DPR Akan Minta Keterangan Direksi dan Komisaris BRI Soal Kabar Tantiem Ratusan Miliar

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, angkat bicara soal kabar masih diberikannya tantiem dengan nilai fantastis kepada direksi dan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk.

Kang Hero sapanya memastikan, akan menanyakan atau meminta keterangan langsung kepada jajaran direksi dan komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR RI.

Demikian hal itu disampaikan Kang Hero menanggapi kabar soal pemberian tantiem kepada direksi dan komisaris PT BRI. Direksi PT BRI dikabarkan menerima total tantiem Rp181 miliar sementara dewan komisaris Rp12,4 miliar.

“Nanti di rapat kami tanyakan,” jelas Sekjen Partai Demokrat ini kepada Kedai Pena, Senin, 1 Juni 2026.

Kang Hero akan menanyakan kebenaran kabar tersebut lantaran sepengetahuan dirinya sejak tahun 2024 semua BUMN termasuk PT BRI sudah tidak mengeluarkan tantiem untuk direksi dan komisaris.

“Setahu saya sejak tahun 2024 semua BUMN termasuk BRI, tidak mengeluarkan tantiem, baik untuk direksi maupun komisaris,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi membeberkan soal kabar pemberian tantiem kepada direksi dan komisaris PT BRI Persero.

Uchik mengungkapkan berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, direksi BRI menerima total tantiem Rp181 miliar sementara bagian untuk dewan komisaris Rp12,4 miliar.

Tak hanya tantiem, Uchok juga membeberkan besarnya biaya pejabat BRI sepanjang 2025. Gaji dan tunjangan direksi tembus Rp240,8 miliar, dewan komisaris Rp80,2 miliar, serta bonus dan insentif manajemen kunci Rp396,3 miliar. Menurutnya, angka-angka ini menjadi bukti efisiensi di BRI hanya omong kosong.

sumber: kedaipena