DPR Sepakat Perkuat Kerja Sama RI-Rusia di Bidang Pertanian dan Perikanan

hermankhaeron.info – Komisi IV DPR melakukan pertemuan dengan Parlemen Rusia. Dari hasil kunjungan itu, Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama khususnya di bidang pertanian dan perikanan.

Berdasarkan keterangan yang dikirim oleh KBRI Moscow, Selasa (18/10/2016), pertemuan antara delegasi Komisi IV DPR dengan Dewan Federasi (DPD Rusia) juga menghasilkan potensi kemungkinan melakukan impor gandum secara langsung. Perwakilan DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV Edhy Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan National Union of Grain Producers of Russia dan perusahaan Blackspace.

Kunjungan Herman Khaeron ke Rusia

Kunjungan Herman Khaeron ke Rusia

“Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mendorong kerjasama bidang pertanian, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup serta kehutanan ke Rusia,” demikian keterangan dari siaran pers KBRI Moscow.

Saat bertemu dengan pimpinan Dewan Federasi Rusia, Edhy Prabowo menggarisbawahi nilai penting kerja sama dan kemitraan Indonesia dan Rusia dalam segala bidang. Komisi IV juga menyampaikan komitmennya mendorong kerja sama berbagai sektor khususnya yang merupakan mandat dari Komisi IV yaitu bidang pertanian, perikanan dan kelautan, lingkungan, kehutanan, dan pangan.

Komisi IV DPR pun mendorong agar pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan kerja sama ekspor-impor gandum melalui perdagangan langsung. Ini mengingat Rusia sebagai salah satu produsen dan eksportir utama gandum dunia.

“Komisi IV juga mengusulkan kerja sama transfer of knowledge dan pertukaran pandangan khususnya di sektor pangan, kerja sama di bidang pertanian, kerja sama investasi perikanan serta penanggulangan kebakaran hutan,” terang KBRI Moscow.

Selain Edhy Prabowo, tampak pula sejumlah anggota Komisi IV dalam kunjungan ke Rusia. Di antaranya Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron dan Siti Hediati atau Titiek Soeharto, serta Eko Hendro Purnomo.

Di sela-sela kunjungan resmi, delegasi Komisi IV juga berkesempatan melakukan pertemuan dengan KBRI RI dan sejumlah perwakilan masyarakat Indonesia yang ada di Moskow. Rombongan DPR itu diterima oleh Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow, Lasro Simbolan.

dpr-sepakat-perkuat-kerja-sama-ri-rusia-di-bidang-pertanian-dan-perikanan-2

DPR Sepakat Perkuat Kerja Sama RI-Rusia di Bidang Pertanian dan Perikanan

Dalam sambutannya, Lasro menyampaikan penghargaan atas kunjungan delegasi Komisi IV. Ia juga menjelaskan mengenai intesitas peningkatan kerja sama bilateral RI dengan Rusia, terutama setelah pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Sochi pada bulan Mei lalu.

“Lasro juga menggarisbawahi bahwa sesungguhnya Pemerintah dan DPR RI telah memiliki visi, perspektif dan semangat yang sama memperkuat kerja sama bilateral RI Rusia berbagai bidang, terutama ekonomi perdagangan, investasi, pertanian/pangan dan kelautan/perikanan,” tulis KBRI Moscow.

Sebagai pimpinan delegasi, Edhy Prabowo dalam kesempatan itu kembali menggarisbawahi soal nilai strategis penguatan kerja sama antara Indonesia dengan Rusia. Tak hanya itu, perwakilan DPR ini pun menghargai langkah pemerintah Indonesia dan kemajuan yang telah dicapai. Komisi IV pun berkomitmen untuk mendorong penguatan kerja sama yang berkelanjutan antar-kedua negara.

sumber : detik

Komisi IV DPR Apresiasi Langkah Penghentian Plastik Berbayar

hermankhaeron.info – Uji coba tiga bulan terkait kebijaksanaan kantong plastik berbayar menunjukkan mayoritas ritel tidak mau menyerahkan data konsumsi kantong plastik.

Akibatnya tidak ada transparansi data statistik yang pasti mengenai dampak penerapan kebijaksanaan tersebut. 

Komisi IV DPR Apresiasi Langkah Penghentian Plastik Berbayar

Komisi IV DPR Apresiasi Langkah Penghentian Plastik Berbayar

Terkait masalah tersebut, Wakil ketua Komisi IV Herman Khaeron menyatakan apresiasinya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada saat raker dengan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (06/10/2016).

