Herman Khaeron Raih Penghargaan Legislator DPR Terdemokratis

Anggota DPR Herman Khaeron mendapat penghargaan sebagai Legislator DPR demokratis dalam ajang Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Award 2021.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah dan dalam merespons isu-isu, utamanya yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai Anggota Komisi VI DPR.

“Award ini saya persembahkan untuk istri dan anak-anak, yang telah merelakan sebagian besar waktu saya untuk berbakti pada bangsa dan masyarakat,” kata Herman Khaeron, usai mendapat penghargaan, Rabu, 15 Desember 2021.

Herman Khaeron juga mengapresiasi para tim dan pemilihnya di dapil VIII Jawa Barat (Cirebon dan Indramayu), yang telah mengantarkan dirinya sebagai anggota DPR.

“Karena mereka itu semua membuat saya untuk berkesempatan mendapatkan award ini,” jelasnya.

Herman Khaeron merasa penghargaan itu menjadi motivasi untuk dirinya agar bekerja lebih baik lagi untuk rakyat. Selain itu menjadi pendorong motivasi dan semangat.

“Agar saya terus berbuat yang terbaik bagi rakyat, mengedepankan kerja-kerja politik dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, ” kata legislator Partai Demokrat ini.
sumber: medcom

Komisi VI Dorong PTPN Perbaiki Kinerja

Komisi VI DPR RI memastikan stok beras nasional yang disimpan di gudang Perum Bulog menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan sukacita.

Pada Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Masa Persidangan II ke Gudang Perum Bulog di Cirebon Jawa Barat tanggal 19-21 November lalu, Komisi VI DPR RI melihat langsung stok beras yang tersedia.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron menjelaskan, keberadaan Perum Bulog harus lebih diperkuat, salah satunya untuk menjaga pasokan pangan utama seperti beras.

Komoditas beras dipastikan harus dijaga ketersediaannya, diupayakan tidak impor beras dan memasok dari produksi petani dalam negeri sehingga tercipta rantai pasok yang menguntungkan.

“DPR secara umum harus memberikan dukungan kepada Bulog agar statusnya kembali kepada status semula sebagai buffer stock nasional,” ujar dia di Jakarta, Senin (13/12).

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto mengatakan, stok beras yang dikuasai oleh Perum Bulog saat ini mencapai 1,3 juta ton, dan pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Perum Bulog.

Masyarakat tidak perlu khawatir,  Perum Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat meskipun ada lonjakan permintaan yang mendadak.

Perum Bulog sendiri memastikan seluruh jaringan yang bekerjasama sudah menyediakan kebutuhan beeras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet milik Perum Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh Indonesia sudah menyedikan beras berkualitas.

Tidak hanya memastikan ketersediaan pangan aman terkendali, Perum Bulog juga ikut berkontribusi dalam menunjang gizi dan pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah (BGM) dengan menghadirkan program Bulog Peduli Gizi.

Belum lama ini, melalui  program Bulog Peduli Gizi, Perum Bulog menggelontorkan Beras Fortivit (beras bervitamin) dan melaksanakan pemeriksaaan kesehatan gratis kepada Balita dan keluarganya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Human Capital Perum Bulog, Purnomo Sinar Hadi mengatakan, Program Bulog Peduli Gizi merupakan komitmen nyata perusahaan di tengah masyarakat dengan memberikan pemahaman mengenai kesehatan balita.

Bantuan yang diberikan dalam program Bulog Peduli Gizi di Kabupaten Kupang NTT berupa Beras Fortivit sebanyak 5.730 kilogram, masker, obat-obatan serta vitamin kepada 382 Balita BGM selama tiga bulan kedepan.
Terobosan fortifikasi produk pangan seperti pada garam, tepung terigu, minyak dan beras yang telah dikembangkan saat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas nutrisi di makanan contoh nyatanya sepertinya yang telah dilakukan Bulog pada Beras Fortivit.

Sumber: investor

Anggota Komisi VI Pertanyakan Alasan 49% Saham Kualanamu Dijual ke Asing

Operator bandara dari India, GMR Airports Consortium, memegang 49 persen saham PT Angkasa Pura Aviasi, yang mengelola Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengkritik keras hal itu.

“Sebaiknya objek usaha BUMN yang menguntungkan tetap menjadi kepemilikan mutlak negara melalui BUMN. Justru kerja sama semestinya terhadap objek usaha BUMN yang membutuhkan suntikan investasi dan dukungan pihak ketiga,” kata Herman Khaeron kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Dia mengatakan usaha BUMN yang menguntungkan tak boleh dijual. Menurutnya, BUMN harus berupaya mendapat untung dan menyetor duit ke negara.

