Herman Khaeron: AHY Awali Kampanye di Tahun 2024 Bersama Ribuan Warga Cirebon

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron membuka Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo yang digelar di Hotel Fox Gorontalo, Minggu (5/7/2026). Musda tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi agenda politik mendatang.

Dalam sambutannya, Herman mengatakan Musda bukan sekadar forum untuk memilih kepengurusan baru, melainkan wadah memperkuat soliditas partai serta menyusun strategi agar Partai Demokrat semakin dekat dengan masyarakat.

“Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun soliditas kader, serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Demokrat kembali berjaya di Gorontalo,” kata Herman.

Ia menambahkan, kepengurusan yang terbentuk nantinya diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput serta meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan kepada peserta Musda secara virtual. AHY menegaskan seluruh kader Partai Demokrat harus mengutamakan pengabdian kepada masyarakat sebelum berbicara mengenai Pemilu 2029.

Menurut AHY, kepercayaan masyarakat tidak dapat diraih hanya melalui retorika politik, melainkan harus dibangun dengan kerja nyata, pelayanan yang tulus, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Kita harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Kepercayaan publik akan lahir dari kerja nyata dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar AHY.

Musda V DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo diikuti oleh jajaran pengurus DPD, DPC, organisasi sayap, serta kader Partai Demokrat dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, adaptif, dan mampu memperkuat mesin partai dalam menyongsong berbagai agenda politik ke depan, sejalan dengan semangat transformasi dan pengabdian yang terus diusung Partai Demokrat.

sumber: demokrat

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron Buka Bimteknas Gelombang I

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron , secara resmi membuka Gelombang I Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang digelar di Museum & Galeri SBY-Ani, Kamis (2/7/2026).
Dalam sambutannya, Herman Khaeron menegaskan bahwa anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota merupakan garda terdepan sekaligus ujung tombak perjuangan Partai Demokrat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Para anggota legislatif menjadi representasi partai yang hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, menyerap, dan mengawal berbagai kebutuhan serta harapan rakyat.
Menurut Herman, keberadaan anggota legislatif memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Partai Demokrat dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap kader yang duduk di lembaga legislatif harus terus meningkatkan kapasitas, memperkuat komitmen pengabdian, serta memastikan aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Bimteknas Nasional kali ini mengusung tema “Konsolidasi Nasional Menyongsong 25 Tahun Partai Demokrat, Meningkatkan Kapasitas dalam Melanjutkan Pengabdian dan Perjuangan untuk Rakyat.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi anggota Fraksi Partai Demokrat di seluruh Indonesia.
Herman Khaeron menegaskan bahwa pelaksanaan Bimteknas secara bertahap merupakan bagian dari upaya Partai Demokrat dalam memastikan seluruh anggota DPRD mampu menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat semangat pengabdian kader dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta menyongsong peringatan 25 tahun Partai Demokrat.
Partai Demokrat berkomitmen untuk terus menghadirkan kader-kader terbaik yang bekerja nyata, dekat dengan rakyat, serta konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Aksi Bersama, Sekjen & Dokter Ratnawati Giat Pengawasan di Depok, Cirebon

Kegiatan pengawasan pemerintahan kembali dilakukan dr Hj Ratnawati, M. K.K.K. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut turun langsung menemui masyarakat di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan terasa makin bermakna karena kerja kolaboratif dari semua level legislatif. Yakni kehadiran E. Herman Khaeron, Sekjen Partai Demokrat yang juga anggota Komisi VI DPR RI dari dapil Jabar VIII (Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon).

Turut hadir juga menyapa warga Mahmud Jawa, anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ketiganya adalah para kader Partai Demokrat yang mengemban tugas di DPR Kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI.

Saat memberi pengantar, Ratnawati menegaskan bahwa kegiatan pengawasan bukan sekadar menjalankan amanat konstitusi. Tetapi juga memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar bendahara DPD Partai Demokrat Jabar ini.

