Hanjeli, Sumber Karborhidrat Pengganti Nasi

hermankhaeron.info – Ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras selama ini sangat tinggi. Padahal ada banyak sumber karbohidrat pengganti beras di sejumlah daerah, salah satunya hanjeli (Coix lacyma–jobi L).

Hanjeli merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian atau Poaceae. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan Malaya, namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. 

Hanjeli adalah nama popular di daerah Jawa Barat (Sunda), sedangkan nama popular Indonesia adalah Jali atau Jali-jali. Tanaman ini menyebar di berbagai ekosistem lahan pertanian yang beragam dari daerah iklim kering, basah, lahan kering maupun lahan basah di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. 

Gelar Teknologi “Inisiasi Model Kawasan Diversifikasi Pangan Pokok Berbasis Sumberdaya Lokal 100 persen Non-Beras”  diselenggarakan di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Acara dihadiri secara langsung Pimpinan Komisi IV DPR RI Herman Khaeron, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian M Syakir. Bupati Sumedang yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang  Yosep Ruhuat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha. Dekan Fakultas Pertanian UNPAD, Sudrajat. Acara dimulai dengan peninjauan kebun Hanjeli dan panen perdana Hanjeli serta peninjauan pameran aneka olahan produk berbahan baku hanjeli.

Dalam Laporannya, Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Barat menyebutkan bahwa di Desa Sukajadi telah dilaksanakan model diversifikasi pangan dengan dua pola konsumsi, meski masih tingkat rumah tangga namun pola konsumsi ini mampu mengurangi kebutuhan akan nasi dengan cukup signifikan. Pangan lokal adalah pakan yang memerdekakan Indonesia. 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Pertanian, Syakir, menyebutkan Indonesia tidak akan menempatkan padi sebagai sumber pangan utama masyarakat. “Dan di Desa Sukajadi telah meletakkan pondasi dasar fundamental dalam hal diversifikasi pangan, ke depan, bukan tidak mungkin Desa Sukajadi menjadi model bagi Indonesia sebagai desa diversifikasi pangan dan menjadi awal perjuangan diversifikasi pangan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Pimpinan Komisi IV DPR RI memberikan arahan Komisi IV bermitra dengan Badan Litbang Pertanian dalam memajukan dan mensejahterakan pertanian dan petani di Indonesia, Petani sudah dinobatkan sebagai Pahlawan Pangan. Ketiadaan pangan menjadi permasalahan utama keberlangsungan hidup manusia, sehingga diversifikasi pangan menjadi kebutuhan bagi manusia untuk saat ini.

“Lahan untuk pertanian di Indonesia semakin berkurang, sedangkan kebutuhan akan pangan semakin ubanyak, diversifikasi  dapat menjadi salah satu alternatif, dan hanjeli menjadi salah satu cara untuk mengatasi krisis pangan,” ucap dia. 

Ia juga berterima kasih kepada warga Desa Sukajadi, dan mempertahankan model dan percontohan diversifikasi ini dan memperpanjang durasi model diversifikasi pangan ini.

sumber: republika

Selama Belum Penuhi Aturan UU, Reklamasi Tak Dilanjutkan

hermankhaeron.info – Panja Reklamasi Komisi IV DPR sudah mengunjungi lokasi-lokasi reklamasi pantai, salah satunya adalah di Teluk Jakarta dan Pantai Losari Makassar. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron saat rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (05/04/2017).

“Diharapkan Menteri Kelautan dan Perikanan tetap komit terhadap kesepakatan bersama, yakni selama tidak memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, tentu kita masih bersepakat untuk tidak melanjutkan reklamasi,” tegas Herman.

Ia juga menyampaikan bahwa apa yang menjadi masukan dari seluruh anggota Panja Reklamasi, yakni selain mengkaji terhadap kawasan  reklamasi, maka juga harus melakukan kajian terhadap sumber urukan yang jumlahnya tidak sedikit.

“Untuk di pantai Losari saja sumber urukannya mencapai 22 juta meter kubik, apalagi di Teluk Jakarta. Hal ini juga telah disampaikan kepada Menteri LHK, bahwa kita masih mempunyai komitmen yang sama,” ucapnya.

Terkait adanya beberapa peraturan Menteri yang dianggap menghambat investasi, lanjut Herman, Komisi IV DPR meminta penjelasan, apakah daftar negatif investasi yang sekarang diberlakukan untuk sektor perikanan tangkap juga termasuk di dalamnya.