“Sederhananya, jangan yang untung dijual, tapi yang rugi dipertahankan, ini pula yang menyebabkan BUMN tidak memperoleh laba dan setor dividen yang meningkat bagi negara,” ujar Kepala BPOKK Partai Demokrat ini.

Dia mempertanyakan alasan penjualan 49 persen saham pengelola Kualanamu ke perusahaan asing. Dia mengatakan Komisi VI bakal meminta penjelasan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

“Saya mendapatkan info bahwa pihak konsorsium mendapat 49 persen kepemilikan dengan pola BOT selama 25 tahun, hal ini akan kami dalami dan minta penjelasan kepada Menteri di Komisi VI DPR untung-ruginya, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, GMR Airports Consortium resmi masuk dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. PT Angkasa Pura (AP) II akan melakukan kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini selama 25 tahun ke depan.

Skema kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini memiliki nilai investasi kerja sama sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,2 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp 15 triliun.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyatakan GMR sudah menyampaikan rencananya untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu dengan menargetkan penumpang hingga 54 juta orang pada tahun ke-25 kemitraan atau setara dengan Bandara Soekarno-Hatta saat ini.

“Trafik penerbangan akan meningkat, lalu akan ada alih teknologi dan keahlian, serta berbagi porsi modal di Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (23/11).

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo), yakni PT Angkasa Pura Aviasi. Perusahaan tersebut menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu. Rinciannya, AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Meski demikian, AP II menegaskan tak ada penjualan aset Bandara Kualanamu. Kepemilikan Bandara Internasional Kualanamu beserta asetnya 100 persen tetap milik AP II. JVCo disebut hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 tahun.

 

sumber : detik

Demokrat Usung AHY Capres 2024

Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipastikan akan diusung Partai Demokrat sebagai Capres di Pilpres 2024 mendatang.

Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Demokrat, Herman Khaeron mengungkapkan hal tersebut dalam Musda DPD Demokrat Bali di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (17/11) malam.
Musda Demokrat Bali, dihadiri secara virtual Sekjen DPP Demokrat Teuku Reifky Harsya, Deputi Organisasi DPP Demokrat Made Rai Eddy Astawa, Ketua DPD Demokrat pembentukan 2002-2006 Dewa Bagus Made Badra, Ketua DPD Demokrat periode 2006-2011 I Gusti Bagus Alit Putra dan Ketua DPD Demokrat Bali periode 2011-2016 dan 2016-2021 I Made Mudarta. Selain itu Ketua DPC Demokrat se Bali juga hadir. Sementara undangan eksternal hadir Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dan Anggota Bawaslu Bali I Ketut Sunadra.

Herman Khaeron mengatakan Partai Demokrat di Bali sudah sangat kompak dari atas sampai akar rumput. Dukungan milenial juga sangat kompak. “Dengan kekompakan ini kita yakin AHY Capres 2024,” ujar Anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini.

Herman Khaeron mengatakan Musda adalah ajang konsolidasi, di mana wahyunya adalah Demokrat solid, harmonis dan rekonsiliasi. “Kita solid, harmonis dan rekonsiliasi, maka kita siap untuk memenangkan pertandingan Pileg, Pilpres dan Pilkada,” ujar Herman Khaeron. Sementara Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta dalam pidatonya mengatakan Pilpres 2024, Demokrat sudah pasti akan mengusung Capres 2024. Karena Demokrat saat ini sangat siap untuk tampil di Pemilu 2024 dan mengembalikan kejayaan pada Pileg 2009 dengan menjadi pemenang pemilu legislatif dan memenangkan Pilpres di 2004 dan Pilpres 2009.

“Kita sudah solid usung AHY Capres 2024 dan siap memenangkan Pileg 2024,” tegas Mudarta. Mudarta juga menegaskan AHY adalah sosok Ketua Umum yang teruji dalam menghadapi cobaan dan ujian terhadap Partai Demokrat yang digoyang gerakan  pengambilalihan Ketua Umum DPP Demokrat oleh Moeldoko cs melalui Musda Luar Biasa di Medan, Sumatera Utara.

“AHY sudah sangat teruji, dan tentu karena kekuatan dan dukungan para kader. Sehingga tidak ragu kita usung AHY Capres 2024,” ujar politisi asal Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana ini. Di akhir pidatonya, Mudarta menegaskan banyak kader milenial yang gabung ke Partai Demokrat. Terbukti dari seluruh personel kepanitiaan yang terlibat adalah generasi muda. “Generasi milenial adalah pendukung utama kita memenangkan Pemilu,” ujar Mudarta.

