ampat terus dikelola dan dijaga dengan baik. “Saya kira kami (DPR) harus terus menjaga dan mengawalnya. Tentu dengan berbagai pembenahan dan perlindungan, agar kawasan konservasi ini dapat terjaga keasliannya,” imbuhnya.

Saat ini, kawasan konservasi laut Pianemo dikelola bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP), Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat.

Herman pun mengungkapkan kebanggannya dengan keindahan alam Papua Barat. Walaupun berada jauh dari ibukota negara (Jakarta), Papua Barat mampu menjadi salah satu ikon wisata dunia.

“Kami merasakan sebuah kebesaran, merasakan sebuah kawasan yang tentu dihargai oleh seluruh dunia dan ini adalah kebanggaan Indonesia,” puji politikus asal dapil Jawa Barat itu.

raja ampat 2 raja ampat
Selain ke Pianemo, Tim Kunker Komisi IV DPR akan mengunjungi Sorong. Kunjungan ini untuk memastikan kondisi sektor pertanian, diantaranya terkait dengan tanaman pangan, ketersediaan pangan, maupun peternakan yang nantinya bisa dikembangkan di Provinsi Papua Barat.

“Setelah itu, kami akan ke Manokwari bertemu dengan Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov Papua Barat. Tentu dalam rangka menyerap berbagai aspirasi dan apa yang menjadi harapan masyarakat Papua Barat untuk menyejahterakan rakyatnya,” kata Herman.

sumber : metrotvnews

Herman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib Petani

hermankhaeron.info – Herman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib Petani – DI antara anggota DPR yang sangat akrab dan ramah dengan wartawan adalah Herman Khaeron. Hero, demikian kelahiran Kuningan 4 Mei 1969 ini kerap disapa, sangat mudah dihubungi wartawan ketika meminta konfirmasi seputar isu-isu sensitif dan startegis yang menjadi wewenangnya di Komisi IV.

Politisi Partai Demokrat ini dua kali berturut-turut menjabat Wakil Ketua Komisi IV, yaitu periode 2009-2014 dan berikutnya 2014-2019 dari daerah pemilihan yang sama, Jawa Barat VIII (Kab. Indramayu, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon).

“Herman sangat paham dan menguasai bidang pertanian, kehutanan dan lingkungan. Dengan latar belakang pendidikan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Herman mendapat tugas menjaga soal pangan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.”

“Saya bergabung dengan Partai Demokrat  pada 2005 dan dipercaya menjadi Ketua Departemen Kelautan dan Perikanan. Jadi memang tak jauh dari bidang pendidikan saya,” terang Herman Khaeron.

Sebelum terjun menjadi anggota DPR, dia pernah menjadi staf ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Rochmin Dahuri pada era Presiden Megawati. Dari pengalaman ini kemudian Herman melangkah menjadi staf ahli Fraksi Partai Demokrat.

Kematangannya dan penguasaan isu-isu pertanian dan perikanan membuat Herman terus diberi kepercayaan. Dia diberi amanah khusus untuk membuat Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (PPP). Herman menyebut UU PPP itu sebagai bentuk pengabdian kepada para petani di Indonesia.

Saat menjadi Ketua Pansus RUU PPP, Herman tak menyia-nyiakan kesempatan dan keprcayaan ini. Apalagi Herman sejak kuliah ingin melihat petani Indonesia berdaulat.  Ingin menyejahterakan dan sekaligus melindungi petani saat kena musibah. Misalnya ketika gagal panen, bencana alam, serangan hama dan berbagai risiko lainnya.

Menurut Herman, petani di negara maju sekalipun membutuhkan stimulus dan proteksi. Apalagi petani di Indonesia. Karena itu perlindungan dan pemberdayaan petani wajib dilakukan oleh pemerintah melalui regulasi yang berpihak.

“Situasi dan kondisi pertanian kita masih terus membutuhkan stimulus dari pemerintah. Membutuhkan proteksi, perlindungan dan pemberdayaan. Ini adalah fakta di lapangan. Loyalitas petani di Indonesia tentunya membutuhkan regulasi yang memungkinkan banyaknya bantuan untuk petani,” kata Herman.

