Demokrat: PPN Naik 12% Akan Jadi Beban, Tunda Dulu!

Pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%. Partai Demokrat (PD) meminta rencana tersebut ditunda lantaran membebani masyarakat.

“Sebaiknya rencana kenaikan PPN ini ditunda dulu sampai dengan pulihnya ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat,” Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Herman tak mempersoalkan besaran kenaikan, namun soal beban yang akan ditanggung masyarakat. Terutama masyarakat sedang menghadapi pandemi.

“PPN akan menjadi beban konsumen, dan tentu menjadi beban masyarakat, apalagi sedang susah akibat dampak COVID-19, sebaiknya pemerintah lebih kreatif untuk meningkatkan pendapatan negara,” ujarnya.

sumber: detik

 

Ratusan Kepala Desa di Kabupaten Cirebon Dibekali 4 Pilar Kebangsaan

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Kemajuan teknologi bisa menjadi pedang bermata 2, bisa bermanfaat bagi masyarakat bisa juga berdampak buruk.
Dalam mencegah dampak buruk perkembangan teknologi, Grup 3 Badan Sosialisasi MPR RI memberikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada ratusan kuwu atau kepala desa di Kabupaten Cirebon. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ‘penjajahan’ teknologi.
Menurut anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, kuwu/kepala desa merupakan pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat bisa bertemu kapan saja baik secara formal maupun informal jam kerja dalam melayani masyarakat bahkan bisa 24 jam.
Oleh karenanya, sangat efektif jika kuwu kembali dikuatkan mengenai nilai-nilai nasionalisme melalui 4 Pilar Kebangsaan agar dapat saling bersinergi serta mengingatkan pengamalan nilai-nilai kebangsaan.
“Para kuwu ini adalah sebagai pimpinan di akar rumput atau paling dekat dengan masyarakat,” katanya, Rabu (9/6/2021).
Ia menyatakan, 4 Pilar Kebangsaan harus dikuasai benar oleh para kuwu untuk mencegah terkikisnya nasionalisme akibat perkembangan teknologi. “Kita sadar kalau dulu kita dijajah secara fisik, sekarang kita dijajah lewat teknologi informasi,” imbuhnya.
Nasionalisme merupakan modal penting dalam menggugah masyarakat terhadap rasa memiliki untuk tetap bersatu diatas perbedaan suku, bahasa, dan agama.
“Walaupun belum ada negaranya, dulu kita tetap bersatu dan bisa merdeka karena adanya nilai-nilai ideologi, kehendak bersama yang kuat untuk berdaulat sehingga perjuangan yang semula parsial menjadi perjuangan yang bersatu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, akumulasi dari pengamalan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di desa-desa diharapkan tetap hidup hingga meluas ke seluruh negeri, hal ini menjadi kekuatan yang besar menuju Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
“Kita harus bersatu karena Indonesia berdiri diatas perbedaan. 4 Pilar Kebangsaan menjadi landasan yang mendasari kekuatan nilai-nilai nasionalisme,” pungkasnya.
sumber: kumparan

Komisi VI DPR Tagih Pemerintah Segera Canangkan Gerakan Peningkatan Usaha Ultra Mikro

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) membuat gerakan peningkatan usaha ultra mikro (UMi) menjadi UMKM.

Terlebih menurut data yang ia dapat, 64 juta UMKM yang ada saat ini mendominasi 99,9% usaha di Indonesia. Tentu hal ini bisa dimanfaatkan menjadi potensi untuk membalikkan keadaan ekonomi Indonesia ke arah positif.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki beserta jajaran di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Menurutnya, dengan adanya dominasi UMKM terhadap perekonomian yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, dapat membantu negara menghadapi kondisi sulit.

“Oleh karenanya saya mengusulkan ke depan Kemenkop UKM justru bisa menciptakan usaha-usaha baru yang juga membuka lapangan pekerjaan di seluruh sektor informal. Kalau tadi, saya ukurannya tetap BPS, 64 juta lapangan kerja. Andai kata naik kelas saja, dengan butuh dua orang saja berarti sudah 128 juta menyerap tenaga kerja,” jelas Herman.

Politisi Demokrat itu mengatakan, dengan semakin berkurangnya peluang pekerjaan di sektor formal karena dampak pandemi Covid-19, Kemenkop UKM memiliki tanggung jawab besar untuk membuat usaha ultra mikro dapat meningkatkan kelasnya menjadi lebih tinggi lagi.

“Tadi kalau yang saya sampaikan mungkin berjualan bakso masih dipikul, ya ke depan paling tidak mereka sudah bisa memiliki kios bakso. Ini yang menurut saya sangat berdampak positif. Karena dari berbagai aspek tentu peningkatan itu sangat ditinjau dari sisi investasi ataupun sisi kapasitas mereka berjualan,” imbuhnya.

Herman melanjutkan, ketika sektor usaha ultra mikro dapat meningkatkan kelasnya kepada kelas di atasnya. Maka Kemenkop UKM sesungguhnya telah berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Tentu apabila dicanangkan dan disosialisasikan, menurutnya gerakan peningkatan UMKM ini bisa menjadi gerakan yang luar biasa.