Sementara Ketua Umum DPP Demokrat AHY melalui pidato virtual dari Amerika Serikat, menyampaikan yel-yel kader Demokrat Bali, bergetar sampai ke Amerika Serikat. “Yel-yel kader di Bali menembus Amerika Serikat. Saya harapkan perjuangannya ini jangan berhenti di Musda ini saja, tetapi sampai ke pemilu 2024 mendatang,” ujar AHY.

AHY pun menegaskan Musda Demokrat Bali menjadi ajang konsolidasi untuk soliditas dan kekompakan kader partai untuk memenangkan pemilu 2024. “Demokrat jangan hadir saat membutuhkan dukungan di pemilu saja. Tetapi hadir saat setiap saat di tengah rakyat, sesuai komitmen Demokrat, yakni  “Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat”. Mudah-mudahan kita berjaya di Pemilu 2024,” tegas AHY. *nat

sumber: nusabali

Perlu Audit BPK untuk Pastikan Besaran Anggaran PMN

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron sabet penghargaan “Freedom of Speech” dalam ajang Teropong Democracy Award (TDA) 2021. Acara tahunan ini diselenggarakan secara virtual dan dibuka oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Herman terpilih sebagai penerima Freedom of Speech karena dinilai kritis dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di DPR. Dalam sambutannya, legislator asal Cirebon itu menyampaikan bahwa penghargaan ini yang kesekian kalinya semenjak ia duduk di kursi Parlemen.

Menurutnya, acara penghargaan seperti ini sangat berguna untuk memacu kerja pejabat di gedung parlemen. Dengan begitu, kata dia, para anggota parlemen akan selalu merasa terawasi dalam mengemban tanggung jawabnya.

“Saya ucapkan terima kasih, dan tentu ini mencambuk kami lagi untuk lebih baik dalam melakukan kerja-kerja sebagai legislator di DPR,” kata Herman dalam keterangangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (28/10).

Selain itu, Herman juga menyampaikan dengan adanya penghargaan ini menjadi rambu-rambu buat dirinya agar bekerja sebagai wakil rakyat lebih baik lagi kedepannya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk Teropong Senayan yang mendedikasikan perannya sebagai pengawal demokrasi. Terlebih, dalam upaya mengawasi kinerja badan legislatif nasional.

“Semoga penghargaan ini bisa memicu kerja legilastor di DPR untuk lebih baik lagi,” pungkasnya.

sumber: jawapos

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron merespon pernyataan Pesiden Jokowi yang memerintahkan Erick Thohir untuk menutup BUMN sakit dan tidak mampu meningkatkan daya saing.

Menurut Politikus Demokrat itu penutupan BUMN sakit dan tidak mampu meningkatkan daya saing bukan sebuah solusi melainkan bentuk dari kefrustrasian.

“Penutupan bukan solusi, tetapi bentuk kefrustrasian,” sindir Politikus Demokrat itu, Minggu, (17/10/2021).

Herman berpesan, pemerintah perlu melihat akar masalah perusahaan pelat merah tersebut sebelum melakukan penutupan BUMN sakit dan tidak efektif.

“Kalau perlu dipertahankan harus disuntik oleh uang negara, tetapi kalau sudah tidak ada manfaatnya, tentu dipertimbangkan untuk dilikuidasi,” tandas Herman.

Pasalnya, kata Herman Khaeron, dalam kurun waktu belakangan ini banyak BUMN yang rugi dan sampai saat ini belum ada solusi yang cespleng (manjur).

“Banyak contoh, selain dirampok oleh oleh para pemain keuangan seperti Jiwasraya, Asabri, dan asuransi lainya. Juga karena adanya penugasan pemerintah tanpa ditunjang oleh kompensasi, semisal BBM satu harga pertamina, harga tarif listrik PLN yang tidak ekonomis, pembatasan harga gas, dan penugasan,” tegas dia.

“Lalu seperti Perum Bulog yang ditugaskan untuk stabilisasi harga, pembelian gabah/beras petani, kelola CBP, tapi tidak ada kompensasi dari pemerintah, dan bahkan menggunakan dana pinjaman komersial, pasti rugilah. Perum Bulog dulu mengelola subsidi raskin sehingga dapat menutup biaya operasional dan mendapat margin fee, sekarang rugi,” tambah Herman.