Kehadiran wakil rakyat, tutur ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Jabar ini, merupakan bentuk komitmen untuk terus mendengar sekaligus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi warga. Oleh karena itu, dia sangat senang dengan banyaknya pertanyaan dan harapan yang disampaikan warga.

Sementara itu, Herman Khaeron menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Kami ingin pembangunan berjalan secara merata. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas sehingga program pemerintah benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Kang Hero, demikian panggilan Herman Khaeron.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan masukan dan mengawal jalannya pembangunan agar semakin transparan dan akuntabel.

Di akhir kegiatan, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran para wakil rakyat yang dinilai tidak hanya datang untuk berdialog, tetapi juga membuka ruang komunikasi secara langsung.

Warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera diwujudkan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Depok. (R-03)

sumber: demokratjabar

Benih Jadi Penopang Pangan, Herman Khaeron Ajak ASBENINDO Bertransformasi Perkuat Swasembada Nasional

Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, menegaskan bahwa benih merupakan fondasi peradaban dan kehidupan manusia yang keberadaannya menopang berbagai sektor terkait pangan.

Untuk itu, pihaknya mengajak dan mendorong pengurus Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) bertransformasi dan memperkuat benih di Indonesia guna memenuhi kebutuhan pangan dan pemunahan gizi masyarakat.

Hal tersebut, diungkapkan Herman Khaeron disela pengukuhan Pengurus ASBENINDO periode 2026-2031 di IPB Internasional Convention Center (IICC), Tegallega, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 1 Juli 2026.

Dewan Pembina ASBENINDO itu pun menyebut bahwa di negara-negara maju, benih menjadi bagian dari sistem pertahanan negara, sehingga dilindungi secara ketat melalui sistem karantina.

“Di negara maju, benih adalah bagian dari yang dilindungi atau bagian dari pertahanan negara. Oleh karenanya, betul-betul mereka proteksi, dan bahkan sistem karantina mereka juga sangat memagari terhadap benih-benih dari luar,” kata Herman kepada wartawan.

Herman mengutip Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 yang menyatakan pangan sebagai hak asasi manusia yang harus terpenuhi secara cukup, beragam, dan bergizi seimbang hingga tingkat individu.

Ia menambahkan, pada era Presiden Prabowo Subianto, pangan menjadi program prioritas utama pemerintah. Menurut Herman, capaian swasembada pangan ke depan harus didukung oleh swasembada di seluruh instrumen produksi pertanian, mulai dari benih, pupuk, hingga pembasmi hama.

Dia juga menjelaskan tiga strategi utama untuk mencapai target tersebut, yakni intensifikasi melalui pengembangan varietas unggul, ekstensifikasi lewat perluasan lahan, dan diversifikasi pangan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada beras.

Herman mencontohkan, penggunaan benih padi hibrida dapat meningkatkan produktivitas dari sekitar 5 ton per hektar dengan benih inbrida menjadi 10-12 ton per hektar. Ia mendorong diversifikasi konsumsi pangan pokok ke porang, sorgum, hanjeli, ubi, dan singkong, termasuk pengembangan beras artifisial (artificial rice) yang diklaim memiliki kandungan gizi lebih baik.

“Kami menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah sebagai regulator dan penyedia anggaran, perguruan tinggi sebagai periset, pelaku usaha sebagai penggerak investasi dan ekspansi, komunitas, serta media sebagai penyampai informasi kepada publik,” pungkasnya.Article Image

Editor :Imron Hidayat

sumber: rmoljabar

Komisi VI DPR Tuntut BSI Terbuka soal Pemicu Muhammadiyah Tarik Uang Rp15 T

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron atau yang akrab disapa Hero mendukung penuh langkah audit terhadap 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Danantara.