“Tentu ini menjadi prospek yang baik dan kalau kemudian bahwa kebijakan ini diselaraskan dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan kemudian kita dorong adanya gerakan untuk peningkatan UMKM. Ini menurut saya akan jadi getaran yang luar biasa. Artinya ada korelasi antara peningkatan yang 64 juta umkm ini dengan daya beli masyarakat,” tandas Politisi dapil Jawa Barat VIII itu.

sumber: akurat.co

Kang Hero: Pertamina Harus Integrasikan Anak Perusahaan dalam Pembangunan JTB

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron melakukan evaluasi terhadap proyek pembangunan jaringan gas (jargas) Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik Pertamina. Menurutnya PT Pertamina sebagai induk perusahaan harus dapat mengintegrasikan anak-anak perusahaannya, yakni Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Marketing Operation Regional (MOR) untuk berpartisipasi dalam pembangunan JTB tersebut.

Hal ini dinyatakannya usai pertemuan antara Panja BUMN Energi Komisi VI DPR RI dengan PT Pertamina (Persero) di Kantor Pertamina Building Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/5/2021). Menurutnya, baik PGN, MOR, dan Pertamina sama sekali belum paham mengenai tugasnya dalam core business ini, sehingga penjelasan ketiga pihak tersebut dalam pertemuan ini menjadi cenderung tidak komprehensif.

“Sumbernya ada di Jambaran Tiung Biru. PGN harus berbicara semestinya gas sale terkait dengan potensi yang didapatkan dari Tiung Biru, kemudian bagaimana juga MOR terkait dengan persoalan hasil Tiung Biru, kalau tidak ada hubungannya, apa yang kemudian menjadi kekuatan masing-masing,” kata politisi yang akrab disapa Hero ini seolah bertanya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, bisnis sektor gas merupakan tantangan tersendiri ke depan. Sebab, penggunaan elektrifikasi seperti penggunaan alat masak dan alat elektronik sejenis mulai masif, sehingga ada potensi peralihan dari gas menjadi listrik. Otomatis permintaan di hilir tentang gas akan semakin berkurang.

“Kalau kemudian mereka terus merencanakan peningkatan pada sektor hilir, hulu tidak diintegrasikan terhadap pemanfaatan hilir, kemudian sisi lain ada program secara masif dari listrik, tentu ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Hero menyampaikan, sebaiknya diciptakan program satu atap, yaitu Pertamina, PGN, dan Patra niaga digabung sebagai unit pengelola bisnis di sektor hilir. “Ini betul-betul harus komprehensif, kalau tidak komprehensif kami akan menilai darimana ada sinergitas antar unit ini, jangankan antar BUMN, antar unit saja sudah tidak ada sinergi,” tandas Hero. (eno/er/sf)

sumber: dpr

Kang Hero: Pluralisme adalah Kekuatan Bangsa Indonesia

Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi kekuatan yang terus dijaga. Memperkuat pluralitas, didasarkan pada empat pilar kebangsaan sebagai fondasi kokoh dalam berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Dr Ir HE Herman Khaeron MSi saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di hadapan ratusan peserta yang berasal dari komunitas lingkungan hidup dan budaya nusantara, Sabtu (22/5), di Hotel Prima Kota Cirebon.

“Terkait pluralisme sebagai kekuatan bangsa ini, harus diperkuat dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Menurutnya, selain Pancasila, UUD 1945 dan NKRI sebagai bentuk negara, Bhineka Tunggal Ika juga menjadi modal dasar bagi tegak dan berdirinya bangsa ini. “Jangan dipecah-pecah, jangan kemudian dibentur-benturkan, jangan juga dipolarisasikan. Harus tetap disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dan menjadi kekuatan bangsa,” tutur politisi yang akrab disapa Hero tersebut.

Di sisi lain, anggota Komisi VI DPR RI itu juga memperbincangkan tentang pembangunan di wilayah Cirebon. Khusus untuk kawasan pesisir utara, sambung Hero, pihaknya pernah membuat studi terkait wisata maritim. Tapi sampai saat ini belum terwujud.

“Saya kira ini menjadi PR besar. Pak Azis (Nashrudin Azis, walikota Cirebon) masih punya waktu untuk menata kembali kawasan-kawasan tertentu yang bisa dijadikan sebagai new initiative income bagi masyarakat,” katanya.

Langkah itu perlu dilakukan pemerintah daerah, sejalan dengan keinginan Cirebon menjadi kota destinasi wisata, meskipun sekarang terhambat oleh pandemi Covid-19. “Tapi badai pasti berakhir dan mudah-mudahan cepat berlalu. Makanya, perlu infrastruktur yang mengoneksikan antardestinasi wisata,” katanya.

Senada disampaikan Panglima Laskar Macan Ali, Prabu Diaz. Menurutnya, wisata bahari atau maritim perlu dikembangkan secara serius. Di antaranya, mewujudkan Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu kawasan wisata. “Karena di sana terdapat bangunan-bangunan tua yang letaknya terkoneksi satu sama lain,” kata dia. (rls/opl)

Komisi VI DPR Upayakan Vaksinasi COVID-19 Sektor Perhotelan dan Restoran

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengingatkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk selektif dalam menunjuk seseorang menjabat di perusahaan pelat merah.