Hal tersebut, lanjut Herman, juga terjadi dengan BUMN Karya yang ditugaskan membangun jalan tol dengan LHR yang rendah dan tidak ekonomis.

“Sementara beban hutang tinggi, akhirnya besar pasak daripada tiang, sementara yang menguntungkan dijual. Saya juga prihatin dengan BUMN pangan yang sampai saat ini belum ada solusi dan terus merugi,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, semisal Perum Bulog agar dapat untung kembali dapat dikembalikan dana subsidi pangan yang saat ini diambil alih oleh Kementerian Sosial.

“Dikembalikan dikelola Bulog, pasti survive,” kata dia.

Herman menegaskan, hal tersebut termasuk dengan BUMN lain seperti PLN yang diberikan keleluasaan menghitung tarif yang ekonomis.

“BUMN lain jangan dibebani penugasan yang rugi, kalaupun rugi ada kompensasinya,” tandas Herman.

(Givary Apriman Z\Editor)

Partai Demokrat  dukung percepatan vaksinasi Covid-19 khususnya dosis kedua bagi masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Diinisiasi oleh Anggota DPR-MPR RI Herman Khaeron dan Srikandi Demokrat, kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Zamrud, Kota Cirebon, Senin-Selasa (11-12/10).

Selain itu, pelaksanaan kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian Bulan Bakti 20 Tahun Partai Demokrat yang jatuh pada September. Tujuannya agar masyarakat memiliki imunitas tubuh yang lebih kuat dan bisa mencegah dari serangan virus Covid-19.

Ketua Panitia Herry Gushery mengatakan, vaksinasi tahap kedua tersebut sebagai upaya lanjutan dari vaksinasi pertama yang sudah digelar pada 13-14 September 2021. Total setidaknya ada 2.000 dosis yang disalurkan untuk vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

“Ini salah satu bukti nyata dari Herman Khaeron untuk daerah pemilihannya. Beliau menurunkan 2.000 dosis, 1.000 dosis untuk vaksin pertama dan 1.000 dosis untuk vaksin kedua,” tutur Herry. “Kita adakan selama dua hari dan ini juga masih termasuk perayaan 20 tahun Partai Demokrat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Herry mengatakan bahwa kegiatan tersebut mendapatkan respons yang positif dari masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Meskipun dalam pelaksanaan sempat terjadi kendala beberapa masyarakat tidak dapat divaksinasi karena tensi yang tinggi.

“Saya lihat alhamdulilah antusiasme masyarakat tinggi. Mudah-mudahan kita dapat membantu pemerintah Kota Cirebon dan sekitarnya untuk vaksin bisa tersebar dan memberikan kekuatan kepada masyarakat Kota Cirebon,” terangnya.

Selain itu juga, dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut, proses pemeriksaan dan penyuntikan dilakukan di ruangan yang berbeda. Sehingga, tidak terlalu menimbulkan kerumunan warga yang signifikan. Serta dapat membuat lebih tertib antrian. Para warga juga disediakan makanan snack saat hendak divaksin.

Sementara itu, salah satu peserta vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Hotel Zamrud tersebut, Fitria Dewi mengucapkan terima kasih kepada Partai Demokrat yang telah mengadakan vaksinasi tersebut. “Terima kasih untuk Bapak Agus Harimurti Yudhoyono dan Herman Khaeron yang telah melakukan vaksinasi dosis 1 dan 2 di Kota Cirebon ini,” ucapnya. (jrl/opl)

sumber: radarcirebon

Baleg Pantau Implementasi UU 18 Tahun 2012 untuk Dorong Kemandirian Pangan di Sulsel

Wacana pembentukan provinsi baru yakni Provinsi Cirebon Raya yang digagas Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Cirebon Raya (KP3C) ditanggapi beragam sejumlah tokoh Wilayah III Cirebon.

Berbeda dengan Bupati Majalengka, Karna Sobahi dan Wali Kota Cirebon, H Nashrudin Azis yang secara terang-terangan menolak wacana yang digulirkan KP3C, Bupati Cirebon, H Imron belum memberikan ketegasan sikap atas ide pembentukan Provinsi Cirebon Raya.

Saat ditanya sejumlah wartawan, Imron hanya berikan senyum tipis menanggapi hal itu. Namun, ia menepis isu yang menyebut telah mengeluarkan surat keputusan (SK) pernyatan dukungan bagi pembentukan Provinsi Cirebon Raya. Imron menegaskan, belum pernah mengeluarkan SK apapun terkait hal itu.