Dikatakan Herman, secara substansi regulasi harus melindungi petani dari gagal panen, risiko harga, meningkatkan kemandirian dan kedaulatan petani. Indikasi petani tidak berdaulat, lanjut Herman, dapat dilihat dari penguasaan lahan mereka yang rata-rata di bawah satu hektare.

“Bahkan penelitian terakhir, mereka rata-rata hanya menguasai lahan 0,3 hektare. Ini jelas tidak ekonomis. Bahkan banyak petani yang terperangkap ijon,” katanya.

UU No. 19 Tahun 2013, kata Herman, memberikan kepastian kepada petani. Ketika harga fluktuatif para petani tidak merasa khawatir. Mereka nantinya bukan hanya punya harapan tetapi pendapatan mereka lebih baik. “Nanti tidak ada lagi petani yang beramai-ramai membuang bawang merah ke jalan karena harganya sangat murah,” harapnya.

Dalam UU ini juga, kata Herman, Pemerintah diperintahkan untuk menyediakan sarana dan prasarana pertanian. Misalnya soal revitalisasi irigasi yang sudaha tidak mendukung pertanian. “Karena hampir 50 persen dari irigasi kita rusak. UU ini mengamanatkan agar Pemerintah segera memperbaiki sarana dan prasarana itu,” kata politisi asal Kota Udang ini.

Masalah pembiayaan juga, lajut Herman, menjadi bagian yang penting dalam UU ini. Untuk pembiayaan, kata Herman, petani membutuhkan dana yang tidak bisa ditangani langsung bank konvensional. “DPR menginginkan ada Bank Petani. Namun setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak banyak kendala untuk mendirikan Bank Petani ini. Titik tengahnyabank-bank Pemerintah didorong mendirikaan unit-unit bank yang melayani bidang pertanian,” kata Herman.

Bagaimana perkembangan UU ini setelah hampir dua tahun berjalan? Herman kembali mengeluhkan soal komitmen Pemerintah untuk menjalankan UU PPP.  Sangat miris ketika negara agraris   keberpihakan yang sifatnya afirmatif untuk sektor pertanian nyaris tidak ada.

“Coba lihat dari kebijakan ekonomi pemerintah menghadapi krisis ekonomi.  Kebijakan itu hanya untuk mengejar pertumbuhan. Tak ada yang bersentuhan dengan ketahanan pangan,” ujarnya gusar.

“Saya berharap  Pemerintahan Jokowi untuk memperhatikan pertanian, peternakan dan kelautan. Isu  ke depan bukan hanya masalah minyak tetapi akan bergeser ke masalah ketersediaan dan ketahanan pangan. Dunia bisa perang gara-gara soal pangan,” katanya memperingatkan.

Ir. H.E. HERMAN KHAERON, M.Si

No. Anggota : A-419
Tempat Lahir / Tgl Lahir : Kuningan, 04 Mei 1969
Agama : Islam

Pendidikan

•SD Negeri Garawangi I, Kuningan, Jawa Barat tahun 1982
•SMP N IV Karawang, Jawa Barat tahun 1985
•STM N Karawang, Jawa Barat tahun 1998
•Fakultas Tehnik dan Manajemen Industri Universitas Islam Bandung tahun 1996
•Jurusan Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007

Pekerjaan

•Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tahun 2010 – 2015
•Anggota Banggar DPR RI tahun  2009 – 2010
•Tenaga Ahli Fraksi DPP Demokrat tahun 2006 – 2009
•Departemen of Comunicatio Development PT. Energy Mega Persada tahun  2005
•Direktur Utama PT. Swadaya Budi Hartama tahun  2003 – 2009
•Direktur Eksekutif Pusat Pemberdayaan Pembangungan Regional tahun 2000
•Asisten Direktur PT Cides Persada Consultan tahun 1999 – 2000
•Ketua Panja RUU tentang Holtikultura
•Ketua Panja Raskin
•Ketua Panja Gula
•Ketua Panja tentang Pangan
•Dewan Pengawas GKPN

Organisasi

•Ketua CIDES
•Sekretaris YPLI
•Ketua Forum WACANA
•Kedua departemen Kelautan dan Perikanan DPP Partai Demokrat
•Sekretaris Departemen IPTEK
•Majelis Pertimbangan KOSGORO
•Bendahara KAHMI
•Ketua HKTI
•Pengurus ICMI , Sebagai: Pengurus. Tahun: –
•Wakil Ketua Masyarakat Agrocultur Indonesia

