Sekjen Partai Demokrat Ajak Kader Peka Terhadap Aspirasi Masyarakat

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengunjungi kantor DPC Partai Demokrat Kota Yogyakarta dalam rangka konsolidasi dan silaturahmi dengan para kader.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Khaeron memberikan pesan penting agar seluruh kader Demokrat selalu peka dan sensitif terhadap situasi serta kondisi masyarakat. Ia menegaskan, kader Demokrat harus membuka pintu selebar-lebarnya untuk menerima aspirasi dan pengaduan masyarakat.

“Partai Demokrat hadir untuk rakyat. Karena itu, kita harus selalu siap mendengar, menampung, dan mencarikan solusi bagi setiap aspirasi masyarakat,” tegas Herman.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat memperkuat struktur organisasi di daerah sekaligus memastikan semangat perjuangan partai tetap berakar pada kebutuhan rakyat.

sumber: demokrat

Komisi VI DPR Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pembangkit Ekonomi

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih yang mulai beroperasi di Klaten menimbulkan kekhawatiran sebagian pelaku usaha lokal.

Herman Khaeron Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan, koperasi itu justru akan menjadi pembangkit ekonomi desa, bukan ancaman bagi bisnis kecil.

“Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi sarana untuk bisa mengurangi tingkat kesenjangan,” ujarnya di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Dia menyebut, sejak awal kemerdekaan, konstitusi Indonesia telah mengamanatkan Ekonomi Kerakyatan sebagai dasar pembangunan ekonomi nasional.

“Sejak Indonesia Merdeka sudah diamanatkan untuk membangun ekonomi yang berbasis rakyat. Jadi, semestinya kita dukung bersama. Ini justru pembangkit ekonomi,” tambahnya.

Menurut Herman, Koperasi Desa Merah Putih mendapatkan mandat langsung dari pemerintah untuk mengelola anggaran yang diperuntukkan bagi berbagai sektor strategis. Mulai dari subsidi pupuk, benih, gas melon 3 kg, hingga penyaluran pangan dan pemutusan rantai distribusi komoditas lokal yang terlalu panjang.

“Ada penugasan-penugasan pemerintah yang sekarang dalam bentuk subsidi. Dan ini tentu sesuatu yang positif. Pada akhirnya akan terbentuk ekosistem ekonomi lokal yang lebih sehat,” terangnya.

Mengenai kekhawatiran pelaku usaha lokal, Herman menjamin koperasi adalah entitas terbuka dan inklusif. Semakin banyak warga yang bergabung, kekuatan koperasi akan semakin besar.

“Koperasi itu tidak tertutup seperti perusahaan. Kalau perusahaan dibentuk lima orang, ya lima orang itu yang punya kuasa. Tapi koperasi semakin banyak anggota, semakin kuat. Keuntungannya pun dibagi kepada anggota,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herman berharap pelaku usaha lokal tidak merasa tersaingi, melainkan menjalin kolaborasi dengan koperasi.

“Usaha hulunya koperasi bisa diambil derivatifnya oleh para pengusaha lokal. Artinya, justru makin dinamis ekonomi desa. Silakan kolaborasi, karena tidak semua bisa dikelola koperasi sendiri,” imbuhnya.

Pemerintah, sambung Herman, tengah menyiapkan pembiayaan untuk koperasi dengan anggaran Rp1 hingga Rp3 miliar per unit, termasuk pendampingan dan skema pembiayaan dari bank-bank Himbara dan BSI.

“Negara hadir. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpihak pada ekonomi kerakyatan. Kita dorong bank-bank Himbara dan BSI untuk ikut mendampingi dan membiayai koperasi ini,” jelasnya.

Saat ini, menurut Herman, sudah terbentuk lebih dari 80.000 koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan.

Insya Allah dengan campur tangan negara dalam program masif seperti ini, multiplier effect-nya akan kita rasakan bersama,” pungkas Herman.(faz/rid)

sumber: suarasurabaya

Herman Khaeron Pastikan BPI Danatara Tetap dalam Pengawasan DPR

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khoeron, menegaskan bahwa DPR tetap akan memiliki fungsi pengawasan terhadap keberlangsungan BPI Danantara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara.

Hal ini disampaikan Herman dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN dan Kepala BPI Danantara di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini sekaligus menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya anggapan bahwa Danantara tidak dapat diawasi oleh DPR. Menurutnya, hampir seluruh norma yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 merupakan bagian dari lingkup pengawasan parlemen.