“Saya memberikan apresiasi terhadap langkah penghentian plastik berbayar, tentu hal ini yang memang banyak menjadi bahan pertanyaan di kalangan masyarakat, karena akuntabilitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Herman.

Ia juga mengatakan, dahulu diharapkan dengan adanya plastik berbayar akan dibebankan terhadap harga yang normal, namun dalam pelaksanaannya ternyata dengan harga yang normal tetapi tetap harus bayar juga. 

“Yang sifatnya komersial tentu berhubungan dengan OJK, oleh karenanya dari pada menabrak aturan yang sudah ada maka sebaiknya terlebih dahulu dipersiapkan dengan baik. Kita menyambut baik langkah Menteri LHK yang akan membuat suatu mekanisme yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan raker tersebut, Herman Khaeron juga menyampaikan bahwa antara ketersediaan anggaran dan tanggungjawab yang harus diemban oleh Kementerian LHK dirasa tidak sebanding, sehingga agak sulit membuat ruang yang lebih besar terhadap prestasi dan tujuan yang ingin dicapai.

“Namun demikian, saya juga memberikan apresiasi terhadap respon atas pembahasan yang sudah dilakukan, termasuk memberikan ruang yang lebih besar terhadappemberdayaan masyarakat di sekitar hutan,” tukasnya. (Pemberitaan DPR RI) 

Ekonomi Pancasila Diyakini Bisa Atasi Gejolak Harga Pangan

hermankhaeron.info – Komisi IV DPR mengingatkan pemerintah agar kebijakan impor daging kerbau jangan dijadikan alasan pelaku usaha sebagai kesempatan untuk memeroleh keuntungan.

“Saya kira di saat situasi harga (daging sapi) mahal, jangan jadikan pelaku usaha sebagai alasan untuk memasukkan daging mana pun karena masalah harga tinggi,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron saat dihubungi Metrotvnews.com di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara yang dinyatakan telah bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternaknya. Masuknya daging kerbau dari India yang berstatus belum bebas PMK, dikhawatirkan mencoreng status Indonesia tersebut. Apalagi, tidak mudah untuk mendapatkan status bebas PMK.

“Mendapatkan kepercayaan organisasi Internasional yang menetapkan suatu negara bebas dari PMK itu tidak mudah. Membersihkan PMK dari fisik dan image tidak mudah,” kata Herman.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah untuk menjaga status Indonesia yang sudah dinyatakan bebas PMK. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari dampak kerugian terhadap negara.
“Jangan sampai rugi dalam waktu panjang cuma karena kebelet harga murah,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah sebaiknya berpikir ulang jika ingin mengintervensi pasar dengan impor daging kerbau. Menurut Herman, pemerintah bisa mengganti dengan daging kambing, ikan, atau daging ayam kampung.

“Tingkatkan daya tarik lokal. Justru tidak pantas mematikan usaha budidaya. Jangan gegabah,” ucap Herman tegas.

Mengenai ketertarikan terhadap daging kerbau, masyarakat di Aceh sangat menyukai daging kerbau. Begitu juga masyarakat Betawi.

“Bali juga bisa saja dimasukkan daging kerbau karena di sana sapi sakral,” kata Herman.

Walau begitu, mayoritas masyarakat masih lebih menyukai daging sapi dibandingkan kerbau. Sebab, daging kerbau memiliki serat lebih besar dibandingkan daging sapi. Tidak hanya itu, makanan olahan daging di Indonesia rata-rata menggunakan daging sapi.

“Sosis, bakso, semuanya kan daging sapi. Tidak mungkin bisa digantikan karena karakteristiknya beda. Maska daging steak jadi daging kerbau,” ucap Herman.

sumber: metro

Demokrat Gelar Mancing Berkah Bersama Wartawan

hermankhaeron.info – Fraksi Partai Demokrat di DPR RI menggelar kegiatan mancing bersama wartawan berhadiah dua paket umrah. Kegiatan tersebut merupakan cara partai berlambang bintang mercy itu dalam menjalin silaturahmi dengan awak media.

“Kita silaturahmi dengan media. Menjalin dan meningkatkan kualitas hubungan mutual, karena kita saling membutuhkan. Kami mencoba cara yang bukan sekadar ngobrol. Sebaliknya, kita bersantai dengan cara memancing bersama di bulan Ramadan ini,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Edhie Baskoro Yudhoyono, Kamis (16/6/2016).