“Saya setuju untuk diaudit secara komprehensif agar menjadi perhatian penyelenggara BUMN ke depan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Dan tentu hasil audit, jika ditemukan penyalahgunaan keuangan BUMN harus ada tindakan hukum,” ujar Hero kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Apalagi, kata dia, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), BPK RI berwenang dalam menentukan kerugian negara.

Sebelumnya, 750 BUMN yang tidak memberikan keuntungan dan malah merugikan keuangan negara bakal ditutup oleh pemerintah. Ratusan BUMN tersebut juga bakal diaudit keuangannya oleh Danantara Indonesia.

Indikasi Tindak Pidana

Salah satu tujuan audit, yakni untuk menelusuri ada tidaknya indikasi tindak pidana korupsi dalam tata kelola keuangan 750 BUMN tersebut. Hasilnya akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, penutupan dan rencana audit keuangan 750 perusahaan milik negara itu menjadi salah satu topik yang dibahas dalam audiensi dengan KPK hari ini, Senin (29/6/2026), di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dony memastikan tidak akan melindungi para pejabat 750 BUMN tersebut jika nantinya terindikasi melakukan korupsi.

“Itu dibahas juga, supaya kita bisa mengambil keputusan yang tepat. KPK juga menyampaikan, selama itu niat kita baik menghindari kerugian yang lebih dalam dan lebih panjang lagi, dan itu boleh dilakukan. Tetapi tadi tidak menghilangkan seluruh tindakan jahat yang jika ada mens rea-nya,” kata Dony, usai audiensi di Gedung ACLC KPK.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN itu, menegaskan, penutupan 750 BUMN tidak menghilangkan kesalahan atau tindak kriminal para pejabatnya. “Jadi nanti dibilang lagi, ‘ini tutup, terus dulu mereka nyolong gimana?’ Ya enggak ada bos. Tidak akan menutupi masalah kriminalnya,” terangnya

Lebih jauh Dony menyampaikan, penutupan 750 BUMN ditaksir bakal menghemat keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah.

“Itu kan Rp20 triliun ditambah dengan transaksi layering inter-company transaction inefisiensi itu Rp30 triliun. Jadi, kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

sumber: inilah

 

Herman Khaeron Pegang Teguh Amanat yang Diberikan Ketua Majelis Tinggi Demokrat

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron menilai skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang ada saat ini sudah saatnya ditransformasikan ke arah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Integrasi antara program perlindungan sosial dengan pendekatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai menjadi kunci strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan efisiensi anggaran negara. “Loh, kalau bantuannya banyak seperti ini kenapa kita tidak arahkan saja kepada peningkatan kemampuan kapasitas kehidupannya melalui peningkatan UMKM misalkan, pendekatan UMKM. Ya pendekatan UMKM kepada masyarakat yang ini menjadi objek bansos.

Jadi masyarakat yang penerima bansos saat ini, itu sebetulnya bisa didekati melalui pendekatan kelompok maupun pendekatan individu untuk dinaikkan kelas melalui pendekatan UMKM,” ujar Herman saat ditemui oleh Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (02/07/2026).

Ia memaparkan, ketepatan sasaran dalam penyaluran klaster perlindungan sosial merupakan instrumen penting yang secara langsung berkontribusi pada penghematan tata kelola keuangan nasional di tengah transisi integrasi data tunggal pemerintah. “Bagaimana juga mengintegrasikan dari program-program tersebut supaya bisa terkontrol dengan baik. Tepat sasaran yang penting. Karena ketepatan sasaran juga adalah bagian dari penghematan keuangan negara. Dan bahkan kalau kemudian disisir lagi kepada masyarakat yang mampu, masyarakat yang berhak untuk menerimanya, tentu ini menjadi perhitungan kelanjutannya,” ujarnya.  Melalui momentum ini, BAKN DPR mendorong agar program-program bansos ke depan tidak lagi bersifat konsumtif, melainkan produktif dengan membuka akses permodalan dan pasar yang lebih luas bagi masyarakat rentan.