“Jadi menurut saya tidak benar kalau kemudian banyak beredar bahwa Danantara tidak bisa diawasi. Itu keliru. Justru sebagian besar norma dalam Undang-Undang ini masuk dalam pengawasan DPR,” tegas Herman dalam rapat tersebut.

Disamping itu, Herman juga mencermati penyusunan Rencana Anggaran dan Kinerja Perusahaan (RAKP) Danantara, termasuk 21 program utama yang telah diidentifikasi meskipun belum seluruhnya dilaksanakan. Menurutnya, dalam paparan yang disampaikan pihak pemerintah dalam rapat tersebut sudah secara baik mengidentifikasi masalah-masalah utama yang berpotensi hadir.

Lebih lanjut, legislator dari dapil Jawa Barat VIII ini pun menyatakan dukungan terhadap keberadaan Danantara, namun juga menekankan bahwa keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi perusahaan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.

“Kalau ke depan Danantara menunjukkan kinerja baik, tentu itu juga merupakan keberhasilan bersama, termasuk Komisi VI DPR RI. Namun jika muncul banyak persoalan, maka penyempurnaan terhadap undang-undang ini akan menjadi kebutuhan yang harus dibahas kembali,” pungkasnya.

sumber: suarapemerintah

Herman Khaeron Ungkap Kondisi Terbaru SBY

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron membeberkan kondisi terkini Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat menjalani perawatan akibat kelelahan.

Menurut Herman, saat ini SBY telah kembali ke kediamannya di Cikeas dan dalam kondisi yang semakin membaik.

“Alhamdulillah Pak SBY sudah kembali ke Cikeas. Saya berkesempatan dua hari lalu, Sabtu malam, menjenguk beliau. Beliau sudah segar, sudah sehat, dan tinggal memulihkan stamina untuk kembali ke aktivitas seperti biasa,” ujar Herman, Selasa, 22 Juli 2025

Ia menjelaskan bahwa kelelahan SBY disebabkan oleh rangkaian kegiatan yang cukup padat dalam beberapa waktu terakhir.

Mulai dari peluncuran lagu “Save Our World” yang melibatkan banyak musisi, perjalanan darat ke Pacitan untuk melakukan retret selama tiga hari, hingga perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengisi materi di sekolah kepemimpinan setingkat Lemhannas di sana.

“Di sana juga ada jamuan dan berbagai aktivitas lainnya. Ya, karena kelelahan itu akhirnya harus dirawat. Tapi Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah pulih,” ungkapnya.

Herman juga menyampaikan rasa terima kasih SBY kepada masyarakat yang telah mendoakan kesembuhannya.

“Beliau membaca di beberapa media, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa dan perhatiannya,” kata dia

Selain itu, Herman juga membenarkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menjenguk SBY. Ia mengetahui hal itu saat bertemu Gibran dalam acara Musyawarah Nasional PSI di Surakarta.

“Saya tahu Mas Gibran akan menjenguk ketika saya hadir di Munas PSI di Solo. Saya sempat bersalaman dengan Mas Gibran, dan beliau menyampaikan akan menjenguk Bapak keesokan harinya. Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungannya,” ujar Herman.

sumber: tvri

Syukuran HUT KE-22, Demokrat Gelar Acara Serentak Se-Indonesia, Dibuka Langsung AHY

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (7/7/2025).

Rakerda diikuti 27 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Jawa Barat. Selain itu, turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Herman Khaeron mengatakan Rakerda DPD Partai Demokrat menjadi momen strategis untuk membahas dampak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan jadwal Pemilu nasional dan daerah.

Menurutnya, Demokrat  akan mengkaji secara serius keputusan MK yang menyatakan pemilu legislatif dan eksekutif tingkat nasional dipisah dari pemilu daerah.

“Keputusan MK ini bersifat final dan mengikat. Namun kita juga harus melihat implikasinya, termasuk potensi kekosongan jabatan di tingkat DPRD selama dua tahun. Ini perlu dirumuskan langkah antisipasinya, termasuk apa yang harus dikerjakan, ” kata Herman.