Menurut pria yang akrab disapa Ibas itu, kegiatan Mancing Berkah Fraksi Demokrat diharapkan menjadi ajang memancing energi kebaikan dan kesabaran agar semakin memaksimalkan kontribusi kepada masyarakat banyak. Bukan untuk memancing kerusuhan.

Selain itu, untuk memancing semangat kerjasama dan kebersamaan antar media dan DPR. Mengingat keduanya saling membutuhkan untuk kepentingan masyarakat.

“Agar kita saling menjaga, karena media dan DPR saling membutuhkan. Wartawan butuh berita, kita juga, dalam banyak pekerjaan kita, butuh pemberitaan. Itu makna kedua,” katanya

Terakhir, sambung putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memancing rasa peduli, bekerja keras, dan memaksimalkan pengabdian.

“Ini sejalan dengan pesan Ketua Umum kita Pak SBY dan tagline partai, Demokrat Peduli dan Beri Solusi untuk Rakyat Lebih Sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan memancing yang digelar di pemancingan Jagawana, Cipondoh, Kota Tangerang itu diikuti sejumlah wartawan cetak, online, televisi, dan radio, baik nasional maupun daerah. Kemudian, pimpinan dan angota Fraksi Demokrat, tenaga ahli serta staf sekretariat Fraksi Demokrat.

Sebelum lomba dimulai, Ibas memimpin pelepasan 500 ribu bibit ikan ke Situ Cipondoh. Disusul pimpinan Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto (Sekretaris Fraksi), Anton Sukartono Suratto, Wahidin Halim, Herman Khaeron, Dede Yusuf, Sartono Hutomo, dan lainnya.

Para Srikandi Demokrat (sebutan anggota parlemen perempuan Demokrat) seperti Dwi Astuti, Erma Suryani Ranik dan Vivi Sumantri juga ikut melepaskan bibit ikan.

500 ribu bibit ikan yang dilepas ke situ difasilitasi Herman Khaeron. Sementara pemancingan dan rumah makan disediakan Wahidin Halim.

Usai lomba, kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama di RM Jaga Rawa dan Salat Maghrib berjamaah, serta pengumuman pemenang lomba. Sejumlah hadiah diraih staf sekretariat. Sedangkan kategori perolehan ikan terberat diraih Novi dari Radio Cakrawala dan Wening, fotografer zonalima.com.

Doorprize utama berupa dua tiket umrah (berlaku masing-masing untuk dua orang tanpa batas waktu) dimenangkan Syafri Ali dari Pikiran Rakyat dan wartawan Banten Pos. Hadiah diserahkan oleh Ibas, sedangkan paket umrah kedua diberikan Wahidin Halim.

“Semoga menjadi berkah, untuk yang menerima dan kita semua,’’ kata Wahidin Halim. 

sumber: okezone

Mahasiswa Diajak Kontrol Pemerintahan Dipimpin Presiden Jokowi

hermankhaeron.info – Puluhan mahasiswa Unswagati Cirebon, mengikuti seminar Nasioanal Sosialisasi Empat pilar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Repulik Indonesia (MPRI), Ir Herman Khaeron MSi di hotel Sapadia Kota Cirebon, senin, (13/06).

ACara tersebut, audien diajak langsung melakukan pengontrolan jalannya pemerintahan. Hal tersebut, diuatarakan oleh Ir H. Herman Khaeron MSi sebagai narasumber.

“Saya mengajak kepada seluruh civitas akademik untuk mengontrol pemerintahan yang sedang berjalan,” kata Herman Khaeron.

Dirinya merasa heran, mengapa di saat Pemerintahan, Joko Widodo semuanya melemah daya kontrol terhadap pemerintah. Padahal saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono partai demokrat selalu dipermasalahkan.

“Saya heran, kenapa partai demokrat selalu diidentikan dengan korupsi. Padahal faktanya tidak demikian, coba dilihat dari hasil survei peringkat korupsi demokrat hanya cuma berada di peringkat tujuh,” tambahnya.

Dalam seminar Seminar Nasional Sosialisasi Empat pilar Kebangsaan, beliau berpendapat civitas akademika sangat dibutuhkan masukan-masukanya untuk membangun negeri. Dirinya menampung setiap masukan yang dilontarkan dalam setiap kesempatan kegiatan yang dijalankannya. (Roy)

sumber :  cirebontrust