“Membuka akses pasar, membuka akses permodalan, dan bahkan pendekatan KUR yang sangat besar ini bisa didekatkan kepada masyarakat yang saat ini mereka memang menerima bantuan sosial dari berbagai sektor. Nah ini yang saya kira penting BAKN, selain membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel dalam berbagai sisi, termasuk keuangan dan tata kelola,” jelasnya.

Akselerasi transformasi kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengamankan uang rakyat dari potensi penyimpangan, tetapi juga langsung berdampak nyata pada kesejahteraan publik. “Juga bagaimana ending-nya adalah juga meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya kira ini penting dan saya sampaikan juga tadi kepada adik-adik dari FISIP Unswagati Cirebon ini,” pungkas Herman

sumber: sindikatpost

Herman Khaeron Dorong Sertifikasi Strategis Negara (BUMN) Wajib Melalui IDSurvey

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mendorong  pemerintah untuk memberikan mandat yang lebih besar kepada IDSurvey dalam menjalankan fungsi sertifikasi, verifikasi dan inspeksi pada sektor-sektor strategis yang berkaitan dengan penerimaan negara, keamanan nasional, hilirisasi industri, hingga penguatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Saya usul dalam kesimpulan, satu poin bahwa Komisi 6 mendukung terhadap kebijakan-kebijakan yang mendelegasikan kepada ID survei atau kepada lembaga survei untuk mengeluarkan sertifikasi khusus untuk ID survei sebagai BUMN diberikan mandatory,” ujar Herman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan jajaran PT. Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia, di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6).

Herman mencontohkan, sejumlah sektor yang berpotensi diberikan mandat lebih besar kepada IDSurvey, seperti perdagangan, impor, kepabeanan, pengawasan komoditas, keselamatan pelayaran, sertifikasi ekspor, hingga berbagai program strategis nasional.

Menurutnya, kebijakan yang mewajibkan penggunaan jasa survei BUMN pada sektor-sektor tertentu dapat memperkuat pengawasan negara sekaligus meningkatkan kontribusi IDSurvey terhadap perekonomian nasional.

Ia juga menekankan bahwa, pemberian mandat tersebut tidak bertentangan dengan praktik yang berlaku di banyak negara lain. Justru, menurutnya, negara-negara maju umumnya mengutamakan instrumen nasional untuk menjaga kepentingan ekonomi dan kedaulatan mereka.

Dijelaskannya, sedikitnya terdapat enam bidang yang layak dipertimbangkan untuk mendapatkan pengaturan mandatory melalui IDSurvey, yakni menjaga penerimaan negara, menjaga keamanan dan ketahanan negara, menyukseskan program strategis nasional, memastikan keterimaan produk Indonesia di pasar global, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung program hilirisasi dan transisi energi.

“Ada enam poin menurut saya sebaiknya ini mandatory, yang menyangkut menjaga penerimaan negara, menjaga keamanan dan ketahanan negara, mensukseskan program strategis, memastikan produk di pasar global, meningkatkan kepercayaan investor, mensukseskan hilirisasi dan transisi energi,” ungkapnya.

Menurut Hero, begitu Ia biasa disapa, penguatan peran IDSurvey melalui kebijakan yang bersifat wajib akan membantu negara mencegah berbagai praktik yang merugikan perekonomian nasional, seperti under invoicing maupun transfer pricing, sekaligus memastikan pengawasan terhadap berbagai aktivitas ekonomi strategis dilakukan oleh lembaga yang memiliki tanggung jawab langsung kepada negara.

“Kalau kebijakan itu menjadi kebijakan wajib, mandatory bahwa untuk melaksanakan kegiatan ini wajib menggunakan ID survei, ini lebih aman. Negara dijagai oleh sebuah mekanisme yang berlaku di seluruh dunia dengan tidak menyalahi aturan, tapi mandatory,” paparnya.

