BBM Non Subsidi Naik, DPR akan Panggil Menteri ESDM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno merombak direksi PT Pertamina (Persero). Penyebab keputusan tersebut diambil, karena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Menanggapi hal itu, Wakil ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron melihat di era kepemimpinan Menteri Rini perombakan merupakan hal yang wajar terjadi pada perusahaan BUMN.

“sepertinya menjadi hal yang biasa di era pemerintahan saat ini gonta-ganti dan gosar geser direksi BUMN,” Kata Herman Sapaan akrabnya melalui pesan singkat kepada Kabar3.com, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Selama ini kinerja Pertamina terbilang Bagus. Adapun penurunan keuntungan perusahaan menurun karena ditugasi pemerintah menjalankan penyaluran premium, solar bersubsidi, gas bersubsidi, dan BBM 1 harga.

Namun demikian, dirasa terlalu dini menyimpulkan kelangkaan BBM premium, serta bocoran minyak di balikpapan sebagai tanggung jawab penuh Pertamina. Sebab, Proses penyelidakan masih berlangsung oleh Polda Kaltim.

Lebih lanjut, Kelangkaan BBM Premium merupakan daripada keputusan pemerintah yang mengalokasikan BBM bersubsidi diluar Jawa, Madura dan Bali (Jamali)

“Sudah sejak tahun 2016 sebenarnya subsidi premium dihapus dan menjadi beban keuangan pertamina, serta digeser keluar Jamali, hanya karena harga ICP rendah, tentu pertalite masih menjadi alternatif pilihan konsumen, tetapi dengan tingginya harga minyak internasional saat ini, premium pasti akan dicari masyarakat,” Terang Herman Politisi Partai Demokrat.

“Keputusanya ada di pemerintah, pertamina hanya operator, bukan regulator,” tandasnya.

Herman juga menduga pencopot Elia bisa terkait karena tidak menjalankanya keputusan yang telah diputus oleh menteri Rini dalam Rapat Umum Pemegan Saham (RUPS) sebelumnya.

“Mungkin saja ada ketidak cocokan dengan menteri BUMN tentu hanya Bu Rini dan Pak Masa Manik yang tahu.”  Pungkasnya. (Pra)

sumber: kabar3