Hal tersebut disampaikan Herman menyikapi Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Telkom Indonesia (Persero).

“Jabatan direksi dan komisaris BUMN adalah domain menteri BUMN sebagai pemegang mandat saham merah putih, namun idealnya jabatan tersebut selektif, profesional, dan bukan jabatan balas jasa,” kata Herman saat dihubungi, Sabtu (29/5/2021).

Menurut Herman, penunjukan pejabat di perusahaan BUMN harus ada parameter dan ukuran yang jelas.

“Menteri Erick seringkali, bukan saja memberikan tempat di BUMN bagi tim sukses pilpres yang lalu dan tentu yang disukainya, tetapi juga sering gunta-ganti direksi dan komisaris dalam rentang waktu yang singkat dan tanpa alasan yang jelas,” paparnya.

Oleh sebab itu, politikus Partai Demokrat itu akan mengusulkan ke komisinya untuk merevisi Undang-Undang BUMN.

“Termasuk di dalamnya yang akan menjadi perhatian terkait pengaturan pengangkatan dan pemberhentian direksi maupun komisaris. Harus dengan mekanisme dan tatacara yang profesional, transparan dan akuntabel,” ujar Herman.

Abdi Negara Nurdin atau biasa disapa Abdee ini, tidak lain merupakan gitaris Slank, grup band yang dibentuk oleh Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim Slank) tahun 1983 silam.

Abdee bergabung bersama Slank sejak tahun 2007, bersama Ridho Hafiedz, mengisi kekosongan posisi gitaris yang ditinggalkan Parlin Burman Siburian atau biasa disapa Pay Slank.

Pemerintah Diminta Suntik Modal Demi Selamatkan Garuda Indonesia

Pemerintah harus menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia yang saat ini mengalami persoalan keuangan akibat pandemi Covid-19. Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan, penyelamatan maskapai pelat merah tersebut bisa dilakukan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Harus ada penambahan modal perusahaan, tentu harus ada perhitungan yang matang dan terukur. Jika melihat kondisi keuangan Garuda harus melalui PMN,” ucap Herman saat dihubungi, Kamis (27/5/2021).

Herman mengaku, Komisi VI DPR yang bermitra dengan Kementerian BUMN belum mendapatkan informasi detail terkait persoalan Garuda, dan langkah penanganannya.

Namun, Herman menyebut Garuda merupakan maskapai milik bangsa yang selama ini jadi kebanggaan negara dan harus diselamatkan, tidak boleh dilikuidasi.

“Kami di DPR belum mendapatkan penjelasan terkait masalah terkini dengan Garuda Indonesia,” ucap politikus Partai Demokrat itu.

“Saya meminta Kementrian BUMN harus menseriusi pengelolaan, dan manajemen Garuda agar survive di tengah pandemik Covid-19,” sambung Herman.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang memikirkan kondisi maskapai pelat merah, Garuda Indonesia, yang saat ini dalam kondisi keuangan yang tak kunjung membaik. Dalam informasi yang diperoleh, Menteri BUMN Erick Thohir memiliki sebanyak empat opsi demi menyehatkan kembali kondisi keuangan Garuda Indonesia.

Tercetusnya empat opsi ini merupakan hasil benchmarking dengan apa yang telah dilakukan pemerintah di negara lain, terhadap maskapai penerbangan nasionalnya. Seperti diketahui, tak hanya Garuda Indonesia yang mengalami kondisi keuangan yang kurang sehat. Namun, beberapa maskapai di negara-negara lain juga mengalami hal serupa.

Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan berdampak pada pembatasan pergerakan/mobilitas masyarakat.

Imbasnya, hal tersebut membuat kegiatan operasional angkutan penerbangan penumpang menurun drastis. Dan tentunya membuat kondisi keuangan maskapai terdampak sangat signifikan.

“Berdasarkan hasil benchmarking dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah negara lain, terdapat 4 (empat) opsi yang dapat diambil Garuda saat ini,” jelas dokumen Kementerian BUMN secara tertulis yang dikutip Tribunnews, Kamis (27/5/2021).

Untuk opsi yang pertama, Kementerian BUMN memastikan terus mendukung Garuda Indonesia. Dalam hal ini Pemerintah akan mendukung Garuda melalui pemberian pinjaman atau suntikan ekuitas. Opsi kedua, menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda Indonesia.

Diterangkan dalam opsi kedua, menggunakan legal bankruptcy process untuk merestrukturisasi kewajiban. Misalnya, seperti utang, sewa, kontrak kerja.

Yang ketiga, merestrukturisasi Garuda Indonesia dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru.

“Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Di saat bersamaan mulai mendirikan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda Indonesia, dan menjadi national carrier di pasar domestik,” jelas keterangan tersebut.

Dan opsi terakhir adalah, Garuda dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan untuk mengisi kekosongan.

“Garuda dilikuidasi. Mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara, misalnya, dengan pajak bandara/subsidi rute yang lebih rendah,” ucap Kementerian BUMN seperti tertulis dalam dokumennya.