Lebih lanjut, Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa, sebagai holding BUMN jasa survei yang sehat secara keuangan dan memiliki peran strategis, IDSurvey seharusnya memperoleh porsi yang lebih besar dalam berbagai kebijakan pemerintah yang membutuhkan layanan sertifikasi dan verifikasi.

Ia menilai, peran IDSurvey tidak hanya sebagai korporasi yang berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban tugas negara dalam menjaga berbagai kepentingan nasional di tengah semakin terbukanya persaingan global. Bahkan menurutnya peluang bisnis IDSurvey masih sangat besar. Pangsa pasar holding BUMN survei tersebut yang saat ini baru mencapai sekitar 27 persen, sementara sebagian besar pasar masih dikuasai perusahaan swasta domestik maupun asing.

Karena itu, pihaknya meminta IDSurvey lebih agresif memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari kebijakan pemerintah.

Herman bahkan menyebut, bisnis yang dijalankan IDSurvey pada dasarnya merupakan “usaha kebijakan”, karena banyak pekerjaan yang lahir dari regulasi dan kewajiban yang ditetapkan negara. (Ayu).

sumber: bedanews

B50 Resmi Dimulai Hari Ini! Herman Khaeron: Perebutan Food, Feed, dan Fuel Tak Terelakkan

B50 resmi berlaku mulai hari ini. Herman Khaeron mengingatkan perebutan food, feed, dan fuel tak terelakkan di tengah upaya menuju kemandirian energi.

Program mandatori biodiesel B50 resmi diberlakukan mulai Rabu (1/7/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Di balik optimisme tersebut, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron, mengingatkan bahwa persaingan pemanfaatan komoditas untuk kebutuhan food, feed, dan fuel kini menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari.

Menurut Herman, penggunaan minyak sawit yang kini semakin besar untuk bahan baku biodiesel menjadi sinyal bahwa satu komoditas akan diperebutkan oleh tiga sektor sekaligus, yakni pangan, pakan ternak, dan energi.

“Realitasnya, suatu saat kita akan berkompetisi antara food, feed, dan fuel. Dulu minyak sawit digunakan untuk memasak, makanan, dan kosmetik. Sekarang sudah mulai digunakan untuk fuel,” kata Herman.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut tidak hanya akan terjadi pada kelapa sawit, tetapi juga berpotensi merambah komoditas pertanian lainnya.

Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan harga apabila tidak diantisipasi melalui perencanaan produksi yang matang.

“Komoditas yang sama bisa digunakan oleh tiga sektor sekaligus. Tentu akan terjadi persaingan yang berdampak pada harga karena ketersediaannya terbagi. Situasi ini harus benar-benar diperhitungkan,” ujarnya.

Meski demikian, Herman menilai implementasi B50 merupakan langkah strategis yang perlu didukung karena Indonesia masih bergantung pada impor BBM berbasis fosil.

Ia menyebut produksi minyak nasional hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Pemerintah menargetkan lifting minyak sekitar 610 ribu barel per hari pada 2026, sedangkan kebutuhan BBM nasional diperkirakan telah mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.

“Kalau orientasinya untuk fuel, menurut saya bagus karena kita sekarang masih net importer terhadap bahan bakar berbasis fosil. Artinya kita masih kekurangan pasokan sehingga diversifikasi energi menjadi kebutuhan,” katanya.

Menurut Herman, pengembangan biodiesel berbasis sawit merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi nasional yang harus terus diperkuat agar ketergantungan terhadap energi fosil dapat dikurangi secara bertahap.

Di sisi lain, pemerintah memperkirakan implementasi B50 akan memberikan manfaat ekonomi yang besar.

Kementerian ESDM memproyeksikan kebijakan tersebut mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang 2026 melalui penurunan impor solar.