Selaku kepala daerah, Imron mengatakan, masalah Provinsi Cirebon masih perlu kajian lebih dalam lagi. Pihaknya, belum berani menyatakan setuju atau tidak setuju terkait masalah itu.

“Kita belum keluarkan SK, masih perlu kajian lebih lagi,” kata Imron sembari memberikan senyum tipis pada awak media, Senin (4/10/2021).

Berbeda dengan Imron, di tempat lain, anggota Komisi VI DPR RI, Dr. Ir. H. Herman Khaeron secara tegas mengaku setuju dan mendukung dengan adanya deklarasi Provinsi Cirebon Raya. Ia menyebut, Cirebon Raya sudah siap menjadi provinsi.

“Provinsi Cirebon sudah jadi perjuangan saya pada saat masih di periode pertama, sudah lama diperjuangkan untuk dapat dimasukkan sebagai Otda baru di tingkat provinsi, tapi keburu  dimorotarium. Kajiannya pun sudah komprehensif baik secara sarana dan prasarana kantor, besaran fiskal,” kata Herman Khaeron.

Pria yang akrab disapa Hero itu mengungkapkan, gagasan pembentukan Provinsi Cirebon sudah melalui kajian yang sangat mendalam, tapi karena morotarium jadi tertunda.

Diakui Hero, pembentukan provinsi baru tetap memerlukan persetujuan Gubernur Jawa Barat.

“Bagaimana persetujuan Gubernur Jabar, terhadap rencana pembentukan ini, karena tanpa persetujuannya maka akan terhambat,” tuturnya.

Meski ada penolakan salah satu kepala daerah di Cirebon Raya, menurut Hero, bila sudah ada persetujuan di DPR dan pemerintah, maka kendala tersebut akan mudah.

“Kan syarat utama persetujuan DPRD dan bupati di wilayah yang dimekarkan, kemudian persetujuan provinsi induk. Selanjutnya masuk di dalam prolegnas pembentukan otonomi daerah baru. Ini juga sejalan harus dibukanya morotarium. Kajiannya pun masih ada dan relevan,” ujarnya.

Kajiannya sudah ada, sambungnya secara tegas, hanya perlu melengkapi dan menambahkan, sehingga dapat terbentuk Otda baru. (Sarrah)

sumber: suaracirebon

Herman Khaeron Minta RNI Buka Ruang Mediasi soal Lahan Tebu di Indramayu

Insiden bentrok petani tebu di wilayah hak guna usaha (HGU) PG Jatitujuh atau dibawah naungan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) disesalkan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron.

“Saya turut berbela sungkawa atas korban jiwa petani tebu. Saya juga mengajak semua pihak untuk duduk bersama menyelesaikan sengketa lahan ini dengan musyawarah dan mengedepankan kebersamaan,” kata dia.
Konflik di kawasan lahan tebu atau lahan HGU PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini telah berlangsung lama. Herman Khaeron mengaku, ia beberapa kali memfasilitasi pertemuan dengan kementerian kehutanan sebagai pemilik lahan dan PT RNI (Persero) sebagai pemilik HGU kebun tebu ini.
“Namun sayangnya, tidak pernah selesai. Direksi RNI tidak pernah mendudukan persoalan ini dengan baik, bahkan selalu dengan cara-cara pendekatan aparat. Saya meyakini, jika RNI serius menangani konflik pertanahan ini, dapat selesai secara baik dan dibangun sinergi saling menguntungkan antara BUMN dan warga sekitar,” ujarnya.
Saat ini telah menelan korban jiwa dan jika tidak diselesaikan secara komprehensif, akan terus terjadi konflik yang berkepanjangan dan merugikan harmonisasi antar warga.
“Saya berharap polisi dapat menegakan hukum seadil-adilnya, memproses yang menyebabkan terjadinya 2 warga meninggal, dan membebaskan warga yang tidak bersalah. Aparat kepolisian tidak perlu represif, tegakkan saja hukum seadil-adilnya,” ujarnya.

Konflik Lahan Tebu

Terkait dengan Tar, salah seorang pimpinan F-Kamis dan juga anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari fraksi demokrat, Herman meminta semua pihak dapat menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.
“saya yakin tidak terlibat bentrokan, dan saya tahu sejak menjabat kepala desa dulu, aktif membela warga. Beberapa kali saya memfasilitasi pertemuan dengan para pejabat negara terkait dengan kawasan hutan di wilayah selatan Indramayu, beliau selalu menyampaikan bahwa sejarahnya kawasan itu adalah kawasan hutan dan warga berkeinginan mengembalikanya menjadi kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat,” ujarnya. ***
sumber: kumparan