Editor : Abdul Basir

sumber: bandungrayainews

Retreat Demokrat di Pacitan Serap Ilmu SBY, Perkuat Barisan Jelang 2029

Selama tiga hari berturut-turut, 4–6 Juli 2025, Partai Demokrat melaksanakan Retreat Nasional di Kabupaten Pacitan. Agenda internal partai ini dipusatkan di Museum dan Galeri Seni SBY*ANI, kawasan Ploso, yang sekaligus menjadi simbol jejak perjalanan politik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam acara tersebut. Selain SBY, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin langsung rangkaian kegiatan. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal Demokrat Herman Khaeron, sejumlah menteri dari jajaran Kabinet, kepala daerah, dan para anggota DPR RI dari fraksi Demokrat.

Rangkaian kegiatan yang digelar secara tertutup itu berfokus pada penguatan internal partai. Baik SBY maupun AHY memberikan pengarahan langsung kepada kepala daerah dan perwakilan legislatif Demokrat dari seluruh Indonesia.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyebut bahwa kegiatan retreat ini menjadi ajang pembekalan yang berharga bagi para kader. Materi pembekalan banyak bersumber dari pengalaman langsung para tokoh senior, terutama SBY.

“Pak SBY adalah presiden yang kami anggap berhasil memimpin negara ini. Pengalaman beliau sangat bernilai dan kami bersyukur dapat menyerap itu dalam kegiatan retreat ini,” ungkap Indrata pada Sabtu (5/7/2025) malam.

Disinggung mengenai kemungkinan pembahasan program pembangunan daerah bersama para menteri yang hadir, Indrata menegaskan bahwa retreat ini murni bersifat internal partai.

“Pertemuan ini memang fokus pada penguatan internal. Jadi tidak membahas program-program lain di luar itu, meskipun beliau-beliau yang hadir tentu memiliki agenda masing-masing di luar retreat ini,” jelasnya.

Meski begitu, Indrata menilai kehadiran para menteri di Pacitan membawa angin segar, terutama dalam menjalin komunikasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kita tentu berharap, kunjungan seperti ini bisa terus berlanjut. Semoga menteri-menteri lainnya juga berkesempatan datang ke Pacitan. Ini sangat baik untuk memperkuat sinergi,” pungkasnya. (Edwin Adji)

sumber: portaljtv

Partai Demokrat Berkomitmen Kawal Revisi UU Pemilu

Partai Demokrat berkomitmen mengawal revisi UU Pemilu. Maka itu, Partai Demokrat menggelar forum diskusi bertajuk “Revisi Paket RUU Pemilu” di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (19/5/2025). Rencananya akan dibuka oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, forum ini diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pandangan untuk merespon berbagai isu terkait penyempurnaan sistem pemilu nasional.

“Forum diskusi ini adalah bukti bahwa Partai Demokrat berperan sebagai katalis dialog publik. Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan memiliki ruang untuk berkembang secara sehat dan produktif. Semoga diskusi ini dapat memperkuat sinergi dan membangun pemahaman bersama dalam menyusun regulasi pemilu yang lebih adil, terbuka, dan berpihak kepada rakyat,” ujar Herman dikutip dari siaran pers pada Senin (19/5/2025).

Beberapa isu yang akan dibahas adalah evaluasi sistem proporsional terbuka, pengaruh putusan Mahkamah Konstitusi terkait penghapusan presidential threshold, hingga peninjauan kembali ambang batas parlemen sebesar empat persen. Diskusi juga mencakup penyesuaian metode konversi suara dan alokasi kursi, serta desain keserentakan antara pemilu dan pilkada demi efisiensi dan peningkatan kualitas demokrasi lokal.

Beberapa topik lain adalah mengenai reformasi kelembagaan penyelenggaraan pemilu. Seperti wacana menjadikan KPU sebagai lembaga ad hoc dan penguatan independensi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar tidak berada di bawah pengaruh Kementerian Dalam Negeri.

Forum diskusi ini juga membahas penyempurnaan mekanisme penyelesaian sengketa hasil pilkada agar tidak memakan waktu panjang serta membuka kembali wacana pelaksanaan pilkada oleh DPRD yang sempat menjadi sorotan publik, khususnya dari sisi efisiensi anggaran dan implikasi demokratisasi.

Salah satu gagasan besar yang mengemuka dalam diskusi adalah dorongan terhadap kodifikasi undang-undang politik. Penggabungan UU Pemilu, UU Pilkada, dan UU Partai Politik dalam satu paket regulasi terpadu dinilai penting untuk menciptakan sistem hukum politik yang lebih konsisten, terintegrasi, dan mudah diterapkan.

sumber: beritanasional

Pengusaha Hingga Politisi Gabung Demokrat, Herman Khaeron: Bukti AHY Dipercaya Publik

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menerima dua kader baru dari kalangan pengusaha, yakni Christian Sofiar Waplau dan pengusaha muda, Hasanuddin.