Selain itu, peningkatan campuran biodiesel menjadi 50 persen juga diproyeksikan meningkatkan serapan crude palm oil (CPO) di dalam negeri, memperkuat hilirisasi industri sawit, serta mendorong kemandirian energi nasional.

Berbagai uji teknis terhadap penggunaan B50 pada kendaraan, alat berat, kereta api, hingga kapal juga disebut menunjukkan hasil positif sehingga implementasi nasional resmi dimulai pada 1 Juli 2026.

Namun, Herman menegaskan keberhasilan program ini harus diiringi dengan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan.

“Kebutuhan energi harus terpenuhi, tetapi kebutuhan pangan masyarakat juga harus tetap terjaga. Seluruh perhitungannya harus dilakukan secara cermat agar peningkatan permintaan biofuel tidak mengganggu pasokan pangan maupun pakan ternak,” tegasnya.

Ia berharap penerapan B50 menjadi momentum memperkuat kemandirian energi Indonesia tanpa mengorbankan sektor pangan.

“Menurut saya kita dukung bersama. Semoga program ini sukses dan mampu mengimbangi kebutuhan impor yang terus meningkat setiap tahun,” pungkas Herman.

sumber: holopis

 

Herman Khaeron: Anggota Fraksi Demokrat Jadi Ujung Tombak Perjuangan Partai

Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan anggota Fraksi Demokrat di DPRD menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat saat membuka Bimteknas di Pacitan.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota merupakan garda terdepan sekaligus ujung tombak perjuangan partai dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Herman saat membuka Gelombang I Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).

Menurut Herman, anggota legislatif memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara Partai Demokrat dan masyarakat.

“Kita menganggap bahwa anggota legislatif, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota, adalah ujung tombak pejuang-pejuang sejati Partai Demokrat. Sejatinya, setiap perjuangan yang harus diperjuangkan oleh Demokrat ada di tangan para anggota legislatif,” kata Herman.

Ia mengatakan para legislator tidak hanya menjalankan fungsi konstitusional, tetapi juga bertugas merawat konstituen, mendengarkan persoalan masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi tersebut melalui kebijakan dan program pemerintah.

Mengusung tema “Konsolidasi Nasional Menyongsong 25 Tahun Partai Demokrat, Meningkatkan Kapasitas dalam Melanjutkan Pengabdian dan Perjuangan untuk Rakyat”, Bimteknas digelar sebagai forum konsolidasi dan peningkatan kapasitas anggota Fraksi Partai Demokrat di daerah.

Herman menegaskan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh anggota DPRD menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal, sekaligus memperkuat komitmen terhadap perjuangan partai.

“Para anggota legislatif harus menjalankan tugas konstitusionalnya dengan baik, tetapi juga memastikan perjuangannya sejalan dengan perjuangan partai. Harapan Ketua Umum bukan hanya memperoleh lebih banyak kursi atau suara, tetapi bagaimana Partai Demokrat benar-benar menempati hati dan pikiran rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Badiklat) Partai Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengapresiasi kehadiran 315 anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota dari berbagai daerah yang mengikuti Bimteknas Gelombang I.

Menurut Rizki, para peserta merupakan kader yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi representasi partai di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Herman juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat pernah memenangkan Pemilu 2009 dengan meraih 148 kursi DPR RI serta menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD di berbagai daerah. Menurutnya, capaian tersebut dapat kembali diraih melalui kerja politik yang konsisten, penguatan kepercayaan publik, serta keberhasilan menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menutup arahannya, Herman mengajak seluruh kader Partai Demokrat memperkuat konsolidasi dan menjaga soliditas organisasi di semua tingkatan.

“Sebagai ujung tombak perjuangan, anggota DPRD harus merapatkan barisan, begitu juga dengan struktur partai. Semua harus bergerak dalam satu barisan. Kalau kekuatan kita solid, apa pun tantangannya, insyaallah bisa kita hadapi bersama,” tuturnya. (*)—
Sumber: TIMES INDONESIA