“Ini semata-mata untuk kami mendapatkan informasi yang utuh atas perkembangan situasi terakhir yang berkaitan dengan daftar negatif investasi,” tandasnya. (dep,mp) Foto: Jayadi/od.

sumber: dpr.go.id

Megaproyek CPI Makassar, DPR Bentuk Tim Terpadu Usut Perizinan

hermankhaeron.info – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat membentuk tim terpadu untuk mengusut perizinan pembangunan megaproyek Center Point of Indonesia (CPI) Makassar. Pasalnya, banyak laporan masuk yang diduga pembangunan ini melanggar aturan.

“Tim terpadu ini yang dibentuk untuk mendalami dan melakukan audit lingkungan serta investigasi terhadap amdalnya. Termasuk inventarisasi masalah berkaitan dengan masyarakat sekitar,” ucap Ketua Tim Panitia Kerja Komisi IV DPR, Herman Khaeron, saat inspeksi mendadak reklamasi di Makassar, Jumat, 31 Maret 2017.

Menurut dia, yang diusut tim ini bagaimana izin materialnya yang diambil dari darat dan laut. “Saya kira waktu sebulan cukup untuk dibicarakan kembali.” Ia akan memadukan antara pembangunan reklamasi dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir. Kemudian Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil.

“Semua proses reklamasi harus menjamin tidak ada yang ditinggalkan, baik ekosistem laut, sosial-ekonomi, maupun cagar budaya. Karena ini penting untuk menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan,” ucap dia.

“Kami tak ingin pembangunan ini sengsarakan rakyat, kehidupan di pulau susah terus di sini (lokasi reklamasi) berlebihan itu tak memberi rasa keadilan.” Sehingga, dia melanjutkan, perizinannya ini masih menjadi pertanyaan sehingga harus dikaji ulang.

sumber : tempo

Rusaknya Terumbu Karang Raja Ampat Rugikan Indonesia

hermankhaeron.info – Kandasnya Kapal pesiar Inggris Caledonian Sky berbendera Bahama dengan panjang 90 meter usai melakukan aktivitas pemantauan burung di Pulau Waigeo pada Sabtu, 4 Maret 2017 di kawasan konservasi Raja Ampat berdampak pada rusaknya terumbu karang di lokasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengatakan, hal itu sangatlah merugikan bagi bangsa Indonesia, mengingat Kawasan Raja Ampat  mempunyai keunikan (ciri khas) tersendiri yang tidak ditemui dibelahan bumi lainnya.

“Kawasan Raja Ampat memiliki keanekaragam sumber daya yang sangat melimpah, baik flora dan faunanya, untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia. Anugerah terbesar yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa itu harus selalu dijaga dan lestarikan oleh bangsa Indonesia demi kesejahteraan generasi saat ini dan yang akan datang,” ucap Herman, dalam pernyataan pers, Rabu (15/03/2017).

Ia meminta kepada Pemerintah khususnya Kementerian Kelautan Perikanan, dan Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku mitra dan yang mempunyai kewenangan, agar segera membentuk Tim Khusus pencari fakta pemberian ijin akses kapal masuk ke area kawasan konservasi dan menghitung kerugian yang ditimbulkannya.

“Perlu ada koordinasi antara Kementerian terkait dengan pemerintah daerah, dalam rangka mencari data dan informasi teknis untuk mendapatkan bukti yang kuat. Selain itu perlu ada tindakan hukum pidana kepada nakhoda Kapten Keith Michael Tailor, karena sudah lalai dalam menjalankan tugas khususnya tidak mempertimbamgan arus, gelombang dan kondisi alam, sebagaimana amanat UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan UU No 1 tahun 2014 tentang Pengolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil,” tegasnya.

Herman juga meminta agar ada penindakan hukum secara perdata, dengan meminta ganti rugi kepada pihak asuransi kapal, mengingat implikasi yang merusak tidak dapat pulih kembali dalam jangka waktu dekat.

“Pemerintah harus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap kawasan konservasi yang menjadi aset kekayaan dan keanekaragaman hayati bangsa Indonesia,” pungkas Herman. (dep,mp)/foto:iwan armanias/iw.

sumber: dpr

Komisi IV Siap Bantu Pandeglang Kembangkan Potensi Perekonomian

hermankhaeron.info – Komisi IV DPR RI siap mendukung pengembangan perekonomian di bidang Kehutanan dan Kelautan yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang.

“Komisi IV berkomitmen bersama-sama Bupati Pandeglang untuk bisa mengangkat sektor-sektor potensial ini menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Pandeglang,” ungkap Ketua Tim Kunker Komisi IV Herman Khaeron kepada Media Cetak Parlementaria usai pertemuan dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimiyati, di Gedung Garuda Bupati Pandeglang, Banten, Selasa (28/02’2017).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pemamfaatan sumber daya alam yang dimiliki Pandeglang harus sejalan dengan kesejahteraan warganya. Sementara potensi besar yang dimiliki Pandeglang dipastikan bisa menjadi lumbung ikan dan lumbung pangan.