Kedua tokoh muda pengusaha tersebut secara resmi bergabung dengan partai Demokrat langsung menerima pin dan Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Sebelum kehadiran Hasanuddin dan Christian, telah bergabung Marion Hutagalung dan Manola Hutagalung dari Manomarion Transport/Arion Paramitha Group menambah daftar tokoh dari dunia usaha yang memilih Partai Demokrat sebagai rumah politiknya.

Tak hanya dari kalangan pengusaha, dari ranah politik pun terus berdatangan dukungan dimana sehari sebelumnya, Mantan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, juga resmi menjadi kader Partai Demokrat dan menerima KTA dari Sekjen Herman Khaeron.

Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron menyambut dengan antusias bergabungnya para tokoh politik dan pengusaha tersebut. Ia menyebut tren positif ini sebagai bentuk kepercayaan publik dari berbagai latar belakang terhadap visi, kepemimpinan, dan arah perjuangan Partai Demokrat di bawah Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ini bukan sekadar dukungan simbolik. Bergabungnya para tokoh dari kalangan pengusaha, politisi, dan profesional menunjukan bahwa Demokrat yang dipimpin Mas AHY semakin dipercaya sebagai kekuatan utama yang mampu membawa perubahan dan harapan baru bagi rakyat,” kata Herman Khaeron pada Kantor berita RMOLJabar, Minggu 18 Mei 2025.

Menurutnya, kehadiran para tokoh ini memperkuat posisi Partai Demokrat tidak hanya sebagai partai politik yang terbuka, tapi juga sebagai magnet bagi individu-individu potensial yang ingin berkontribusi nyata bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mereka datang dengan semangat yang sama, ingin berbuat lebih untuk rakyat. Ini menambah energi positif dan menjadi modal berharga Partai Demokrat untuk terus memperluas kerja nyata serta menatap Pemilu 2029 dengan keyakinan dan optimisme,” ujarnya.

Anggota DPR RI empat periode itu menegaskan, Partai Demokrat akan terus membuka pintu bagi siapa saja yang memiliki komitmen dan integritas untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kang Hero, sapaan akrabnya, percaya, kolaborasi antara kader lama dan kader baru akan menciptakan kekuatan besar yang solid, segar dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.

Dengan gelombang dukungan yang terus mengalir, Partai Demokrat menegaskan diri sebagai rumah besar perjuangan rakyat, tempat bersatunya ide, tenaga, dan semangat untuk membangun Indonesia yang lebih baik serta mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto.

sumber: rmoljabar

Herman Khaeron Sambut Baik Tren Tokoh Pengusaha Masuk Jadi Anggota Demokrat

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan masyarakat dari seluruh kalangan, terutama pengusaha mulai menaruh kepercayaan kepada Partai Demokrat.

Hal tersebut terlihat dari masuknya dua tokoh pengusaha yakni Christian Sofiar Waplau, anak dari tokoh pengusaha Sonny Waplau dan Hasanuddin salah seorang pengusaha muda pada Jumat (16/5).

“Bergabungnya para tokoh dari kalangan pengusaha, politisi, dan profesional menunjukkan bahwa Demokrat dan Mas AHY semakin dipercaya sebagai kekuatan utama yang mampu membawa perubahan dan harapan baru bagi rakyat,” ujar Khaeron dalam siaran pers yang diterima Antara, Sabtu.

Menurut Khaeron, kehadiran dua pengusaha muda ini menandakan Demokrat telah menjadi magnet bagi individu-individu berkualitas yang mau berkontribusi untuk bangsa.

Tidak hanya itu, kehadiran para pengusaha ini diyakini Khaeron dapat menciptakan kolaborasi antara kader lama dan kader baru dalam membentuk kekuatan besar yang solid, segar, dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.

“Ini menambah energi positif bagi Partai Demokrat dan menjadi modal berharga untuk terus memperluas kerja nyata serta menatap Pemilu 2029 dengan keyakinan dan optimisme,” kata Khaeron.

Khaeron memastikan partainya akan selalu terbuka bagi insan muda dan seluruh masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin berkontribusi.

sumber: antara