Herman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib Petani

Herman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib PetaniHerman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib Petani

Pergerakan

•Ketua Jaringan Kerja Produktif Masyarakat Pesisir se-Indonesia
•Sekjen Jaringan Ekonomi Masyarakat Pesisir se-Indonesia
•Tim Sukses Pemilihan Legislatif Partai Demokrat
•Tim Sukses SBY-Boediono
•Pendiri HERO Center

Herman Khaeron, Konsisten Memperjuangkan Nasib Petani

Penghargaan

•Profile Tokoh Apresiasi Emas tahun 2005
•Islamic Award tahun 2005
•Activity in KK & LIMA Transition Zone 3D Seismic Project dari Departemen Exploration tahun  2003
•Excellent Coordination and Contribution during the Development of TOR Document tahun 2002
•AMDAL dari Hongkong tahun 2002

Kunjungan Luar Negeri

•Kunjungan Kerja Delegasi Komisi IV DPR-RI dalam rangka Pembentukkan RUU Perkebunan tanggal 17 s.d. 23 November, Amerika Serikat (2013)
•Kunjungan Kerja delegasi Komisi IV dalam rangka Penyusunan RUU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, China (2012)
•Kunjungan Kerja delegasi Komisi IV DPR RI dalam rangka Pembahasan RUU Tentang Pangan, India (2011)
•Kunjungan Kerja Komisi IV, Norwegia (2011)
•Kunjungan Kerja Delegasi Komisi IV DPR-RI dalam rangka pembahasan RUU tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Jepang (2011)
•Kunjungan Kerja delegasi Komisi IV DPR RI dalam rangka Pembahasan RUU Tentang Pangan, Amerika Serikat (2011)
•Kunjungan Kerja Pansus OJK, Korea Selatan – Jepang (2010)
•Kunjungan Kerja Komisi IV, New Zealand (2010)
•Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Kesra bersama Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka persiapan Sail Banda 2010 dan Flag Off Yacht Rally, Darwin (2010)

sumber : biografi.co

Herman Khaeron Ajak Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan

hermankhaeron.info – Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, E Herman Khaeron mengajak pemuda menjadi pelopor dalam pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Herman saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi pengurus dan anggota Karang Taruna se-Bandung Raya, di Atrium Utama Kampus Unisba, Kota Bandung, Sabtu (23/4).

Menurut Herman, partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah akan bisa diwujudkan dengan terciptanya generasi muda yang unggul dan mampu memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan melalui penjabaran Pancasila.

Dikatakan Herman, jika pemuda mampu memahami dan mengamalkan Pancasila mulai dari pondasi ketuhanan, menjunjung tinggi nilai kemanusian, mampu menjaga persatuan termasuk dalam setiap perbedaan serta mampu menjabarkan keadilan dengan memihak pada kepentingan rakyat, maka pemuda akan menjadi pelopor dalam pembangunan daerah.

“Karang Taruna sebagai wadah organisasi pemuda semoga bisa menjadi pelopor dalam pembangunan daerah. Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini tentunya akan sangat bagus jika terus dilakukan sehingga diharapkan tidak ada lagi perpecahan seperti yang kini tengah banyak terjadi pada parpol dan organisasi,” tandasnya.

Herman menegaskan, ada banyak contoh perpecahan yang kini tengah melanda Indonesia. Bahkan, tak sedikit yang bermuara pada perpecahan antar suku dan agama. Padahal, Indonesia memiliki keragaman suku, budaya, dan agama.

Dalam kesempatan tersebut Herman juga mencontohkan bagaimana dirinya dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menolak reklamasi oleh Pemprov DKI. Alasannya menurut Herman adalah tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti tertuang dalam sila ke-5 Pancasila.

“Inilah saatnya pemuda Indonesia bangkit dan aktif dalam pembangunan. Indonesia ke depan harus menjadi Indonesia seutuhnya. Dan ini hanya bisa dilakukan jika semua orang menerapkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada pondasi-pondasi yang benar,” pungkasnya.

sumber : inilahkoran