“Keduanya menjadi sebuah potensi yang besar dan jika kemudian dijadikan satu kesatuan dari hulu ke hilir pasti nilai tambahnya akan sangat besar,” pungkasnya.

Intinya, Komisi IV siap membantu daerah yang dipimpin Bupati Irna Narulita Dimiyati keluar dari status daerah tertinggal dengan mengembangkan segala potensi yang dimiliki Pandeglang.

Rombongan Tim Kunker Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Herman Khaeron, didampingi Wakil Ketua Siti Hediati Soeharto (F-PG) dan anggota Komisi IV lintas fraksi yakni, Effendi Sianipar dan Yadi Srimulyadi dari F-PDIP, Ichsan Firdaus dari F-PG, Darori Wonodipuro dari F-Gerindra, Vivi Sumantri Jayabaya dari F-PD, Eko Hendro Purnomo dari F-PAN, Zainut Tauhid Sa’adi dari F-PPP, dan Hamdani dari F-NasDem.(iw,mp)/foto:iwan armanias/iw.

sumber: dpr.go.id

BKTH Bandara Soetta Juga Musnahkan 91 Tumbuhan Ilegal

hermankhaeron.info – Sebanyak 91 komoditi tumbuhan ilegal dari 20 negara dimusnahkan oleh Badan Karantina Tumbuhan dan Hewan (BKTH) Bandara Soekarno-Hatta (soetta) di Instalasi Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Soetta, Rabu (1/3/2017).
Puluhan komoditi tersebut didominasi benih tumbuhan yang berasal dari Amerika Serikat, Spanyol, Cekoslovakia, Thailand, Cina, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Inggris, Perancis, Filipina, Rusia, Australia, Belgia, Brasil, Italia, Saudi Arabia dan Selandia Baru.

Kepala BKTH Bandara Soekarno Hatta, Banun Harpini mengatakan pemusnahan komoditi ilegal tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron, yang didapatkan sejak bulan Desember 2016 hingga Maret 2017.

“Dalam perkarantinaan, benih sebagai media tanam paling mudah pembawa penyakit. Sehingga beresiko tinggi mengakibatkan pertanaman yang sama bisa rusak akibat penyakit yang terbawa benih tersebut,” ujar Banun kepada awak media.

Lanjut Banun, sebagian besar transaksi peredaran komoditi ilegal tersebut juga dilakukan melalui online shop.

“Kami sedang melakukan diskusi dengan Kemenkumham dan Perdagangan untuk mengatur kebijakan perdagangan berbasis online khususnya yang menyakngkut perkarantinaan. Harus ada proses karantina yang diikuti,” tegasnya.**Baca juga: BKIPMKHP Musnahkan Ikan Berbahaya di Bandara Soetta.

Diketahui, pemusnahan komoditi tersebut dilakukan dengan cara dibakar di dalam sebuah incenerator yang berada di Instalasi Karantina Hewan.**Baca juga: BKHT Bandara Soetta Cegah Pengiriman Dua Sanca Batik.

Pada hari dan lokasi yang sama, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMKHP) memusnahkan puluhan ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif. Pemusnahan tumbuhan itu juga dilakukan dengan cara dibakar.(tia/bad)

sumber: kabar6

Kunjungi Lebak, DPR RI Minta Kualitas Rastra Ditingkatkan

hermankhaeron.info – Setelah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pandeglang, rombongan komisi IV DPR RI juga melakukan kunjungan ke Kabupaten Lebak, Rabu (1/3/2017).

Dalam kunjunganya, para wakil rakyat tersebut untuk melihat secara langsung kondisi daerah pasca dilanda banjir dan longsor yang menyebabkan ribuan hektare sawah terendam dan gagal panen terkait ketersedian beras didaerah tersebut.

Ketua rombongan Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki potensi tinggi sehingga perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat. Dalam pendistribusian beras sejahtera (Rastra) Kabupaten Lebak telah meraih predikat baik. Namun, peningkat kualitas harus tetap dilakukan.

“Saat ini kualitas beras di Kabupaten Lebak masih tergolong baik meski sudah diterjang bencana, tapi peningkatan harus terus dilakukan,” kata Herman saat mengunjungi Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Lebak- Pandeglang.

Setiap melakukan kunjungan kerja, Komisi selalu mengunjungi Bulog. Herman mengklaim Bulog terus menunjukan peningkatan mulai dari kualitas beras, takaran hingga keadaan gudangnya sendiri layak untuk diapresiasi

“Tentunya bulog tidak boleh berpuas dulu, harus ditingkatkan lagi,”katanya.

Komisi IV, kata Herman memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak karena telah menjalin kerjasama yang baik dengan Bulog sehingga pendistribusian rastra bisa sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerima.

“Bulog juga bisa menyesuaikan keadaan dengan disokong pengawalan Bulog juga ternyata bisa terus meningkatkan manajemen, kualitas dan kuantitas beras. Namun, hal itu tentunya tidak boleh dijadikan acuan karena memang harus terus ditingkatkan,” katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pemerintah Kabupaten Lebak akan terus berupaya dan menjalin kerjasama dengan Bulog sehingga kualitas dan Kuantitas beras di Kabupaten Lebak bisa terus unggul di Provinsi Banten.

“Kita juga anggarkan Rp. 1,7 Miliar untuk pengawalan distribusi dari titik distribusi hingga ke titik bagi (Penerima). Jadi kita akan terus berupaya semaksimal mungkin,” jelasnya.(Ep)

sumber: tangeranghits

Kaya Hasil Laut, Herman Khaeron Usulkan Pandeglang Jadi Sentra Perikanan Terpadu

hermankhaeron.info – DPR RI melalui Komisi IV mengusulkan agar Kabupaten Pandeglang menjadi daerah Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT). Mengingat, Pandeglang memiliki kekayaan alam laut yang melimpah. Bahkan dengan garis pantai terpanjang di Banten, bisa menjadikan Pandeglang sebagai daerah Lumbung Ikan selain telah menjadi Lumbung Pangan.

Demikian yang terungkap dalam lawatan Komisi IV DPR RI ke Pendopo Bupati Pandeglang dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun 2016-2017, Selasa (28/2).

“Di bidang kelautan perikanan, panjang pantai Pandeglang sangat luas, mengandung banyak sumber daya laut di luar sektor pariwisata. Di Kementerian kelautan dan perikanan dikenal dengan SKPT (Sentra Kelautan Perikanan Terpadu), di situ ada pelabuhan, pengolahan, dan disana sangat komplit untuk dijadikan one gate service dibidang perikanan, sehingga sangat cocok diterapkan di Pandeglang,” papar Ketua Tim Kunjungan Komisi IV DPR RI Herman Khaeron.

Herman mengungkapkan, dengan begitu, diyakini bahwa arah untuk mencapai Pandeglang sebagai lumbung ikan akan terwujud. Lebih dari itu, dari sisi peningkatan pendapatan masyarakat juga dipastikan terangkat.

“Pangsa pasar di Selatan Pandeglang menjadi daerah kunjungan wisata. Saya kira ini bisa menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan pendapatan masyarakat,” sebutnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan apresiasinya atas respon yang diberikan oleh Komisi IV. Dirinya pun menyambut baik wacana Komisi IV yang mengusulkan agar Kabupaten Pandeglang menjadi daerah SKPT, dan mendorong pembangunan Pelabuhan Perikanan segera berdiri di Pandeglang.

“Ibu punya PR (Pekerjaan Rumah) Pelabuhan Perikanan yang terbengkalai, mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan lagi. Ibu minta agar Pandeglang menjadi industri perikanan nasional dengan panjang pantai terpanjang di Banten,” ujar Irna.

Akan tetapi, Irna menekankan kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar lebih tanggap dalam menyikapi usulan yang disambut baik oleh legislatif maupun eksekutif di pusat.

“Sekarang SKPD kawal usulan program itu. Ibu tidak bisa konsentrasi lagi ke sana karena harus mengurus yang lain. SKPD harus benar-benar memback up ibu dan follow up,” pesan bupati wanita pertama di Pandeglang itu. (Red-02)

sumber: bantenheadline.com

hermankhaeron.info – Sejumlah anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pandeglang, Selasa (28/2/2017).

Dalam kunjunganya, komisi IV siap membantu daerah yang dipimpin Irna-Tanto tersebut keluar dari status daerah tertinggal dengan mengembangkan segala potensi yang dimiliki Pandeglang.

Ketua Rombongan Komisi IV DRI RI, Herman Khaeron mengaku, siap mendukung pengembangkan perekonomian di bidang Kehutanan dan Kelautan yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Komisi IV DPR RI Ke Pandeglang, Ini yang di Bahas

Komisi IV DPR RI Ke Pandeglang, Ini yang di Bahas

“Kami Komisi IV Berkomitmen bersama – sama Bupati Pandeglang untuk bisa mengangkat sektor – sektor Potensial ini menjadi sumber kesejahtraan masyarakat Pandeglang,” ujar Herman.

Pemanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Pandeglang, kata dia, harus sejalan dengan kesejahtraan warganya. Sementera potensi besar yang dimilik, Pandeglang dipasatikan bisa menjadi lumbung ikan dan lumbung pangan.

“Keduanya menjadi sebuah potensi yang besar dan jika kemudian di jadikan satu kesatuan dari hulu ke hilir pasti nilai tambahnya akan sangat besar,” ungkapnya

sumber: bantenhits